Onggy

Kamu kenal Onggy Hianata? Honestly, namanya masih sangat asing bagiku. Aku memang belum mengenal cukup banyak orang, tapi biasanya, Google selalu tahu. Well, namanya memang ada di Google. Ada pula di beberapa cuplikan YouTube acara televisi. Tapi, memang belum banyak.

Tahulah, ya, algoritma Google. Mesin pencari ini pintar sekali menebak lokasi kita. Jadi, sering kali, artikel yang pertama muncul memang berasal dari wilayah tertentu.

Walaupun namanya masih terdengar asing bagi kita, ternyata Pak Onggy Hianata sudah mendunia. Aku berkesempatan hadir dan bertemu beliau minggu lalu, tepatnya tanggal 14 Maret.

Onggy Hianata adalah seorang motivator sekaligus inspirator yang lahir di salah satu kota kecil di Pulau Kalimatan, Tarakan. Bukan Kota Tarakan sih lebih tepatnya. Dari Tarakan, masih perlu perjalanan lagi ke desanya.

Dari Anak Desa

Kehidupan di desa tentunya sangat sederhana. Onggy Hianata adalah seorang anak dari single mom. Ibunya memutuskan pindah ke desa karena biaya hidup di desa cenderung lebih murah daripada di kota.

Saat kuliah, Onggy Hianata merantau ke Surabaya. Sambil kuliah, beliau pun berdagang. Beliau menjualbelikan apa saja, bahkan berjualan jagung bakar di pinggir jalan. Hal ini beliau lakukan agar tidak membebani ibunya.

Sejak dulu, Onggy Hianata adalah orang yang suka belajar. Di sela-sela kuliah, beliau suka sesekali mengikuti berbagai seminar pengembangan diri. Tidak lupa, beliau pun membaca buku-buku yang bisa membantunya menaikkan diri.

Jatuh-bangun dalam berbisnis membawa beliau sampai titik saat ini. Sebagai bentuk syukurnya, beliau mengadakan suatu program yang dinamakan “Value Your Life – A Life Changing Bootcamp“.

Onggy Hianata bukanlah seseorang yang suka disebut sebagai motivator. Bagi beliau, motivasi yang didapatkan dari orang lain hanya bisa bertahan 1-2 minggu. Motivasi dari diri sendirilah yang terpenting.

Onggy Hianata

Karena itu, Bootcamp bukanlah suatu program motivasi. Bootcamp, yang dihadirkan oleh EDUNET GLOBAL, adalah program atau metode untuk pembukaan diri, untuk penerimaan diri.

Pada dasarnya, setiap manusia mempunya sisi gelap tersendiri. Baik itu sesuatu yang disadari, atau terkubur dengan gemerlapnya kehidupan. Program Bootcamp akan membuka diri seseorang untuk melihat jauh ke dalan diri.

Onggy Hianata menyadari bahwa tolak ukur kesuksesan bukan hanya kebebasan finansial dan waktu, melainkan juga nilai kehidupan. Hal ini berkaitan dengan pola pikir untuk membangun motivasi dan karakter pribadi.

Selamatkan Kehidupan

Bootcamp telah banyak membantu para pesertanya. Bukan hanya untuk urusan finansial. Bootcamp juga, menurut penuturan MC, bisa membuat seorang perokok berhenti merokok dan membuat seorang pecandu narkoba berhenti menggunakan obat terlarang itu.

Hmm … jadi membuat penasaran.

Acara minggu lalu itu juga menghadirkan para alumni Bootcamp. Mereka berbagi kesan-kesan sebelum dan setelah mengikuti Bootcamp.

Pasangan Dra. Ari Hellya Kurniati, Apt dan Ir. Sudarmono Djoko Nugroho

Dra. Ari semula menolak ajakan temannya mengikuti Bootcamp. Beliau merasa tidak membutuhkan pelatihan mental. Beliau merasa hidupnya sudah cukup baik. Tapi, akhirnya, beliau mengikuti Bootcamp.

Sejak hari pertama, beliau sudah merasa ada yang berbeda dengan Bootcamp. Beliau baru menyadari kesombongannya. Beliau baru menyadari caranya mendidik anak salah dan perlakuannya terhadap sang suami, Ir. Sudarmono, juga salah.

Ir. Sudarmono Djoko Nugroho

Melihat perubahan sang istri, Ir. Sudarmono pun turut mengikuti Bootcamp. Karir beliau tidak semelejit sang istri. Beliau merasa tertindas oleh sang istri. Satu titik, karirnya ikut sukses. Namun, hal ini justru menjauhkan mereka karena kesibukan masing-masing. Keduanya pun hampir bercerai.

Melihat perubahan sang istri, beliau pun ikut Bootcamp selanjutnya. Beliau pun melihat hal-hal baru di Bootcamp dan akhirnya, keluarga mereka pun membaik.

Pasangan Dr. Erry Gautama dan Dr. dr. Anggraini Dwi S. Sp.Rad.(K)

Kurang lebih, cerita pasangan ini sama dengan pasangan sebelumnya. Namun, keluarga mereka pada dasarnya lebih harmonis. Di Bootcamp, mereka belajar mendengarkan. Anak-anak mereka pun diikutsertakan Bootcamp.

Hubungan keluarga mereka jauh lebih dekat karena lebih mau mendengarkan. Dalam hal karir pun, Bootcamp bermanfaat karena seorang dokter lebih mudah mendengarkan. Berkarir pun jauh lebih tenang.

Dr. dr. Anggraini Dwi S., Sp.Rad.(K)

Yulianto SE

Beliau berasal dari keluarga yang broken home. Ayahnya meninggalkan ibunya. Hal ini membuatnya membenci semua laki-laki. Beliau pun tidak mempunyai tokoh panutan.

Ketika mengikuti Bootcamp, segala beban lepas. Bahkan, beliau bisa memaafkan ayahnya.

Harga bootcamp onggy

Setelah Bootcamp, beliau mencoba berbisnis dengan semangat penuh. Sayangnya, hasilnya justru membuatnya bangkrut ratusan juta. Kebangkrutan ini membuatnya depresi hingga ingin bunuh diri. Ketika hendak bunuh diri, beliau teringat sang ibu. Lalu, beliau teringat nilai-nilai Bootcamp yang sebenarnya dan beliau pun berhasil bangkit kembali.

Sukses Mendunia

Keberhasilan Bootcamp membantu banyak orang, ternyata bukan hanya di Indonesia. Sejak pertama kali diadakan tahun 2003, Bootcamp telah dihadiri oleh peserta dari 75 negara. Jepang, Korea Selatan, bahkan dari negara-negars kecil di Afrika.

Sebagai seorang inspirator, Onggy Hianata pernah menjadi salah satu pembicara di program John C. Maxwell di Amerika. Beliau menjadi satu-satunya pembicara dari Asia saat itu. Selain itu, beliau juga sering menjadi pembicara di berbagai forum di Asia dan Afrika. Wow, memang jangan pernah underestimate nama yang belum pernah kamu dengar, ya. Aku pikir, sudah banyak tokoh Indonesia yang sukses dan cocok menjadi motivator maupun inspirator dan nama mereka banyak berseliweran di mana pun. Ternyata, nama yang jarang terdengar pun bisa mendunia. Bahkan, mungkin, beliau terlalu sibuk melalang buana berbagi inspirasi sehingga menomor sekiankan keterkenalan.

Siap Naik Layar Lebar

Nah, aku yakin, sebentar lagi, pasti akan semakin banyak yang mengenal nama Onggy Hianata. Kisah hidup beliau memberikan inspirasi kepada sineas Indonesia, Fajar Nugros, untuk mengangkatnya ke layar lebar. Fajar Nugros mendapat cerita soal Onggy Hianata secara tidak sengaja. Saat itu, beliau sedang berlibur ke Kalimantan Timur. Di sana, beliau mendapatkan cerita tentang seorang Onggy Hianata dari penduduk sekitar. Berarti, bukan Pak Onggy yang minta dibuatkan film, ya.

Film terbang menembus langit

Film ini akan menceritakan kisah perjalanan hidup seorang Onggy Hianata. Turun andil dalam film ini adalah artis-artis papan atas, seperti Dion Wiyoko, Laura Basuki, Baim Wong, Chew Kim Wah, Delon Thamrin, Aline Adita, Melissa Karim, Dinda Hauw, dan Marcell Darwin.

Film berjudul “Terbang: Menembus Langit” ini rencananya akan tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 19 April 2018. Saat ini, masih berlangsung roadshow di beberapa kota. Film ini bisa menjadi salah satu pilihan hiburan untuk bulan depan.

Ayo, ya, nonton film Indonesia. Supaya semakin banyak film Indonesia berkualitas. Kalau film inspiratif semakin banyak ditonton, para pembuat film semakin semangat untuk membuat film semacam ini juga, kan?

Oh, ya, kalau kamu tertarik dengan Bootcamp, bisa langsung mengunjungi web www.bootcampdahsyat.com. Berapa harga Bootcamp Onggy Hianata ini? Biaya yang perlu dikeluarkan untuk harga Bootcamp sekitar Rp5.000.000, sudah termasuk semua kit, makan, dan penginapan untuk sesi 3 hari.  Kalau mendengar penuturan para alumni Bootcamp, harga segitu tidak ada apa-apanya dibandingkan nilai yang didapat.

Kalau mau cek media sosialnya bisa ke:

Facebook: BC Value Your Life

Twitter: @BCValueYourLife

Instagram: @bc_valueyourlife

YouTube: @bootcampmedia

Email: sharingbootcamp@gmail.com

Ayo, buat hidup kita lebih berharga!  🙂

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *