Akhir-akhir ini, aku sedang suka membuat video. Masih ala-ala karena kualitas masih apa adanya, hasil editing masih jauh dari sempurna, dan aku belum ikutan tampil dalam video. Vlogger ngehits kan biasanya menampilkan wajah. Hehe. Sejauh ini, aku masih lebih fokus untuk belajar mengedit. Tapi, tidak menutup kemungkinan untuk mempelajari hal lainnya.

Karena itu, begitu tahu ada acara yang menghadirkan vlogger, aku langsung mau ikut tanpa berpikir panjang. Seperti acara Selasa, 28 Juni lalu, yang menghadirkan Reza Sadha, seorang vlogger yang subscribers-nya sudah ratusan ribu. Acara yang diberi judul Ngabuburit Bareng Blogger ini diadakan di Ocha & Bella, Jakarta. Acara ini di-support oleh BCA dan BBlog.

 

Acara dibuka dengan sambutan oleh Pak Iwan dari BCA. Menurut Pak Iwan, ada kesamaan antara BCA dan blogger. Kesamaan itu adalah sama-sama memanfaatkan teknologi. Blogger diharapkan dapat mengedukasi masyarakat mengenai sistem perbankan. Misalnya, cara menggunakan m-banking, cara berbelanja online dengan aman, dan sebagainya.

Pada kesempatan ini, Reza Sadha berbagi cerita bagaimana awalnya dia menjadi vlogger. Reza Sadha memulai karirnya sebagai vlogger secara tidak sengaja. Reza Sadha iseng meng-upload video perjalanannya. Dari video perjalanan, Reza pun mencoba vlog hal lainnya, seperti daily life.

Iseng-iseng itu tidak lantas membuat Reza Sadha meroket menjadi vlogger terkenal. Sebelum viewers-nya banyak, Reza Sadha sering meminta teman-temannya untuk share videonya di Facebook. Kalau banyak orang yang share sebuah video, orang lain pun akan penasaran. “Kenapa video itu banyak di-share?” Kemudian, orang lain akan membuka video itu sehingga meningkatkan jumlah viewers.

Bukan hanya cerita suka, cerita duka pun dibagi oleh Reza Sadha. Menjadi vlogger pun ada dukanya. Kadang, ada orang yang membuka videonya hanya untuk mengeklik dislike. Begitu sudah di-dislike, orang itu pun menutup video tersebut. Videonya tidak ditonton sampai habis. Reza Sadha mengetahui hal ini dari analytics YouTube-nya.

Penghalang terbesar untuk vlogging adalah malas mengedit video. Mengedit video itu susah, begitu kata Reza Sadha. Karena terhalang mood, Reza pernah tidak meng-upload video apa pun dalam waktu yang lama. Subscriber-nya sampai mengomel. Tapi, justru karena diomeli itulah Reza Sadha menjadi ‘insaf’. Sebisa mungkin selalu meng-upload video.

Akhir-akhir ini, aku sedang suka membuat video. Masih ala-ala karena kualitas masih apa adanya, hasil editing masih jauh dari sempurna, dan aku belum ikutan tampil dalam video. Vlogger
ngehits kan biasanya menampilkan wajah. Hehe. Sejauh ini, aku masih lebih fokus untuk belajar mengedit. Tapi, tidak menutup kemungkinan untuk mempelajari hal lainnya.
Karena itu, begitu tahu ada acara yang menghadirkan vlogger, aku langsung mau
ikut tanpa berpikir panjang. Seperti acara Selasa, 28 Juni lalu, yang menghadirkan Reza Sadha, seorang vlogger yang subscribers-nya sudah ratusan ribu. Acara yang diberi judul Ngabuburit Bareng Blogger ini diadakan di Ocha & Bella, Jakarta. Acara ini di-support oleh BCA dan BBlog.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Pak Iwan dari BCA. Menurut Pak Iwan, ada kesamaan antara BCA dan blogger. Kesamaan itu adalah sama-sama memanfaatkan teknologi. Blogger diharapkan dapat mengedukasi masyarakat mengenai sistem perbankan. Misalnya, cara menggunakan m-banking, cara berbelanja online dengan aman, dan sebagainya.

Tentang Vlogging

 

Pada kesempatan ini, Reza Sadha berbagi cerita bagaimana awalnya dia menjadi vlogger. Reza Sadha memulai karirnya sebagai vlogger secara tidak sengaja. Reza Sadha iseng meng-upload video perjalanannya. Dari video perjalanan, Reza pun mencoba vlog hal lainnya, seperti daily life.

Iseng-iseng itu tidak lantas membuat Reza Sadha meroket menjadi vlogger terkenal. Sebelum viewers-nya banyak, Reza Sadha sering meminta teman-temannya untuk share videonya di Facebook. Kalau banyak orang yang share sebuah video, orang lain pun akan penasaran. “Kenapa video itu banyak di-share?” Kemudian, orang lain akan membuka video itu sehingga meningkatkan jumlah viewers.

Bukan hanya cerita suka, cerita duka pun dibagi oleh Reza Sadha. Menjadi vlogger pun ada dukanya. Kadang, ada orang yang membuka videonya hanya untuk mengeklik dislike. Begitu sudah di-dislike, orang itu pun menutup video tersebut. Videonya tidak ditonton sampai habis. Reza Sadha mengetahui hal ini dari analytics YouTube-nya.

Penghalang terbesar untuk vlogging adalah malas mengedit video. Mengedit video itu susah, begitu kata Reza Sadha. Karena terhalang mood, Reza pernah tidak meng-upload video apa pun dalam waktu yang lama. Subscriber-nya sampai mengomel. Tapi, justru karena diomeli itulah Reza Sadha menjadi ‘insaf’. Sebisa mungkin selalu meng-upload video.

Vlogging menjadi hal cukup menjanjikan saat ini. Vlogger yang sudah sangat terkenal sudah bisa menghasilkan banyak “something“. Namun, menurut Reza Sadha, ada baiknya kita tidak meninggalkan aktivitas kita semula. Reza pun mempunyai aktivitas lain di samping vlogging.

Untuk menjadi vlogger, ada banyak macam yang bisa dicoba dan dipilih. Ada travel, daily life, food, dan lainnya. Bahkan, parenting pun ada, tapi masih sedikit yang membuatnya sehingga peluangnya masih besar.

Kalau kita tidak suka tampil di depan kamera, tetap bisa menjadi vlogger. Beberapa travel vlogger hanya menampilkan tempat wisata yang mereka kunjungi. Kalau food vlogger, ada yang menampilkan ekspresi temannya ketika mencicip, bukan dirinya.

Setiap video memerlukan konsep, bahkan video daily life. Kita mau sarapan dengan apa, mau melakukan apa, mau nge-gym di mana, semua perlu konsep. Hal ini akan memberi kenyamanan pada penonton.

Sekadar tips untuk menarik viewer adalah dengan memberi judul video dan thumbnail menarik. Walaupun begitu, share di Facebook tetap cara yang paling ampuh. Dulu, Reza Sadha sampai membajak handphone temannya untuk share, loh. Tapi, kalau tidak seberani, ya, kembali lagi dengan judul dan thumbail yang klik-able.

Itulah kurang lebihnya dari Reza Sadha.

Acara dilanjutkan dengan pengenalan Sakuku.

Tentang Sakuku

Apa itu Sakuku? Yang pasti, berbeda dengan sakumu.

Sakuku semacam dompet atau rekening online yang bisa diakses via smartphone. Sebagai sebuah dompet, Sakuku bisa digunakan untuk pembayaran multichannel.

 

Sakuku bisa di-download di Play Store atau App Store. Setelah terinstall, tinggal isi data diri. Nomor pengenal yang digunakan Sakuku adalah nomor ponsel kita. Kalau mau digunakan, kita bisa top up via ATM, m-banking BCA, atau klikBCA. Saldo maksimum Sakuku adalah Rp1.000.000. Kalau upgrade ke Sakuku Plus, bisa sampai Rp5.000.000.

Cara upgrade bagaimana? Kalau punya m-banking BCA dan nomor ponsel yang digunakan sama dengan nomor ponsel untuk Sakuku, kita akan langsung ditawari upgrade. Kalau tidak punya m-banking, kita tinggal memasukkan nomor kartu debit BCA. Kalau belum punya rekening BCA, bisa juga upgrade. Caranya, dengan langsung datang ke cabang terdekat.

Kalau sudah terisi saldo, kita bisa menggunakannya untuk membayar belanja, isi pulsa sendiri, atau isi pulsa teman. Kita juga bisa membuat permintaan diisikan pulsa ke teman, in case kita tidak bisa mengisi sendiri.Kalau sudah di-upgrade ke Sakuku Plus, bertambah lagi fitur yang bisa digunakan. Kita bisa melakukan transfer minimal Rp5.000. Kecil banget minimalnya, ya? Kita juga bisa membuat split bill. Misalnya, kita makan di restoran bersama teman-teman. Biasanya kan ribet ketika masalah bayar-membayar, terutama kalau menunya masing-masing. Dengan Sakuku Plus, kalau kita menalangi dulu, kita bisa mengirim tagihan via kontak kepada masing-masing orang di kemudian hari.

 

Dengan Sakuku Plus juga, kalau kita ketinggalan atau kehilangan kartu ATM, kita tetap bisa melakukan tarik tunai di ATM. Tarik tunai dengan nominal kelipatan Rp50.000. Minimal Rp50.000, maksimal Rp1.250.000.Kalau kehilangan kartu ATM juga, kita bisa memindahkan saldo di ATM ke rekening Sakuku. Tidak perlu khawatir tentang masa berlaku saldo karena saldo berlaku selamanya. Hal ini sama saja seperti rekening tabungan biasa, hanya saja kita menyimpannya di smartphone. Bedanya, Sakuku tidak dikenakan biaya admin.

Itulah sekilas tentang Sakuku.

Sekadar info, bagi pemudik, kalian bisa menceritakan pengalaman mudik dengan fasilitas BCA dan meng-upload di social media dengan hashtag #BCAMudikAsik. Misalnya, pengalaman menggunakan Flazz BCA di tol. Ada hadiah menarik yang menanti. (hiks, aku nggak mudik)

Setelah pemaparan dari BCA, tidak lama, waktu berbuka tiba. Seluruh peserta dipersilakan salat dan menikmati hidangan. Setelahnya, ada pengumuman live tweet, live Instagram, dan doorprize. Acara pun ditutup dengan foto bersama.

 

You may also like...

1 Comment

  1. sebagai pengguna BCA saya senang dengan kehadiran sakuku, memberi kemudahan dalam bertransaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *