SARS-CoV-2 atau COVID-19. Makhluk kecil yang membuat dunia berubah drastis. Pengaruh Covid-19 terhadap kehidupan sehari-hari sangat terasa.

Mungkin dampak negatif COVID-19 sangat banyak. Di sisi lain, ada juga dampak positifnya. Di bawah ini beberapa hal positif versiku. Aku sebutkan hal-hal simple saja, ya, supaya bacanya bisa dengan tenang.

Pengaruh Covid-19 bagi kehidupan sehari-hari

Ada hal-hal yang dulu mungkin kita merasa nggak bisa. Namun, begitu ada COVID-19, ternyata hal-hal tersebut bisa-bisa saja dilakukan. Ini beberapa hal yang aku lihat/alami:

Hidup Sederhana

Adanya pandemi membuat kita harus makin berhemat. Kebetuhan bertambah. Pemasukan …

Aku sempat melihat beberapa orang yang berstatus karyawan nasibnya bikin deg-degan. Khawatir tiba-tiba diputus masa kerjanya.

Di sisi lain, pengusaha pun harus memutar otak. Bagaimana caranya agar bisa menggaji karyawan ketika toko tutup?

Maka, hidup pun perlu menjadi lebih sederhana. Jajan-jajan fancy ditahan dulu. Makan sehari-hari pun yang biasa saja.

Aku pernah bilang bahwa aku mulai menjalani hidup minimalis. Tapi, kadang-kadang aku masih ingin jajan, sih. Nah, masa-masa seperti ini adalah waktunya untuk menahan jajan-jajan itu.

Dulu, mungkin terpikirkan “nggak bisa hidup tanpa jajan”. Tapi, sekarang toh bisa-bisa saja.

Dan, ini adalah saatnya untuk belajar lebih sederhana. Hidup apa adanya.

Apakah setelah ini kita bisa terus sederhana ataukah kembali seperti dulu?

Menghindari Bersentuhan dengan Lawan Jenis

Buat yang Muslim, mungkin kita pernah merasa nggak enak menolak jabat tangan dengan nonmahram. Apalagi kalau orang itu penting, seperti rektor atau semacamnya.

Atau, mungkin pernah merasa awkward menolak bersalaman dengan teman SD yang lawan jenis?

Tapi, ternyata bisa, ‘kan? Sekarang, malah akan jadi orang aneh kalau minta bersalaman.

Sayangnya, sih, sekarang bersalaman dengan sesama gender pun nggak bisa.

Walau begitu, intinya, kita bisa sebetulnya menghindari bersentuhan dengan lawan jenis kalau ada alasan, ‘kan? Padahal, dari dulu juga ada loh alasannya: dilarang Allah.

Kita—yang berarti, termasuk aku—sering kali banyak alasan untuk menolak mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Alasan-alasan duniawi. Padahal, ternyata bisa banget menjadi Muslim yang patuh.

Jangan sampai, deh, menunggu ditunjukkan cara-cara yang bikin sedih seperti COVID-19 untuk bisa 100% taat.

Jualan!

Banyak orang mendadak berwirausaha rumahan. Bagaimanapun, dapur harus mengepul dengan aroma masakan, ‘kan? Bagi yang punya karyawan, harus tetap menggaji.

Berjualan kecil-kecilan pun menjadi pilihan.

Mungkin ada yang dulu merasa “nggak bakat” berjualan, tapi akhirnya bisa. Supaya tetap bisa beli sembako.

Mungkin ada yang dulu malu-malu menawarkan di grup WhatsApp, sekarang jualan di WhatsApp menjadi hal biasa.

Semangat kalian luar biasa.

Semoga laris manis. Yang penting, pastikan yang dijual halal, yaa.

Mengasah Skill dari Rumah

Banyak koki rumahan bermunculan. Ternyata, kita pun bisa bikin makanan enak. Dalgona, pudding Oreo, apa lagi?

Selain memasak, ada banyak kemampuan lain yang ternyata bisa diasah dari rumah, ‘kan?

Internet menjadi media penghubung kita dengan para ahli.

Beberapa hari lalu, aku mengikuti kelas improvement beberapa kemampuan. Mantengin video untuk belajar selama lebih dari 2 jam ternyata bisaaa banget.

Kalau kamu, sudah ikutan belajar apa saja?

Bisa Hidup Tanpa Bergantung pada Hand Sanitizer

Ini aku pribadi banget, sih. Aku tuh boros hand sanitizer banget. 2 mingguan saja bisa sudah habis.

Kebetulan, begitu pandemi muncul, aku belum sedia hand sanitizer baru. Mencari di toko-toko online pun sudah kosong.

Namun, berkat itu, aku jadi nggak bergantung pada hand sanitizer lagi. FYI: dulu aku pakai hand sanitizer bukan cuma buat diri, tapi untuk benda juga.

Sekarang, aku merasa kalau nanti keadaan sudah normal, aku tetap bisa lebih hemat hand sanitizer. Nggak asal tuang banyak-banyak.

So, seperti kataku tadi. Tulisan ini simple saja. Apa pengaruh Covid-19 bagi kehidupan sehari-hari versimu?

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *