Mia berlari ke bawah naungan pertokoan. Seluruh pakaiannya sudah basah kuyup. Hari yang benar-benar menyebalkan. Ia sudah nyaris terlambat datang ke pertandingan karatenya. Tak sampai lima menit masuk arena, ia sudah ditaklukan lawan. Dan kini, ketika ia pulang, hujan deras turun menerjangnya.
Di saat seperti ini kau yang biasa datang menghiburku.
Mia tidak dapat menahan dirinya untuk tidak berharap. Tyo selalu datang menjemputnya ketika hujan turun. Tanpa diminta, laki-laki itu dapat menemukannya di mana pun. Tyo tahu Mia tidak suka membawa paying. Dan, senyuman Tyo mampu menenangkannya setiap kali ia kalah bertanding.
Namun, sejak tiga bulan lalu Tyo tidak pernah terlihat lagi.
Tyo, yang tinggal di sebelah rumahnya, pindah bersama keluargnya, entah ke mana. Tanpa pamit. Tyo tidak pernah menghubunginya.
Laki-laki itu menyebalkan!
“Masih aja ga bawa payung.”
Mia tersentak. Tanpa menoleh, ia mengenali suara itu. Tyo.
“Tyo!”
Tyo berdiri di sudah berdiri di sampingnya. Entah dari mana. Laki-laki itu tersenyum seperti biasa.
“Ke mana aja kamu?”
“Maaf ga ngasih kabar. Keluargaku pindah mendadak karena ayah harus segera pindah tugas. Kami belum sempat ngasih kabar. Masih ribet soal pindahan barang-barang, sekolah, dan semuanya.”
Mia hanya mendesah. Ia ingin mencenari Tyo dengan kerinduannya selama ini, tetapi tidak bisa.
Tyo mengulurkan payungnya. “Nih. Kamu pake aja. Aku bawa satu lagi.”
“Serius?”
“Iya. Tiap pergi, aku bawa payung dua. Takut pas hujan ketemu kamu di jalan. Hehe.”
Mia ragu, tetapi meraihnya.
“Udah, ya. Aku ada urusan.”
Tyo punberlari pergi. 
Pertemuan itu singkat, tetapi cukup membuat Mia bahagia.
Mia pun pulang tanpa kehujanan.
Memasuki komplek perumahannya, sebuah mobil berhenti di depannya. Ia mengenali mobil, mobil ayah Tyo.
“Mia!” panggil pria itu.
“Sore, Om,” sapa Mia sopan.
“Mia, bisa ikut Om sekarang?”
“Ke mana?”
“Ke rumah sakit.”
Rumah sakit? Hati Mia mencelos. Baru beberapa menit yang lalu ia berpisah dengan Tyo. Apa yang terjadi setelah mereka berpisah?
“Tyo kenapa, Om?
“Tyo kecelakaan. Koma sejak dua minggu lalu.”
 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *