Selamat Hari Minggu, semua!

Akhirnya, ketemu hari Minggu. Bahagia banget. Dulu, sih, jadwal rutin tiap Minggu adalah nonton Doraemon. Sekarang? Mau bangun aja susah. Hehe.
Well, aku tidak akan membahas Doraemon atau hari Minggu dulu vs sekarang.
Mulai Minggu ini, aku akan menyajikan rubrik baru: Tastylicious. Aku tidak sendiri, loh. Ada dua kakak-kakak cantik, Kak Asri dan Kak Intan, yang akan berbagi (pendapat) makanan. Mereka sama-sama doyan makan kayak aku, maka lahirlah project ini.

Sebagai permulaan, kami akan memulai dengan Salad vs Rujak.
Kenapa harus salad versus rujak? Ya, nggak tahu. Tiba-tiba terpikirkan begitu. Hehe.
Mari, kita bahas satu persatu.
Baca Juga Tastylicious:
Asri Rahayu │ Inokari

Salad

Makanan kebule-bulean ini pasti sudah dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. At least, pernah dengar atau baca namanya.
Aku pertama kali kenal salad waktu kecil. Tidak lain dan tidak bukan karena waktu itu dibawa ke restoran pizza. Ada salad sebagai pilihan starter. Sebagai anak kecil yang tidak doyan sayur, apalah arti salad. Boro-boro makan, membayangkannya saja sudah, “Hiiii.”
Belum lagi, sayuran untuk salad kan mentah, ya. Sayuran mentah kok dimakan. Apa enaknya? Pakai saus pun pasti aneh rasanya.
Nah, mulai agak besar, aku mulai suka sayur. Entah kapan pertama kali aku mencicipi salad. Satu hal yang pasti, kalau sedang PMS, aku jadi ingin makan sayur. Kalau diajak makan di luar oleh teman, aku mau yang ada menu sayurnya.
Paling mudah memang mencari salad. Even, fast food juga kadang punya salad ala-ala yang cuma pakai wortel, lobak, atau kol. Tapi, aku belum pernah mencoba salad di restoran pizza itu, loh. Kalau ke sana, biasanya kan pesan paket yang isinya sudah buanyak. Malu, Jeng, kalau sendirian pesan tambahan. ^^v
Salad juga jadi pilihan aman karena minim garam. Paling-paling, ada dari campuran dressing-nya. Oh, ya, kadang, dressing salah menggunakan campuran telur. Coba saja cek mayonnaise recipe atau hollandaise recipe. Biasanya memakai telur. Kalau mau pure ala vegetarian, pakai minyak salad saja kali, ya.
Anyway, aku pernah menulis resep Huzarensla with Hollandaise Sauce, hasil praktikum. Resepnya, sih, ala-ala. Kuning telurnya saja matang. Tidak terbayang kalau harus makan saus dari kuning telur setengah matang.

Anyway lagi, kalau salad pakai wortel, biasanya wortelnya mentah kan, ya? Aku tuh bingung. Vitamin A dalam wortel katanya baru aktif kalau wortelnya sudah dimasak. Kalau belum, yang ada hanya dalam bentuk provitamin A, yang artinya, belum berfungsi dengan baik. Tapi, kalau makan salad dengan wortel matang, aneh tidak, ya? Hehe.
Aku suka salad karena rasanya menyegarkan. Rasanya light, apalagi kalau dressing-nya tidak lebay. Salad sayuran aku suka. Sayuran yang dipilih biasanya yang tidak terlalu pahit, jadi walaupun minim saus atau penambah rasa lain, tetap enak. Salad buah juga aku suka. Namanya buah, sih, pasti enak, ya.
Pernah, loh, ada teman yang protes karena pesan salad buah di salah satu resto, dikasih buah yang ditambah mayonnaise. Katanya, kenapa tidak susu kental manis saja. Kalau yogurt, sih, aku masih mengerti. Kalau susu kental manis, rasanya terlalu menyengat, menurutku. Ciri khas rasa salad yang light jadi hilang.
Walaupun light, salad juga kadang diberi telur rebus atau bahan hewani lain sebagai penyajian. Seperti Huzarensla, konon katanya, seharusnya menggunakan daging. Ada juga Wakame Salad ala Ramenochi yang menggunakan telur rebus (entah seharusnya matang atau setengah matang). Aku mah ada atau tidak ada bahan hewani suka, kok. Salad apa saja suka asal ada. But, memang ada satu macam salad yang aku tidak suka.

Rujak

Rujak is Indonesia salad, isn’t it?
Nah, kalau rujak, aku tidak bisa bercerita banyak. Langsung saja aku katakan: Aku tidak suka rujak.
Bukan maksud sok kebule-bulean.
Dari segi penampilan, salad versi Indonesia ini memang masih kalah cantik dengan salad betulan. Warna salad biasanya terang, sedangkan rujak biasanya gelap. Salahkan dressing.
Ada rujak yang dicampur langsung dengan dressing (sok keren, Fah, bilang aja “sambal”). Ada yang sambalnya hanya dicocol-cocol.
Seharusnya, rujak lebih menarik daripada salad karena rujak lebih banyak menggunakan buah. Sayangnya, si sambal membuatku enggan mendekatinya.
Pertama kali aku mencoba rujak adalah waktu SMA. Aku hanya mencoba karena waktu itu sepertinya hanya aku sendiri yang tidak suka. Aku penasaran juga, sih, kenapa orang-orang suka rujak. Waktu itu, rujak yang disediakan yang dicocol begitu. Sekali celup, aku tidak mau lagi.
Rasanya aneh menurutku. Ada manis, asam, asin, ramai rasanya *bukan iklan*. Masing-masing rasa itu tidak ter-mix di mulut. Jadi, seolah mereka langsung menempati tempat masing-masing begitu sampai di mulut. Mungkin yang dimaksud kalian, para pecinta rujak, yang enak ya seperti itu. Tapi, aku tidak bisa bilang enak.
Itu bukan terakhir kalinya aku mencoba sambal rujak. Aku juga penasaran apakah mungkin memang yang waktu itu tidak begitu enak atau bagaimana. Nyatanya, yang lain pun sama saja. Belum lagi, kalau sambalnya pakai terasi. Duheee.
Kalau ada acara rujakan, aku makan buahnya saja. Favoritku . . . bengkuang! Biar putih. Hehe. Aku suka karena rasanya hambar tapi ada manis terselubung. Favorit kedua adalah mangga muda, yang aseeeeem. Seolah meluruhkan rasa asam kehidupan *apa sih, Fah?*.
Selain memakai buah dan sayuran, sama seperti salad, beberapa rujak juga ada yang menggunakan bahan hewani. Sebut saja Rujak Juhi asal Betawi yang menggunakan juhi alias cumi yang diawetkan dengan proses tertentu, atau Rujak Cingur asal Surabaya yang menggunakan cingur alias bagian di sekitar moncong sapi. Penasaran, sih, ingin mencoba keeksotisan kedua kuliner tersebut, tapi . . . nunggu dibeliin.
Berhubung aku tidak suka rujak dan Tastylicious ini baru tercetus beberapa hari lalu, aku tidak sempat berburu foto rujak. Jadi, bagian rujak polos saja, ya.
Nah, sudah tahu kan antara salad atau rujak siapa yang lebih aku pilih? *pukpuk rujak*
Semua orang pasti punya selera masing-masing. No offense, loh, sama yang hanya suka salad atau hanya suka rujak. Toh, keduanya sama-sama makanan sehat. Hanya saja, lidah ini kadang memang manja.
Jadi, kalau mau mengajakku rujakan, sisihkan sebagian buahnya saja untukku. ^^v

You may also like...

19 Comments

  1. Kalau ke Bali coba rujak kuah pindang, mbak. Kali suka. Hehehe

    vinasaysbeauty.blogspot.com

  2. Intan Novriza Kamala Sari

    Aku sih pilih rujak, tapi rujak es krim biar segeeerr *eh tapi ga sehat yaaa :v

  3. aku suka dua2nya loh, rujak banyak piliha dari rujak mansi, rujak bebeg, rujak asinan dlll

  4. Aku sih salad sama rujak, masuk sih… *baca : doyan*.. Selama perut belum kenyang, gak masalah :))

  5. Sambal rujak warnanya coklat soalnya pakai gula merah dan kacang. Gak mungkin juga bisa jadi warna putih karena bahan dasarnya coklat semua, haha. Kalau aku suka salad dan rujak. Sama2 enak menurutku.

  6. Udah dua artikel tastylicious yang aku baca, tapi ngga ada foto rujak dua-duanya. Pada jahat amat sih sama rujaaaaak. Aku sih team rujak, salad cuma salad di hokben ajah. Weheheheee

  7. Saya pilih rujak. Kalau salad, saya cuma suka salad buah hehe

  8. Gustyanita Pratiwi

    Eh ini smacam cerita bareng bareng sama inokari dan asri rahayu ya, wah asyik bgt

  9. Gustyanita Pratiwi

    Klo salad suka mayonesnya aku
    Klo rujak milih milih dulu buahnya

  10. dua2nya kesukaan saya..
    tapi syaratnay salad no mayoniese rujaknya kurangin kacangnya .

  11. Well, kalo saya sendiri lebih suka rujak ketimbang salad. Apalagi kalo ada cingurnya.

  12. Fifaah, aku mau dua-duanyaaa, slad sukaa, rujak juga ayuuk. Mau bawain ? hehehe

  13. Nggak tau napa? lidahnyaku nggak tawar sama salad #Kampungan

  14. kalo saya lebih suka rujak, pedas-pedas nendang, hihihi 😀

  15. Waktu aku ke tanah lot bali. Itu bibi yg jual rujak sambil melayani pesananku, nawarin juga ke bule2 yg lwt beliau bilang "salad..fruit salad" hehehe.. Aku sih suka keduanya. Tp prefer salad..enyakkkk kalo rujak itu kadang2 aja pas kepengen

  16. aku suka 2-2 nyaaa ^o^.. tapi utk rujuak hrs yg super pedes ;p..

    kalo salad sbnrnya lbh suka kalo dressingnya light. pernah juga nyicipin dressing yg pake blue cheese, itu juga enaak ^o^.. tapi fav salad, itu shopska salad dari Bulgaria.. pas kesana dan nyobain salad ini, wiiih lgs nagih… taburannya itu keju sirine, berwarna putih dan lembut, juga ga terlalu asin.. sayangnya waktu balik ke indo ga bisa sering2 bikin, krn kejunya ga dijual di sini.. pernah coba pake keju lain, dan rasanya gagal -__-.. jd suka nitip kalo ada kenalan di bulgaria lg mudik ke jkt..

  17. Aku suka rujak… hihihi… Selera asli Indonesia. Tapi juga gak nolak disuguhi salad buah. Ya, salad buah. Salad sayur mah ntar dulu deh…

  18. Aku lebih suka rujak, Mbak. Bukan rujak manis ala-ala orang jawa, tapi rujak dengan bumbu petis. Oya pernah sekali nyoba salad buah, tapi kesannya justru aneh di lidah hehe

  19. pilih rujak aja lah, indonesia khas punya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *