Advertorial, Travel

Rencana Liburan di Jogja Saat Idul Adha

rencana liburan di jogja

Hai, hai.

Sudah lihat kalender? Atau malah sudah hapal isi kalender? Hapal hari-hari libur panjang, maksudnya. Hehe.

Bulan ini dan bulan depan sepertinya banyak libur panjang. Well, yaaa, termasuk hari-hari kejepit, sih. Tetap lumayan, ‘kan? Cukup untuk liburan singkat.

Jadi, teman-teman sudah punya rencana liburan untuk 2 bulan ini?

Tadinya, sih, aku nggak ada rencana sama sekali. Tapi, belum lama ini aku baru tahu sebentar lagi salah satu teman maya mungkin akan pindah. Belum pasti pindah, sih. Yaaa, siapa tahu. Satu pulau saja belum pernah ketemu. Makanya, pengen sekalian main ke tempatnya.

Sekalian juga aku pengen mencoba libur Idul Adha di kota lain. Libur Lebaran kok malah jalan-jalan? Ya nggak apa, ‘kan? Idul Adha mah biasanya hanya begitu-begitu saja. Tidak seramai Idul Fitri. Lagi pula, mumpung masih sehat, masih bisa jalan-jalan bebas. 😁

Bogor ‘kan sudah “kota” banget, ya. Idul Adha hanya begitu saja. Salat Id di pagi hari. Selang beberapa waktu, lanjut kurban. Selesai kurban? Selesai, deh. Di sini mana ada tradisi-tradisi apalah itu.

Makanya, aku pengen sesekali melihat tradisi di daerah lain. Untuk sekarang, aku ingin melihat tradisi Grebeg Gunungan di Yogyakarta. Pernah lihat?

Aku pernah lihat di televisi. Kelihatan ricuh, tapi aku kagum dengan orang-orang yang rela bericuh ria demi tradisi. Sebagai “anak kota”, hal-hal yang bersifat ricuh dan riweuh biasanya aku skip. However, melihat lokalitas adalah perkara lain.

Berhubung Grebeg Gunungan diadakan setelah Salat Id, aku pikir, lebih baik sampai di Jogja sehari sebelumnya. Iya, nggak, sih? Yaa, nambah libur sehari boleh, ‘kan?

Jadi, ini kira-kira rencana liburanku:

31 Agustus

Affandi Museum

Aku bukan penggemar berat seni, tapi aku suka museum. Sayang banget kalau museum ini dilewatkan. Dari hasil googling, isinya cukup menarik. Berbeda dengan kesan museum pada umumnya yang tampak kuno, sunyi, bahkan menyeramkan, museum ini terkesan cerah. Museum ini juga sepertinya Instagramable.

House of Raminten

Kata orang, belum ke Yogya kalau belum ke Raminten. Baiklah, tempat ini harus dicoba. Tempatnya unik dan, yaa, um … nyeleneh.

Tugu Yogya

Sekalian saja, ya, mumpung ke Yogya. Lagi pula, masa nggak mengunjungi landmark kota ini? Bisa jadi sekalian kulineran di sekitar Tugu juga, ‘kan?

3 tempat yang aku sebutkan tadi, satu arah dengan jalan menuju tempat menginap kalau ditempuh dari bandara. Cukup bisa ditempuh dengan berjalan kaki ke masing-masing tempat (kalau nanti niat). Rencananya, sih, mau menginap di Jogja Backpacker Home.

1 September

Keraton Yogyakarta

Acara Grebeg Gunungan, katanya, dimulai selepas Salat Id di Keraton. Jadi, paginya mungkin aku akan salat di mesjid mana saja yang dekat. Lokasi hotel dan Keraton jaraknya sekitar 2.5 km. Enaknya, jalan kaki atau bagaimana, ya? Biar seperti bule-bule yang suka jalan kaki. 😁

Karena aku kurang tahu Grebeg Gunungan selesai jam berapa, hari kedua sangat berdasarkan kira-kira. (yang lain juga kira-kira, sih). Dari Keraton, kembali lagi ke arah utara supaya nggak terlalu jauh ketika akan kembali ke penginapan. Lagian, di sekitar sana cukup banyak tempat yang bisa dikunjungi, seperti Sonobudoyo dan sekitarnya.

Museum Sonobudoyo

Museum yang konon menyimpan koleksi budaya terlengkap. Biasanya, ada pertunjukan wayang kulit. Sayangnya, pertunjukan ini libur di tanggal merah. Museumnya juga libur nggak, ya? Kalau libur, cari rencana lain. Di area itu banyak tempat menarik lain.

source: sonobudoyo.com

Taman Pintar

Nggak apa, ‘kan, ya berkunjung ke sini sendiri? Lihat-lihat saja gitu. Katanya, wahana-wahana di sini cocoknya untuk anak-anak. Bermain sambil belajar. Apa perlu bawa anak orang? Lol.

Taman Budaya

Dari inner childish, kembali ke dewasa. Lokasinya dekat dengan Taman Pintar. Banyak kesenian ditampilkan di sini. Jadi, harus banget ke sini. Taman ini (kata orang juga) buka sampai jam 9.

2 September

Candi Kalasan dan Ratu Boko

Ratu Boko. Tau ‘kan ini tempat apa? Yup, lokasi syuting AADC 2. Hehe. Nggak jauh dari Ratu Boko, ada Candi Kalasan. Aku belum pernah lihat candi, loh. Jadi, harus sekalian mengunjungi tempat ini. Kenapa nggak ke Prambanan? Sepertinya kejauhan.

Hari ketiga kayanya hanya sempat ke satu tempat saja. Pulang siang, sih. Biar bisa sampai Bogor sebelum malam.

Tempat-tempat yang mau aku kunjungi sepertinya berpusat di situ-situ saja, ya? Soalnya, memang supaya nggak ribet, sih. Hari pertama sekalian jalan menuju penginapan. Hari kedua juga sekalian pulang ke penginapan. Terakhir, agak jauh dari penginapan, tapi sepertinya dekat Adisudjipto.

Niatnya, sih, mau menginap di Jogja Backpacker Home. Lokasinya pas di tengah. Kebetulan juga, pilihan ini yang paling murah. Lol. Untungnya, review-nya cukup bagus.

Aku coba pilih dari Traveloka. Tadinya, aku cari manual, dong. Cari flight, lalu hotel. Ternyata, ada yang lebih praktis.

Ada paket wisata Traveloka. Jadi, tinggal pilih penerbangan dan hotel dalam satu halaman. Langsung muncul, deh, berbagai pilihan dan total biaya. Malah, dihitung-hitung, harganya jadi lebih murah. Kalau manual satu-satu 1,6 jutaan. Kalau lewat paket, 1,5 jutaan. Lumayan bisa untuk beli gudeg. Bahkan, ada yang dari seharusnya 3 juta menjadi 2 juta. Bisa ditabung untuk beli mirrorless.

Pilihan pembayarannya juga banyak. Bisa langsung booking. Nggak sampai 30 menit, hanya tinggal tunggu tanggal keberangkatan.

Jadi, bagaimana? Itu rencana liburanku. Semoga tidak ada halangan, ya. Teman-teman punya rencana apa? Teman-teman yang di Jogja atau pernah ke Jogja punya saran aku harus ke mana saja?

 

 

 

3 Comments

  1. Wah sebentar lagi Idul Adha ya mba. Asik juga ya kalau bisa melaksanakan shalat Idul Adha di luar kota seperti di Jogja. Tq info tempat tempat wisata kecenya mba

  2. Catet dulu lahnya..kali aja mau pesen paket wisata di traveloka haha.

  3. kebanyakan sih sudah pernah saya datangi kecuali candi kalasan dan museumnya tuhh.. lain kali ke jogja main kesana ahh..

Leave a Reply

Required fields are marked*