Reportage

Perempuan Perlu Tahu Bahaya Listrik dan Cara Pencegahannya

 

bahaya-listrik-dan-pencegahannya

 

Belajar soal listrik? Mungkin itu merupakan hal yang dihindari sebagian perempuan. Malah mungkin ada juga yang sama sekali tidak tertarik. Semua diserahkan kepada kaum lelaki saja. Yang penting, begitu mau pakai, listrik tersedia di rumah.

Ladies, perempuan juga wajib tahu soal listrik, loh. At least, kita tahu bahaya, penyebab, dan cara pencegahannya. Kenapa, sih, kita harus tahu? Nih, sekilas beberapa alasannya:

  1. Setiap hari kita berhubungan dengan alat-alat listrik. Mulai dari awal melek sampai kembali tidur.
  2. Supaya tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan, seperti kesetrum akibat tidak sengaja bersentuhan dengan kabel yang dialiri listrik. Terkena arus 1 A saja bisa menyebabkan jantung berhenti. Duh, jangan sampai.
  3. Supaya bisa melindungi anak-anak dari bahaya listrik. Kalau punya colokan yang letaknya mudah dijangkau toddler ‘kan bahaya atau tanpa sengaja ada listrik yang menimbulkan percikan api.
  4. Supaya tidak dibohongi tukang listrik. Yah, tukang listrik, teknisi, atau siapa pun. Bisa saja kan, beliau bilang sudah memasang alat pengaman listrik tertentu di rumah, tapi ternyata malah berbohong.

Yah, pokoknya, aku yakin kalian juga sudah tahu bahwa listrik itu berbahaya, terutama yang menyangkut anak-anak.

bahaya-listrik

Nah, tanggal  1 Oktober 2016, Kumpulan Emak Blogger (KEB) mengajak members-nya untuk tahu cara melindungi rumah dari bahaya listrik. Bertempat di Hong Kong Cafe, Jakarta, hadir perwakilan Schneider Electric sebuah perusahaan yang produknya antara lain alat-alat keamaan listrik. Perusahaan ini berasal dari Prancis.

Acara ini dimoderatori Mak Mira Sahid. Sebagai narasumber adalah Pak Frankco Nasarino alias Pak Rino. Pak Rino ini adalah Product Marketing Partner Retail Business Schneider Electric Indonesia.

Bahaya di Sekitar Kita

Sebetulnya, ada hal-hal kecil yang kadang tidak disadari, tetapi berbahaya. Misalnya, ketika membangun rumah, memasang stop kontak di dekat lantai demi kepentingan estetika padahal sebetulnya bahaya bagi anak-anak. Atau, memasang colokan bertumpuk-tumpuk atau membiarkan kabel yang sudah mengelupas. Hal itu mudah menyebabkan konslet atau hubungan arus pendek.

Solusinya? Yaa, jangan memasang colokan bertumpuk begitu dan mengganti kabel yang rusak. Tapi, sebagai manusia, kadang-kadang kita teledor atau ada hal yang memang terlanjur, seperti stop kontak yang terlanjur di bawah. Masa mesti bongkar tembok. Hehe.

Karena itu, pada dasarnya, ada alat yang memang dibuat untuk melindungi rumah dari hubungan arus pendek, namanya MCB.

MCB (Miniature Circuit Breaker)

Kata Pak Rino, setiap rumah harus dilengkapi dengan MCB. Alat ini berfungsi melindungi jaringan listrik rumah dari arus berlebih dan hubungan arus pendek. MCB ini yang biasanya turun kalau ada konslet. Biasanya, sih, MCB memang sudah ada di setiap rumah dalam MCB Box.

mcb

mcb-box

Kalau MCB tidak turun ketika terjadi konslet atau pemakaian berlebih, tandanya MCB tersebut berkualitas jelek. Perlu segera diganti, tuh. Tapi, perlu diingat bahwa peralatan listrik hanya boleh diganti oleh tenaga bersertifikat. Jadi, bukan berarti karena tahu MCB di rumah berkualitas jelek, Emak langsung menyuruh Bapak menggantinya. Kalau Emak menyuruh Bapak memanggil tukang listrik berseritifikat, bolehlah.

Sayangnya, ternyata MCB saja tidak cukup melindungi. MCB belum melindungi keluarga dari sengatan listrik kabel terkelupas, atau ketika terkena percikan air. Nah, karena itu, ada alat yang diberi nama ELCB

ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker)

elcb

Alat ini berfungsi melindungi aset dari kebakaran. Selain itu, alat ini juga melindungi keluarga dari bahaya akibata sengatan listrik ketika terkena percikan air, bersentuhan langsung dengan stop kontak, atau kabel terkelupas.

FYI nih, stop kontak ‘kan biasanya mempunyai dua lubang. Listrik hanya mengalir dari salah satu lubang, sedangka lubang lainnya berfungsi mengalirkan balik. Jadi, ketika kita mencolokkan alat listrik, misalnya charger, listrik mengalir dari satu lubang ke charger dan handphone, lalu kembali ke lubang lainnya. Manusia ‘kan tidak punya kemampuan seperti itu. Jadi, kalau tidak sengaja menyentuh lubang asal listrik mengalir, bisa tersetrum.

Makanya, ELCB ini yang melindungi dari bahaya tersebut. ELCB disarankan dipasang untuk bagian rumah yang lembab atau yang mudah dijangkau anak. Ukuran ELCB memang lebih besar daripada MCB. ELCB juga dipasang di MCB Box berdampingan dengan MCB. Yaaah, kalau MCB Box di rumah sudah penuh tapi mau memasang ELCB, mau tidak mau harus ada MCB yang dikorbankan.

Supaya lebih ringkas, MCB dan ELCB dikombinasikan menjadi RCBO.

RCBO (Residual-current Circuit Breaker with Over Current Protection

RCBO merupakan MCB dan ELCB yang digabung menjadi satu produk, tetapi ukurannya slim. Hanya sebesar MCB. RCBO berfungsi sebagai proteksi terhadap arus bocor atau arus kejut dan konslet atau hubungan singkat. Makanya, girls, jangan mau dengan hubungan singkat, yang serius-serius selamanya saja deh. (loh?)

Pemasangan RCBO juga disarankan untuk bagian rumah yang lembab atau mudah dijangkau anak-anak, misalnya untuk kamar mandi kalau mempunyai water heater.

rcbc-mcb

Berdasarkan badan standardisasi, peralatan listrik harus diganti setiap 10 tahun sekali. Kita tidak tahu peralatan listrik di rumah sebetulnya rusak atau tidak.

Masih kata Pak Rino, kabel-kabel sebetulnya dilapisi minyak supaya tidak dimakan rayap. Sayangnya, minyak tidak bisa melindungi dari hewan pengerat. Kabel yang ternyata terkelupas itu yang menjadi cikal bakal konslet dan kebakaran. Hal ini juga mungkin terjadi pada kabel MCB, ELCB, atau RCBO.

Mengganti alat-alat tersebut setiap 10 tahun sekali tidak berat, kok. RCBO dengan fungsinya yang paling melindungi saja harganya hanya sekitar Rp200.000. Mengeluarkan uang segitu setiap 10 tahun sekali tidak berat, kan? Lebih berat kalau terjadi hal-hal tidak diinginkan. Huhu. Amit-amit.

Demi keamanan, selain harus diganti setiap 10 tahun sekali, peralatan listrik yang dipilih juga sebaiknya sudah mempunyai SNI. Bukan helm saja, dong, yang perlu SNI. Alat listrik juga perlu karena dengan begitu sudah terjamin kualitasnya, seperti produk-produk Schneider yang sudah mendapat SNI.

Waspadai juga produk palsu. Cara membedakannya tidak begitu sulit. Menurut Pak Rino, MCB palsu biasanya mempunyai barcode yang tebal, sedangkan MCB asli barcode-nya biasanya tidak begitu tebal. MCB palsu perlu diwaspadai karena terkadang komponen di dalamnya tidak lengkap.

Mungkin penjelasan tentang MCB, ELCB, dan RCBO, mungkin agak membuat bingung. Aku juga awalnya masih loading dan bingung bagaimana menuliskan semua itu. Tapi, ada video untuk memudahkan mengerti ketiga alat tersebut. Ini, nih, videonya: (dari http://bit.ly/tutorialRCBO):

https://www.youtube.com/watch?v=q5gAMh6I-ZE

Sudah lebih “terang”, Ladies?

Nah, kalau sudah lebih paham dan mau mencoba RCBO, pemasangan RCBO ini gratis, loh, untuk wilayah Jabodetabek. Tinggal beli RCBO-nya, nanti bisa dipasangi oleh mas teknisi dari Schneider.

Setelah mendapat penjelasan dari Pak Rino, para Emak Blogger ditantang merangkai MCB Box. Semua peserta diberi games memasang kabel MCB Box dengan benar secara berkelompok. Memang ada panduannya, tapi ternyata rempong juga. Hehe.

games

games-win

Emak-emak yang menang mungkin mempunyai bakat terpendam. ^^v Tapi, jangan coba-coba merangkai MCB Box sendiri di rumah, ya, Mak. Harus dilakukan oleh tenaga bersertifikat. 🙂

Nah, dengan acara ini, para Emak jadi lebih melek soal listrik. Semoga bisa lebih mencegah dan melindungi rumah dari bahaya listrik.

Kalau mau tahu lebih banyak tentang Schneider, bisa langsung saja kontak:

Schneider Electric

Hotline: 1500055

Fax: (62)(21) 750 441 516

Email: customerservice.id@schneider.com

Thank you, KEB & Schneider! ^^

sou

ig

You may also like...

24 Comments

  1. Jadi emak jaman sekarang kita kudu paham ttg area urusan bapak2 ya mak, terutama listrik krn tiap hari tanpa sadar selalu kita pakai dan butuhkan

  2. Perlu banget nih belajar seperti ini agar dapat melindungi keluarga dari bahaya listrik

  3. Hai Fifaah, blogmu makin keren, kayanya belum lama aku nggak main ke blogmu. jadi, para emak sekarang tahu deh tentang listrik

  4. ya ampun.. mak2 juga harus paham ternyata..

    aku pernah kesetrum beberapa kali…. , kaget dan jantung kenceng banget debarannya…

  5. makasi sharingnya afifah.. Ternyata harga RCBO ga semahal yang aku kira

  6. Acara keren. Aku jd makin melek listrik nih 😀

  7. Yeay yeay! Alhamdulillah yah sist dapet ilmu baru tentang kelistrikan meskipun kita belum emak emak 😀

    Tapi ganti kebiasaan susah bener yah sist? Apalagi pake T dan kabel gulung

  8. Hahahaha yang menang itu bukan bakat terpendam mak
    hanya modal nekat dan tebak2an kok
    btw acaranya memang seru ya, ilmunya dapat hebohnya dapat

  9. Foto-foto nya bagus banget mbak, pake camera apa ya ?
    Sekarang jadi tahu bahaya listrik ya.

  10. Hai neng 🙂 jadi perempuan jg kudu ngerti dikit2 yaa berarti biar aman rumahnya dari bahaya listrikkk

  11. Acara yang padat ilmu sekali ya. Sebagai perempuan, kita jadi banyak tahu istilah-istilah yang biasanya cuma laki-laki aja yang paham. Kalau udah paham, setidaknya kita bisa lebih aware kalau ada hal yang ngga beres soal listrik di rumah 🙂

  12. Alhamdulillah ya jadi banyak tahu tentang listrik dari acara ini. Sebelumnya cuek aja.

  13. Acara yang penuh ilmu ya mak jd tau soal listrik…

  14. nah yaa.. Tugas emak ternyata banyak bgt ya, sampe urusan listrik pun kudu ngerti hihi.. Nice sharring..

  15. Harga 200 ribu untuk perlindungan rumah dari listrik yg bagus itungannya terjangkau banget ya, Fah. Ekonomis. Mauuu beliii.

  16. Setelah ikut acara ini aku jadi tau kalo nyolok listrik bertumpuk itu gak aman

  17. acaranya bagus banget ya mak, nambah ilmu, nambah vocer hehehe

  18. Diinget ya ilmunya sampai nanti “berumah” sendiri sama keluarga kecil tercintah hehe 👏👏👏

  19. makin smart deh nambah ilmu kelistrikan :p

  20. Pokoknya seru ya mak acaranya plus full edukasi buat emak2 yg sehari-harinya di rumah.

  21. Wah.. dapet ilmu fisika ttg listrk nihh yaa mbak. Hheuheee…
    Materi yg diulas juga sangat bagus. Apalagi buat pengetahuan emak2. To be juga. Hhee…

  22. Rumah yg ada anak2nya ya terutama harus lebih waspada stop kontak area bawah.

  23. Boleh juga nih dicoba. Biar aman

  24. Selama ini yang mengurus masalah perlistrikan memang masih misua yang paling faham…
    Mak-mak harus juga yah ternyata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *