Reportage

Ngobrol Bareng Menteri BUMN: dari Macet Hingga Peran Masyarakat

Naik kereta adalah salah satu hal yang menyenangkan buatku. Dari zaman kereta Jakarta-Bogor masih ada Kereta Pakuan sampai sekarang ketika semua sudah menjadi commuter line. Aku selalu suka naik kereta, kecuali kalau rush hours, ya. Kereta memungkinkan aku pergi ke tempat jauh dalam waktu cepat dan nggak perlu naik-turun angkot.

Nggak cuma naik bareng manusia, naik kereta bareng makhluk hidup selain manusia juga pernah. Waktu masih ada kereta ekonomi yang pintunya nggak bisa ditutup itu ‘kan kadang ada yang bawa ayam. Untung, nggak ada yang bawa sapi. 😌

Sebagai mahasiswa, aku sempat sedih kereta ekonomi biasa dihapuskan. Cuma ada ekonomi AC. Biasanya Rp2.000 cukup untuk sampai ke Cawang. Kalau naik ekonomi AC butuh Rp7.000. Maklum, ya, mahasiswa hitungan banget.

Tapi, lama-lama, ekonomi AC berubah jadi commuter line. Fasilitasnya sama, harganya lebih murah. Cawang-Bogor Rp4.000 saja. Lumayan lah.

Dan kalau beberapa tahun lalu kereta masih agak jarang, sekarang hampir 5 menit sekali. Ini kerasa banget sama aku yang tinggal pinggir rel dan harus lewat kawasan pintu perlintasan kereta. Macet. 😂

Baru juga ada 1 kereta, nggak lama palang pintu harus ditutup lagi karena ada kereta lain. Itu efek sampingnya, sih. Enaknya, waktu tempuh untuk menginjakkan kaki ke Bogor jadi lebih cepat. 😌

Apa pun side effect-nya, kemajuan salah satu BUMN ini tentu bermanfaat bagi banyak orang.

Perkeretaapian mungkin agak maju, tapi BUMN sektor lain gimana?

Jalan tol kok kayak macet? Terus, ada desas-desus proyek dijual atau apalah yang aku nggak paham. Aku pahamnya masih sebatas enak dan nggak enak ketika menjadi konsumen.

Nah, menanggapi berbagai isu, tanggal 5 Oktober lalu, Jadi Mandiri mengadakan Ngobrol Bareng Menteri BUMN, Rini Soemarno.

Acaranya di Plaza Mandiri, Jakarta. Konsepnya santai. Sebelum mulai, kami dipersilakan makan dulu. Makannya nggak pakai prasmanan atau katering, tapi gerobak atau pedagang diboyong ke Taman Tengah, Plaza Mandiri.

Menteri bumn

Setelahnya, barulah Bu Rini Soemarno memberikan pemaparan terkait BUMN. Lebih tepatnya, Bu Rini menjawab berbagai pertanyaan dari media.

Pembangunan Jalan Tol

Sejak awal pemerintahan Presiden Jokowi, Pak Presiden sudah langsung bergerak untuk menaikkan ekononi rakyat. Salah satu aspek yang memengaruhi ekonomi adalah infrastruktur. Karena itu, pembangunan infrasturktur pun semakin dikerahkan. Salah satunya adalah pembangunan jalan-jalan tol.

Sebetulnya, izin untuk jalan tol Trans Jawa sudah dikeluarkan sejak tahun 1996. Sayangnya, kinerja swasta yang memegang izin itu tidak pernah berlanjut. Salah satu yang dilakukan era pemerintahan yang sekarang adalah membeli kembali izin-izin swasta. Jalan tol Merak-Probolinggo ditargetkan sudah rampung tahun depan.

Jadi, kalau sekarang jalan tol macet karena banyak pembangunan, semoga saja beberapa tahun lagi sudah lancar karena cakupannya makin luas.

Rini soemarno menteri bumn

Pemerataan Listrik

Selain di Jawa, pembangunan jalan-jalan tol di pulau-pulau lain pun diharapkan segera terealisasi. Termasuk di antaranya jalan tol Manado-Bitung.

Selain jalan tol, listrik pun diusahakan merata. Target PLN saat ini adalah tahun 2019 semua sudah dapat listrik merata. Beberapa PLTU sudah dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satunya, yang baru saja diresmikan adalah PLTU di Serang, Banten dengan kapasitas 660 Mega Watt.

Semoga bukan sekadar kuantitas, ya, melainkan juga kualitas supaya nggak sering mati listrik. Dan, menurut Dirut PLN yang turut hadir, kapasitas perlu disesuaikan dengan kemampuan. Tidak ambisius berlebihan, tapi bekerja semaksimal mungkin. 35000 Mega Watt listrik ditargetkan siap didistribusikan.

Penyebarluasan Fiber Optic

PT Telkom pun nggak ketinggalan. Internet sudah jadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat. Aspek-aspek usaha pun sekarang banyak yang bergantung pada internet. Karenanya, fiber optic pun sedang diusahakan mencakup semua daerah. Tidak terkecuali Papua.

Dengan tersedianya internet lancar diseluruh daerah, perekonomian pun akan semakin lancar. Perusahaan-perusahaan akan semakin mudah berkomunikasi. Begitu pun bisnis-bisnis kecil berbasis online tidak akan terganggu karena ketersediaan internet semakin memadai.

Rini-soemarno

Bantuan untuk UKM

Meningkatkan ekonomi rakyat tentu harus mendorong kemajuan rakyat kecil juga. Sekarang, semakin banyak orang berwirausaha. Sayangnya, kadang usaha tersebut tersendat karena modal. Tidak semua usaha mikro bisa mendapat modal dari bank.

Melalui BUMN, pemerintah pun turut membantu membangun usaha-usaha mikro, salah satunya melalui Mandiri. Setidaknya, 1.3 juta UKM sudah mendapat bantuan. Setelahnya, mungkin juga akan ada bantuan bagi usaha-usaha lain. Semakin banyak UKM sukses, semakin banyak lapangan kerja, ‘kan?

BUMN Go Public

Untuk semakin mengembang BUMN dan anak-anaknya, BUMN sudah mulai go public. Bagi yang suka bermain saham, bisa dicoba bermain di BUMN dan anak-anaknya. Hal ini juga bentuk dukungan untuk kemajuan BUMN, ‘kan?

Itulah sekiranya yang dibahas hari Kamis lalu. Selamat 3 tahun pemerintahan yang sekarang sudah banyak perubahan. Semoga saja kinerja sampai 2 tahun ke depan tidak akan merosot. Sebagai masyarkat, tentu ingin hasil yang terbaik, ‘kan?

Leave a Reply

Required fields are marked*