Reportage

Quality Time Ibu dan Anak dengan Memasak Bersama Philips

 

Waktu aku kecil, aku nggak pernah sama sekali memasak. Boro-boro menerapkan seperti pelajaran PKn, “membantu ibu di dapur”, belum apa-apa, Mama sudah parno. Di dapur memang banyak alat-alat berbahaya untuk anak kecil. Pisau, api, alat-alat yang berat, bahaya sepertinya ada di setiap sudut dapur.

Alhasil, anaknya yang satu ini, sekarang kemampuan memasaknya pas-pasan, bahkan mungkin sangat minim kalau aku nggak disekolahkan di sekolah yang mempunyai pelajaran memasak. Gimana bisa bikin makanan sehat buat anakku nanti kalau begini jadinya? Mikirnya kejauhan banget. Hehe.

Makanya, ketika ada kesempatan datang ke acara Philips Mother’s Day Cooking Class, aku senang bukan main. Apalagi, acara ini tentang memasak bersama anak. Aku perlu belajar memasak bersama anak itu seperti apa karena aku sama sekali belum punya pengalaman untuk hal ini.

Philips Mother’s Day Cooking Class diselenggarakan pada Kamis, 17 Desember 2015 di Hotel Pullman, Jakarta. Acara ini dihadiri 10 kelompok arisan. Bukan hanya ibu-ibu, ada juga seorang bapak yang bergabung. Bapak yang satu itu pasti sangat peduli terhadap kesehatan anak-anaknya dan ingin mempererat ikatan bapak-anak.

 

Acara ini menghadirkan pakar kuliner Bondan Winarno dan Chef Yuda Bustara untuk berbagi ilmu kepada para ibu (dan bapak). Acara dibuka dengan bincang-bincang bersama Maria Simanjutak, Marketing Manager Domestic Appliances, Personal Health, Philips Indonesia, didampingi kedua pakar dunia kuliner tersebut.

Bincang-bincang tersebut membahas manfaat memasak bersama anak. Memasak bersama dapat meningkatkan kedekatan antara ibu dan anak. Dari segi kesehatan, hal ini pun mempunyai manfaat.
Ketika memasak, anak-anak akan lebih mengenal berbagai bahan yang digunakan dalam membuat makanan. Anak-anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan proses memasak dapat meningkatkan rasa ingin tahu itu. Menurut Pak Bondan, anak-anak perlu sesekali diajak ke pasar, bukan melulu ke mall.
Anak-anak diajak menikmati keseruan berbelanja bahan makanan di pasar sambil belajar mengenal dan memilih bahan. Sampai di dapur pun anak-anak bisa dilibatkan dalam proses membuat bahan makanan mentah menjadi makanan siap makan. Ibu bisa sekaligus mengenalkan mereka dengan zat gizi yang ada dalam makanan. Kalau anak-anak menikmati setiap prosesnya, mereka akan lebih mau memakan makanan yang tersedia. Mereka sudah tahu bagaimana suatu tumis kangkung bisa tersaji di meja makan. Kalau hanya melihat tumis kangkung yang tahu-tahu tersaji tanpa tahu dan menikmati prosesnya, mereka akan dengan mudah menolak memakannya. Anak-anak akan bisa lebih mau makan makanan sehat dan mengurangi junk food.
Sedari kecil, anak-anak juga sudah bisa dikenalkan beragam kuliner nusantara. Hal ini bisa menjadikan mereka terbiasa membedakan kualitas makanan. Hal serupa diaminkan oleh Chef Yuda.
Chef Yuda mengatakan bahwa banyak anak Indonesia mengalami intoleransi laktosa karena dari kecil lebih terbiasa dikenalkan dengan teh daripada susu. Kalau ibu membiasakan anaknya mencoba segala hal sedari kecil, saat anak-anak besar nanti, toleransi mereka akan lebih besar.
Dalam bincang-bincang ini, dipaparkan juga tips aman memasak dengan anak, antara lain hindari alat-alat yang bukan untuk anak-anak. Mereka pun sebaiknya dikenalkan tentang bahaya, seperti bahwa pisau itu tajam, sehingga mereka akan terbiasa mengenali bahaya dengan sendirinya.
Chef Yuda, yang dikenal sebagai chef urban, merasa bahwa inovasi alat-alat memasak yang ada sekarang sangat membantu. Terlebih, inovasi-inovasi tersebut sudah banyak yang disesuaikan sehingga bisa digunakan oleh anak juga, seperti produk-produk Philips.
Ibu Maria Simanjuntak mengatakan, Philips menghadirkan inovasi produk-produk yang bukan hanya aman untuk ibu, melainkan juga untuk anak, dengan tetap ada pengawasan ibu tentunya. Contohnya, alat-alat pemotong dari Philips yang mudah digunakan oleh anak-anak. Beberapa produk Philips pun sudah menggunakan safety lock. Rice cooker dari Philips dilengkapi dengan handle sehingga aman menyentuh dan mengangkatnya saat masih panas. Alat bantu yang aman dan praktis dapat meningkatkan quality time ibu dan anak.
Setalah bincang-bincang, Chef Yuda memulai demonstrasi modifikasi makanan-makanan berbahan nasi. Kenapa nasi? Karena orang Indonesia adalah pecinta nasi.
Nasi (beras) mengandung protein, vitamin, dan mineral yang penting bagi tubuh. Nasi tidak mengandung lemak jenuh dan hanya mengandung natrium dalam jumlah kecil sehingga aman untuk penderita tekanan darah tinggi. Konsumsi nasi berimbang tidak akan menyebabkan kegemukan.
Walaupun begitu, tetap saja ada kadang-kadang ada kebosanan mengonsumsi nasi, terutama pada anak-anak. Karena itu, Chef Yuda memberikan alternatif modifikasi hidangan nasi di cooking class ini.
Chef Yuda mempraktikkan empat resep, yaitu Nasi Kuning, Rice Pudding with Mango Topping, Rice Burger, dan Chicken Teriyaki Rice Bowl. Keempat hidangan tersebut sangat mudah dan cepat pembuatannya.

 

 

 

Hidangan yang paling menarik perhatianku adalah Rice Pudding with Mango Topping. Hidangan ini unik karena menjadikan nasi sebagai makanan manis atau dessert. Topping buahnya akan membuat makanan ini menjadi segar.

Untuk anak-anak, Rice Burger mungkin menjadi favorit. Sekarang, anak mana yang menolak dikasih burger? Daripada membeli burger di luar, lebih sehat membuat sendiri. Kalau biasanya susah makan nasi, mungkin tetap mau olahan nasi yang satu ini karena bentuknya berupa burger.

Nasi Kuning dan Rice Pudding with Mango Topping dibuat dengan rice cooker Philips. Exclusive Rice Cooker Philips mempunyai bagian yang bisa digunakan untuk menakar perbandingan jumlah air dan beras untuk memasak nasi. Hal ini mengurangi kekhawatiran nasi yang dihasilkan akan terlalu lembek atau justru pera. Rice cooker ini juga dilengkapi handle sehingga tangan tidak perlu takut panas ketika memegangnya sehingga mengurangi kekhawatiran para ibu. Lapisan teflonnya lebih tebal sehingga tidak mudah mengelupas. Nasi yang dimasak dan disimpan di rice cooker tersebut bisa tahan sampai 48 jam.

Rice Burger dan Chicken Teriyaki Rice Bowl dibuat menggunakan table grill Philips. Table grill ini mempunyai dua sisi, yaitu sisi datar dan sisi bergelombong. Sisi datar bisa digunakan untuk membuat chicken teriyaki. Sisi bergelombang bisa digunakan untuk membuat tampilan burger menjadi bergaris-garis. Lapisan teflonnya tebal sehingga tidak mudah rusak. Terdapat lima tingkat panas yang bisa diatur sesuai kebutuhan. Table grill ini hanya perlu listrik, tanpa api, sehingga memasak bersama anak menjadi lebih mudah.

Semua peserta cooking class mendapat kesempatan mencoba memasak dengan produk-produk Philips, termasuk kedua produk tersebut. Setiap kelompok arisan diminta membuat keempat masakan dengan bahan-bahan dan peralatan yang telah disediakan dalam waktu 60 menit. Hal ini sangat membutuhkan kerja sama tim. Kalau bisa bekerja sama dengan sesama ibu, kemungkinan besar bisa menikmati kerja sama dengan anak, kan?

Seperti yang dikatakan Pak Bondan, dan seperti yang kupelajari sewaktu sekolah dulu, memasak bersama bisa memberi pelajaran mengenai kerja sama dan tanggung jawab. Dua hal itu sangat penting untuk dipelajari seorang anak.

Pak Bondan dan Chef Yuda berkeliling untuk melihat bagaimana para ibu melakukan tugasnya. Keduanya sesekali memberi saran atau membantu kalau dirasa perlu. Salah satu tips yang diberikan adalah menangani sayur lebih dulu sebelum daging. Hal ini karena bakteri pada daging lebih banyak daripada sayur. Di rumah pun, sebaiknya minimal ada dua talenan, satu untuk daging, satu untuk sayur.

Ketika waktu hampir habis, beberapa kelompok hanya tinggal menunggu nasi kuning matang. Beberapa kelompok masih sibuk menghias dan merapikan. Setiap kelompok berusaha menampilkan yang terbaik karena akan dipilih satu kelompok favorit. Penilaian bukan hanya dari hasil jadi, melainkan juga dari kebersihan dan kerapian meja kerja.

Di akhir acara, dipilih kelompok favorit, foto terbaik, dan pemenang doorpize. Selain hadiah-hadiah untuk para pemenang, tentunya yang lebih penting adalah ilmu yang di dapat hari itu. Ilmu tersebut bisa terus digunakan dan dibagikan sehingga selalu bermanfaat dan mempererat hubungan ibu dan anak.

 

You may also like...

11 Comments

  1. wah bagus ya acaranya

  2. pengen bikin puding nasi

  3. tulisannya menarik sekali.

  4. Resepnya saya simpen buat masak di rumah ya ^_^
    Bagus banget nih acara Philips, di Surabaya ada nggak ya 🙂

  5. Wuaaahhh ini mah acaranya emak banget. Ajiib, apalagi menunya juga menggugah selera. 😀

  6. suka sama Rice Pudding with Mango Topping 🙂
    unik dan sepertinya enak 🙂

  7. Seru banget yaaa… jadi naksir sama table grill Philipsnya 🙂

  8. Asyiik, pengin nyobain bikin chicken teriyaki 😀

  9. Jadi belajar masak ya mbak seru sama Philips 🙂 semoga berlanjut jadi jago masak

  10. Pipah bagi resepnya.. ngeces euuyy..

  11. seru banget, besok coba bikin ah. Tiba-tiba jadi pengen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *