Kemarin, aku mendapat kabar, salah seorang mahasiswa dari angkatanku hilang. Beda jurusan sih, tapi tetap saja kabarnya sampai. Lalu, hari ini, aku mendapat kabar lagi dia sebetulnya… kabur. JEGEEER!!! *backsound petir*

 

Boleh nggak aku ceritain alasannya?

 

Tapi, kata temanku yang sejurusan dengannya, nggak boleh diceritakan ke siapa pun.

 

Yaudah, aku kasih tau aja sedikit. Ini masalah kuliah.

 

Jurusan itu, memang tahun ini sedang banyak masalah yang semuanya nggak sepele. Semua masalah itu mengubah harapan mahasiswa di sana. Lalu, orang yang hilang itu, mendapat masalah baru. Tinggal selangkah menyandang gelar, dia dirundung masalah.

 

Aku sempat berpikir. Apakah dia tidak menyia-nyiakan kesempatan? Kesempatan kuliah.

 

Sabar sedikiiiiit lagi. Setelah itu, tinggal menghitung hari rektor akan memindahkan pita di topi.

 

Aku yakin, bukan cuma dia yang mengalami hal itu. Banyak kok. Bahkan, mungkin ada yang sampai nangis darah, tapi mereka tetap berusaha sampai akhir.

 

Oke, aku nggak tau kehidupan orang itu. Mungkin dia mendapat tekanan dari segala arah. Mungkin dia korban bullying. Mungkin dia broken home. Mungkin dia broken heart. Atau mungkin-mungkin yang lain. Lalu, satu-satunya hal yang dia yakini bisa menyelematkan hidupnya, justru runtuh begitu saja. Maka, dia pun hilang arah. Menjadi labil. Dan memikirkan jalan lain untuk membahagiakan orangtuanya, tanpa ijazah dari bangku kuliah.

 

Kuliah is nothing. Semua orang bisa sukses tanpa kuliah.

 

Terus, ngapain kuliah kalau gitu?

 

Iya, ngapain kuliah?

 

Aku juga nggak tau.

 

Tapi, tau nggak sih, buat bisa duduk di bangku kuliah itu susah banget? Perjuangannya darah dan keringat.

 

Aku nggak akan nyebut pengorbanan orang tua blablabla. Itu udah mainstream. Aku mau nyebut …

 

Ketika kamu loncat-loncat girang karena lulus tes masuk perguruan tinggi, ada ratusan anak lain yang nangis sampai pingsan gara-gara kalah saing sama kamu. Mereka memilih jurusan yang sama denganmu, tapi kamulah yang terpilih untuk masuk jurusan itu.

 

Ketika kamu masuk ke suatu jurusan dengan misi “ingin mengubah hidupmu”, ada anak yang gagal masuk jurusan yang sama denganmu, padahal dia memiliki misi “ingin mengubah hidup bangsa Indonesia.”

 

Ketika kamu berhenti kuliah di tengah jalan karena hal lain, ada anak yang hanya bisa termangu karena harus berhenti kuliah karena kekurangan biaya.

 

Ketika kamu niat bunuh diri karena nggak lulus-lulus di satu mata kuliah, nggak lulus sidang, banyak tekanan, di situ banyak anak yang pengin bunuh kamu karena kamu menyia-nyiakan jatah mereka!!!

 

Ketika kamu berhenti kuliah karena nikah … yaudahlah, udah jodoh. Udah pilihan hidup. Tapi, saran aja nih, boleh diikutin, boleh nggak nggak diikutin. Pastikan kamu mencetak generasi cerdas, cemerlang, gemilang. Bring new leader for this world. Terus, kalau nanti masih lanjut kuliah, lanjut aja (dengam niat sepenuh hati).

Kadang, yang udah menjalani perkuliahan di tempat A akan bilang, “Untung lo nggak masuk sini. Di sini tuh blablabla.” Dan yang diajak ngomong itu sebetulnya bercita-cita kuliah di tempat A. Tau nggak, yang diajak ngomong bisa baper, bahkan walaupun kalau dia udah berusaha legowo dengan tempat kuliahnya yang sekarang. Rasa ingin bertukar tempat kadang masih menghantui.

 

Atau ngeluhin soal kuliah ke teman yang nggak kuliah. Dia mungkin ketawa, tapi dalam hati udah ngasah pisau dan pengin ngegorok lehermu sambil bilang, “Lo nggak bersyukur!?”

 

Iya, iya, hidup emang harus legowo. Kalau nggak keterima atau nggak berkesempatan kuliah, harus tetap semangat. Mungkin ada jalan lain. Mungkin Allah pengin tau seberapa keras usaha kita. Tapi, selalu ada kemungkinan baper. Namanya juga manusia. Mending jangan bikin orang lain baper deh, image-mu bisa jelek.

 

Aku pribadi pernah ngalamin dua-duanya. Baper karena nggak keterima, tapi pernah juga menyia-nyiakan kesempatan. Malah, bapernya di satu tempat, menyia-nyiakan kesempatannya di banyak tempat.

 

Tapi, sampai sekarang aku masih merasa bersalah.

 

Waktu itu, aku nggak keterima di suatu tes, satu-satunya tes yang memungkinan aku bisa masuk jurusan Q. Mungkin kelihatannya aku kayak orang gece, begitu nggak lolos langsung cari info tes lain. Nyatanya, itu bukan gece. Itu kehilangan tujuan.

 

Tujuanku berubah. Dari jurusan Q, menjadi kuliah di PTN. Mungkin itu supaya aku kelihatan nggak nge-down. Sekaligus ingin menguji coba kemampuan. Aku ini pantas nggak sih masuk PTN?

 

Gembel banget nggak sih, niat ikut tes cuma buat uji coba kemampuan?

 

Daaann … aku diterima di semua tes. Yah, ada satu sih yang nggak nerima aku, satu-satunya yang aku ikuti justru bukan demi uji coba tapi demi cita-citaku yang lain selain menyandang gelar dari Q. Tapi PTN yang nerima aku semuanya, yang aku nyobanya cuma niat-nggak-niat. Cuma supaya ortuku lihat anaknya masuk PTN.

 

Tapi, itu beban, loh. Di satu sisi, aku masih merutuk orang-orang yang masuk Q tapi mungkin niatnya cuma demi dollar (rupiah udah terlalu biasa). Di sisi lain, aku juga mungkin dirutuk orang lain. Malah, kelakuanku ‘kan lebih parah, ya.

 

Makanya, aku juga takut menjadi lulusan biasa. Tapi, hal itu pun membuatku cuma bisa senyum kalau ada teman sejurusan yang ngeluh tentang kuliah.

 

Ya udah deh, nih, terakhir. Aku mau bilang lagi.

 

Buat yang udah dikasih kesempatan kuliah, PTN atau PTS, nikmatin aja. Banyak banget orang yang nggak bisa kuliah. Kalau kamu merasa masalahmu lebih pelik daripada yang ditulis di postingan ini, maaf banget kalau menyinggung perasaanmu. Tapi, kamu harus meyakinkan semua orang bahwa kamu bisa jauh lebih baik.

 

Semua orang punya kesempatan yang sama. Sayangnya, kadang kesempatan itu nggak memilih orang yang sangat menginginkannya. Justru kesempatan lain yang tidak diinginkan yang memilih orang itu. Yang pasti, ketika kesempatan memilih kita, itu memang jalan kita.

 

Hayo, ah. Yang masih kuliah, semangat! Yang sekolah juga harus semangat! Lihat kiri-kanan, banyak yang nggak bisa sekolah, apalagi kuliah.

 

You may also like...

9 Comments

  1. setuju mbak, kita harus banyak-banyak bersyukur karena kita masih diberi kesempatan untuk mengecap pendidikan, masih banyak diluar sana orang yang pengen sekolah namun terkendala banyak hal 🙂

  2. di setiap hal pasti ada tantangannya yg harus dihadapi

  3. semangat …ga pernah merugi orang yang menuntut ilmu 🙂

  4. Iya mba, setuju, iIntinya kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depan mata ya..

  5. Betul banget. Kudu menguatkan diri supaya bisa melaluinya.

  6. iya, kesempatan apa pun itu, selama nggak melanggar aturan. 😀

  7. Mak…entah kenapa fokus saya malah kepada kucing di foto..lucu…
    Tetap semangat ya mak….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *