menu-buka-puasa-di-rumah

Bulan Ramadan. Rasanya kurang lengkap kalau tidak membahas menu buka puasa. Tastyliscious juga tidak mau ketinggalan membahas hal yang satu ini.

Buka puasa seolah menjadi kegiatan yang berbeda. Kalau biasanya makan malam begitu-begitu saja, buka puasa selalu disambut dengan suka cita. Katanya, sih, menyiapkan menu buka puasa lebih riweuh daripada menu sehari-hari. Maunya ada ini, ada itu. Tukang jajanan pun melimpah setiap sore. “Lapar mata” sepertinya menjadi salah satu ujian puasa. Begitu buka mah, minum air putih saja rasanya sudah lega.

Baca juga Tastylicious punya

Asri Rahayu dan Inokari

However, karena Ramadan hanya setahun sekali, bolehlah disambut suka cita. Satu hal yang tidak boleh adalah berlebihan. Apalah arti Ramadan kalau banyak yang mengeluhkan pengeluaran lebih besar.

Kalau sudah kebiasaan, memang susah. Di rumah (orangtua)-ku pun, selalu ada yang berbeda ketika Ramadan. Dulu, sih, kalau tidak ada menu starter, rasanya ada yang kurang. Kalau sekarang, aku malah suka protes kalau kebanyakan starter, apalagi yang berupa junk food. Eh, malah dibalikin, “Kalau nggak ada, protes.” Itu kan dulu…. dulu… tapi itu dulu… *kemudian nyanyi*

Jadi, ini menu buka puasa yang biasanya ada di rumahku:

Teh Manis

Hukumnya wajib. Mungkin karena “berbukalah dengan yang manis.” Teh manis menu yang paling simple, plus langsung menyegarkan. Teh manisnya tanpa es. Kalau teh manis dengan es, kasihan si perut. Dari kosong, langsung ditimpa yang dingin.

Khusus buatku, kadang gula untuk teh manis sampai lima sendok makan. Lebay? Yaaa gitu deh. Hehe. Biasanya, ini kalau aku tahu aku akan skip makanan berat. Bagaimanapun, otak perlu makan. Tapi, kalau sedang serius melakukan sesuatu, makanan di piring suka terlupakan. (nggak baik, ya). Daripada tidak bisa menghasilkan energi baru, mending minum air gula. Minumnya juga tidak langsung sekali teguk kok. Yah, paling tidak, otak hanya perlu glukosa. Mungkin gula saja cukup.

Cemilan Asin

Biasanya, sih, gorengan. Gorengannya bikin. Tapi, tetap saja namanya gorengan, ya. Aku maunya tidak makan gorengan, tapi mulut ini manja. Sebelum makanan utama, maunya ada starter. Adanya gorengan, ya makan sajalah.

Maunya, sih, gorengan ini diganti buah. Sayangnya, di rumah jarang yang makan buah. Anyway, nama di kartu keluarga cuma ada empat, tapi yang makan di rumah ada banyak. Mudahnya, sih, memang menyajikan gorengan karena semua orang suka. Setidaknya, gorengannya bukan gorengan di pinggir jalan. Lagipula, aku mulai menghindari gorengan bukan karena ini junk food, tapi lebih karena kerongkonganku yang sekarang cepat ngadat. Kalau sudah ngadat, paling-paling konser batal.

Selain gorengan, kadang ada bihun atau mie glosor. Mie glosor itu mie berwarna kuning terang. Disebut mie glosor karena mie ini licin, jadi kalau dimakan ngegelosor. Mie ini dimasak dengan bumbu putih plus cabai saja, jadi warnanya tetap kuning terang. Bisa juga ditambah sawi atau kol.

Cemilan Manis

Ini kadang ada kadang tidak. Menunya lebih variatis. Es buah, es kelapa (aku masukkan cemilan karena ada bagian yang harus dikunyah), dadar gulung isi vla, agar-agar. Cemilan manis yang paling jarang justru kolak.

Kalau tadi, aku ngebet mau bubur sumsum. Ibu Negara malah sudah membuat biji salak untuk kolak. Aku sampai bilang, biji salaknya dimasukkan ke bubur sumsum saja. Jadilah bubur sumsum-biji salak-pisang. Must try. Lol.

Menyambung soal buah, kalau mau buah, pada akhirnya, ya, beli sendiri. Karena cuma untuk sendiri, biasanya aku beli pisang Sunpride atau buah potong di Indomaret. Kalau kebetulan ke supermarket, aku beli tomat. Kenapa harus ke supermarket? Karena tomat-tomat di sana sangat menggoda. Merah, bulat. Lucu. *alasan absurd* Awal aku suka melirik tomat di supermarket karena dulu pernah mencari tomat untuk belajar dekorasi. Tomat yang dicari yang merah begitu.

Baik cemilan asin ataupun manis, biasanya menjadi pemadam kelaparan di tengah malam. ^^v

Makanan Berat

Ini mah pasti, ya. Makanannya sama saja dengan sehari-hari. Ada nasi, sayur, lauk nabati, lauk hewani. Lauk nabati dan hewaninya kadang dijadikan satu menu. Kadang, sayur dan lauk semua dijadikan satu menu. Sup tahu isi daging, misalnya.

Yaps, itulah menu buka puasa di rumahku. Sepertinya lebih mirip kerangka menu, sih. Hehe. Banyak juga, ya? Apa pun menunya, ingatkan aku untuk syukuri apa adanya, makanan adalah anugerah. *nyanyi lagi*

Kalau di rumah kalian, menunya seperti apa?

You may also like...

11 Comments

  1. menu buka puasa itu kan menu ketika berbuka puasa, jadi ketika buka puasa, itu semua yang disebutin dimakan bersamaan ya?

  2. Kalau saya mah mbak jarang mengkonsumsi makanan ringan asin, dan lebih sering mengkonsumsi makanan ringan manis karena lebih enak dan segra kalau dingin.

  3. aku puasa ini jarang nyemil. buka langsung berat, hihihi

  4. kalo akuuuuuu udah skip gorengan. Males beli maupun bikinnya dan nggak mau makin melar juga pas lebaran.. Hihihiii. Buka puasa paling enak pake teh manis anget ajah atau jus buah. Kebetulan aku tipe yang abis buka bisa langsung makan berat, jadinya abis ngeteh atau ngejus lanjut makan deeeh. Eheheee.

  5. kalo aku bukanya minum teh hangat dulu baru buah-buahan, abis itu makanan berat deh

  6. Saya baru ngeh kalau rubrik Tastylicious ini dikerjain oleh 3 blogger. Keren ih :))

  7. Aku biasanya langsung makan besar aja.

  8. aku juga kalau ifthar lebih milih makanan kecil dulu..sholat baru deh makan besar kalau masih mampu .

    *kenapa juga buka postingan yg ada menu makanannya siang2 :))

  9. Kolak menjadi kebiasaan di rumah yg tdk bisa di tinggalkan.

    Afifah..follow blog saya juga dong ^_^

  10. kalo saya seringnya minum es teh panas + roti Mba, gak biasa kalo langsung makan berat 🙂

  11. Wahh sama sepwrti di rmhku, hrs ada minuman manis, gorengan lalu makan berat. Selamat menjalani puasa mba 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *