Membaca.

Mendengarkan radio/rekaman.

Menonton video.

Kalau diurutkan dari yang paling kusuka, mungkin urutannya adalah:

  1. Membaca.
  2. Menonton video.
  3. Mendengarkan radio/rekaman.

Urutan tersebut dikarenakan membutuhkan waktu paling singkat. Dan, mendengarkan berada di urutan terakhir karena “hanya mendengarkan” sering kali membuat geregatan. Perlu dibarengi mencatat atau membaca.

Ada salah satu akun influencer yang aku ikuti. Beliau sering mem-posting semacam podcast di Instagram. Podcast tersebut disertai semacam video tulisan kata-kata yang beliau lontarkan.

Aku hanya 1-2 kali menyalakan suaranya. Itu pun karena penasaran dengan suaranya. Selebihnya, aku membaca saja apa yang ada di video. Toh, kata-katanya sama.

“Melakukan satu pekerjaan lebih baik daripada multitasking” sepertinya tidak berlaku dalam hal mendengarkan bagiku. Lebih mudah mendengarkan sambil membaca atau mencatat.

Makanya, fitur radio di ponsel pun nyaris terlupakan sekarang. 

“Menonton” Radio di YouTube

Seperti yang aku bilang, aku bisa mendengarkan sambil membaca. Karena itu, aku masih bisa mengaku mendengarkan radio walau bukan live

Di YouTube, terkadang ada channels yang mengunggah kembali rekaman suatu radio. Aku biasanya mendengarkan bahasa Jepang. Aku tidak tahu bahasa lain ada atau tidak. 

Seperti kita tahu, YouTube adalah media berbasis video. Lalu, video apa yang disertakan bersama rekaman radio? Channels itu biasanya menampilkan video berupa terjemahan percakapan radio. 

Kata-kata pembawa acara (dan bintang tamu) radio diketik dan dijadikan semacam video. Contohnya seperti berikut:

Itu contoh percakapan antara 2 pembawa acara. Aku mau memberi contoh langsung dari YouTube tapi aku pun nggak hafal channels. Aku sekadar membuka video yang muncul di home.

Nah, tadi aku bilang jarang menyalakan suara video Instagram. Lain halnya dengan rekaman radio di YouTube. Tentu saja selalu aku nyalakan suaranya.

Lumayan untuk latihan listening skill bahasa Jepang. Teks dalam video juga bisa sekaligus untuk latihan bahasa Inggris. Iya, terjemahannya memang kebanyakan terjemahan bahasa Inggris.

Mungkin tampak agak aneh latihan 2 bahasa dalam 1 waktu. Apalagi, yang 1 listening, yang 1 reading. Kenyataan, telingaku memang lebih bisa fokus kalau mata juga ikut bekerja.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *