restoran_susu_bogor
Selamat hari Minggu!
Akhirnya, bisa blogging lagi. Masa, cuma bisa hari Minggu, padahal mau juga posting di hari Rabu buat Rabu Jajan. Hiks…
Tak usahlah bersedih, ya, yang penting masih bisa blogging.
Berhubung blogging-nya hari Minggu lagi, jadi yang nampang Tastylicious lagi. Bahas sesuatu yang enak di lidah, enak di perut lagi, dong.

Tastylicious kali ini membahas minuman favorit. Dari judulnya, pasti sudah ketebak minuman favoritku apa. Yah, sebetulnya favoritku air putih, tapi apa yang mau diceritakan dari air putih? Rasanya selalu tawar. Beberapa air putih mungkin lebih manis atau lebih pahit daripada air putih lainnya, tapi aku kan tidak iseng kulineran mecari air putih.
Mau menulis manfaat air putih? Itu mah banyak di Google. Hehe.
Cari Tahu Juga Minuman Favorit
Asri Rahayu dan Inokari

Jadi, mending bahas susu saja.

Terlepas dari berbagai selentingan soal susu, I’ll love milk, no matter what. Yah, kalau susu putih saja kadang kalau sudah dekat-dekat period, membuat pencernaanku kelewat lancar, tapi susu rasa lainnya tidak ada masalah. Aku, sih, beranggapan ini bukan karena susunya kenapa-kenapa. Pencernaanku memang cepat. Susu putih lebih cepat dicerna daripada susu dengan tambahan apa pun. Lebih lagi, kalau dekat “masa” itu, hormon yang labil menyebabkan pencernaan juga labil. Bagaimanapun, pokoknya, aku cinta susu.
Kalau sudah cinta, apa saja dilibas. Omongan ortu saja kadang masuk kuping kanan, keluar kuping kiri, kan? Demi bisa jalan sama si yayang bebep. Duh, kamu jangan gini ya, Nak.
Alasan aku suka susu? Sederhana. Karena susu itu enak, menurutku. Rasanya khas. Apalagi, susu murni yang aromanya juga khas.
Kalau bisa minum susu saja tanpa makan, aku mau, deh. Tapi, akunya juga harus tetap sehat. Kalau harus minum susu saja tanpa makan karena cuma boleh itu seperti orang-orang dengan keadaan tertentu, aku juga tidak mau.
Kalau orang Indonesia biasanya punya slogan “Belum disebut makan kalau belum makan nasi”, sloganku agak lain. “Belum disebut makan kalau belum minum susu”. Sudah makan nasi pun, rasanya masih ada yang kurang kalau belum minum susu. Berlakunya pagi-pagi saja, sih, soalnya pagi-pagi butuh banyak energi.
Sebagai orang yang kerja perutnya sangat cepat, susu sangat menolong. Aku mah makan nasi saja cepat dicernanya. Kalau makan daging, minyak-minyakan, atau lemak-lemakan, kasihan si perut. Kenyang lebih lama, iya. Kerja ekstra keras juga, iya. Kerasa, loh, kalau perut kerja ekstra. Makanya, aku pilih minum susu.
Susu apa yang aku minum tiap hari? Dancow. Merek yang pasti ada di warung. Lol.
Susu favorit? Biarpun suka susu, aku cuma tau rasanya susu sapi karena belum pernah ada yang membawakanku susu kambing atau susu kuda. Kalau menyebutkan merek, mungkin favoritku Pediasure, Nutren Junior, dan Sustagen. Susu anak-anak semua. ^^v
frisian_flag_purefarm
Sekarang, sih, lagi suka Frisian Flag Purefarm. Prefer rasa coklat, yang stroberi agak pahit (tapi tetap suka, sih). Kalau Ultra Milk, jangan ditanya. Tapi, aku lebih suka Ultra yang Low Fat, High Calcium karena tidak terlalu manis dan sekarang varian itu jarang.
Walaupun begitu, susu yang paling membuatku merasakan surga dunia tetap fresh milk. Aku juga suka kalau susu itu ditambah perasa yang pas.
Sebagai pecinta susu, kalau ada restoran yang katanya menyajikan susu sebagai salah satu menu andalan, aku tidak mau ketinggalan. Ini, nih, restoran-restoran di Bogor yang menyajikan susu:
  • Orange Resto
Resto ini terletak di Pertigaan Sancang. Dari McD Lodaya, belok kiri, lalu belok kanan. Nanti, ketemu bangunan orange yang mirip taman kanak-kanak. Eh, tapi itu bukan restonya. Itu kamar mandinya. Restonya ada kontainer di atasnya.
orange_resto_bogor
orange_resto_bogor_inside
orange_resto_bogor_interior
Dari namanya, seharusnya signature resto ini adalah sesuatu yang berhubungan dengan jeruk. Tapi, di sini juga ada banyak pilihan susu, loh. Ada fresh milk. Ada milkshake. Varian rasa yang ditawarkan pun beragam. Mulai dari rasa plain, kopi, sampai berbagai buah. Harganya mulai dari Rp9.000 untuk freshmilk. Kalau milkshake, aku lupa.
Kalau bingung, mau pilih rasa apa, resto ini mempunyai pilihan menu O’ Testing Milk. Lima varian rasa susu segar disajikan dalam gelas-gelas kecil. Harganya Rp20.000.
Buatku, itu cukup untuk icip-icip. Melepas penasaran. Ada rasa anggur, kopi, jeruk, vanilla, dan . . . aku tidak yakin satu lagi itu melon atau apel. Dibilang melon, rasanya terlalu segar. Dibilang apel, rasanya tidak begitu segar.
Kalau diurutkan dari yang paling aku suka, urutannya adalah: kopi, vanilla, yang hijau itu, anggur, dan jeruk. Menurutku, rasa jeruknya kurang menyatu dengan rasa susu. Terlalu asam. Kan ada, ya, susu rasa jeruk tapi tidak asam. Sedangkan, rasa kopi dan susunya pas. Masih bisa dibilang susu rasa kopi, bukan kopi susu. Sayangnyaaaa… baru aku coba sedikit, aku tinggal makan, ada serangga masuk. Huhuhu.
orange_resto_bogor_menu_mango_milk
Selain menu yang aku pesan, aku juga mencoba pesanan temanku. Iya, aku anaknya gitu, doyan ngerecokin. Dia pesan fresh milk rasa mangga. Menurutku, rasanya terlalu mangga. Rasa susunya nyaris hilang.
Dulu, aku pernah ke sini juga. Pesannya rasa coklat. Dulu itu (masih di 2016, sih), yang rasa coklat itu terlalu encer. Mungkin efek ada es batunya. Saran saja, sih, untuk semua penjual fresh milk di seluruh dunia. Fresh milk tidak butuh es batu. Mending dimasukkan ke kulkas saja. Sama-sama dingin. Untungnya, O’ Testing Milk tidak diberi es batu.
Kalau nanti balik lagi, mungkin aku akan pesan susu rasa kopi saja. Sekalian balas dendam terhadap si serangga. Kalau bisa, minta tanpa es batu.
  • Vamilk
Dari Orange Resto, lurus terus sampai ketemu jalan yang mengharuskan belok kiri. Restorannya ada sebelah kanan, jadi harus putar balik. (Ini directions apa, sih? Memangnya ada yang bakal ngerti?)
vamilk_bogor
vamilk_bogor_restaurant_interior
Variasi menunya cukup banyak, tapi tidak ada pilihan fresh milk atau milk shake. Pilihan susunya adalah fruit flavor dan creamy milk flavor. Harga susunya Rp16.000. Menu selain susunya juga banyak. Sekarang, aku menyesal kenapa tidak mencoba somay atau pempeknya juga.
Satu-satunya susu yang pernah aku coba di sini hanya rasa Red Velvet. Lagi-lagi, disajikan pakai es batu. Hmmm. Padahal, susu ini kan jatuhnya jadi seperti milkshake, yang biasanya waktu di blender, sudah menggunakan es batu.
Rasanya? Ada pahit-pahitnya. Red Velvet kan memang agak pahit, ya? Aku memilih susu ini karena belum pernah menemukan susu rasa Red Velvet.

vamilk_bogor_menu_red_velvet_milk
Aku tidak tahu ini efek Red Velvet atau bukan, tapi aku merasa susu ini lebih “berat”. Seperti susu bubuk. Hehe. Mungkin memang susu bubuk atau susu cair dengan lemak atau memang karena Red Velvet. Mereka tidak bilang susu yang disajikan berasal dari susu segar juga. Jadi, bukan masalah. Lagian, orang yang suka mlipir ke resto biasanya sudah tahu resiko menu yang menggagalkan diet. Tapi, susu tidak bikin diet gagal, kok.
Oh, ya, sepertinya Red Velvet-nya memang dari kue, bukan sekadar perasa.
Mungkin nanti aku harus coba susu rasa buah di sini, siapa tahu seperti fresh milk.
  • Momo Milk Barn
Oke. Resto ini sudah sangat terkenal di Bogor. Awalnya, ada di sekitar Taman Kencana, tapi agak masuk ke pelosoknya. Karena satu dan lain hal, resto ini pindah ke belakang Giant Pajajaran.
Awal-awal buka di sekitar Taman Kencana itu, masih sepiiii. Enak, deh, buah nongki cantik ala mahasiswa. Sekarang, subhanallah sekali. Waiting list-nya paaaaaaaaanjang.
Katanya, sih, Momo Milk ada juga di Bogor Junction, tapi berhubung aku malas ke tempat itu karena jarang belanja, aku belum pernah menengok yang di sana. Kalau makan di food court sendirian, tuh, kadang suka takut diperhatikan orang lain. *kepedean*
Baru-baru ini, Momo Milk buka di Yasmin. Letaknya di jalan samping Giant. Di area tempat-tempat makan, tapi bukan food court. Adanya di atas Domino’s Pizza.

Momo_milk_barn_bogor_yasmin_industrial_design_interior

 

Nah, kalau yang di Yasmin, masih agak sepi. Mungkin karena baru. Sesepi-sepinya juga, waktu aku datang, meja nyaris penuh. Resto yang di dekat Taman Kencana dulu itu, konsepnya masih tidak jauh-jauh dari peternakan. Resto yang di Yasmin ini, konsepnya ala industrial. Kalau kata temanku, seperti tempat belum jadi. Huehe. Tapi, asyik, kok. Ada smoking dan no smoking area. Hanya saja, aku lupa memfoto bagian lain resto ini.
Aku sangat berharap resto lain juga menyediakan menu seperti O’ Testing Milk. Menghindari tamu galau sepertiku. Kalau mau sekaligus banyak, nanti kembung. Hehe. Teman yang aku ajak mau menu selain susu, jadi tidak bisa nebeng mencoba.
Varian susunya sebetulnya standar. Aku memesan rasa coklat saja. Sebelumnya, aku pernah mencoba rasa buah. Hasilnya, masih bisa diterima. Cukup pas.

Momo_milk_barn_bogor_yasmin_menu_chocolate_fresh_milk

 

Susu coklatnya juga oke. Rasa susunya jelas. Coklatnya juga terasa. Intinya, sih, pas. Di foto, warnanya tidak terlalu coklat karena belum diaduk jadi coklat bubuknya masih di dasar (dan aku keburu nyeruput setelah mengaduk). Setelah diaduk juga tidak menjadi sangat coklat, sih.
Memang tidak salah kalau salah satu resto Momo Milk bisa waiting list sampai paaaaaanjang.
Oh, ya, fresh milk di sini tanpa es batu. Tetap dingin, dong, pastinya. Jadi, aku bahagia. Hahaha. Cuma satu yang kurang. Kurang banyak. Apalah, seporsi hanya sebotol kecil. Harganya Rp11.000 saja, sih. Dengan susu yang tidak encer, mungkin sepadan. Mungkin. Mau pesan lagi, aku kenyang karena tergoda makanan asin juga.

Momo_milk_barn_bogor_yasmin_menu_chicken_fillet

 

Sesuka-sukanya dengan susu, aku tetap pilih-pilih. Aku berpikir ulang untuk untuk membeli susu di pinggir jalan, terutama dengan label susu segar. Susu mudaj sekali rusak, apalagi kalau ditambah penyimpanan yang kurang tepat. Aku berharap para penjual itu tidak asal menaruh. Kalau jajanan susu di pinggir jalan dalam bentuk susu bubuk, aku masih mau asalkan tempatnya bersih.Sejujurnya, sih, aku belum puas dengan susu-susu segar di resto-resto tersebut. Aku pernah mencoba yang lebih enaaak. Susu dari Shafa Yogurt. Tempatnya di Jatinangor. Aku belum pernah ke restonya langsung, sih, cuma dibawakan, tapi fresh milk-nya juara. Katanya, susunya dari peternakan UNPAD. Vamilk dan Orang Resto di Bogor dari peternakan IPB bukan, ya? Kalau Momo Milk, dengar-dengar sih, iya.

Sudah beberapa tahun sejak aku mencoba Shafa. Entah sekarang rasanya masih sama atau tidak. Bahkan, entah restonya masih ada atau tidak.
Sebetulnya, masih ada satu lagi restoran susu di Bogor yang aku tahu. Sayangnya, aku belum pernah mencobanya. Jauh, Saudara-saudara. Cimory Riverside di Puncak. Aku hampir selalu suka produk Cimory. Susu sapi campur kedelainya juga enak, tidak langu. Biasanya, kan, susu kedelai itu langu (walaupun tetap saja aku suka). Tapi, yang rasa stroberi aku kurang suka.
Kalau kapan-kapan ada yang mau ke Cimory Riverside, aku mau loh diajak. Hehehe. Tapi, pastikan kita dapat tempat. Aku suka susu, tapi aku lebih suka hal yang pasti. *apa coba?* Jauh-jauh ke sana, belum lagi kalau macet, lalu tempatnya penuh, kan rasanya mau guling-guling. Kecuali, cari alternatif resto lain dan tetap dibayarin. Lol.
Sudah, ya. Makin absurb. Jangan lupa minum susu. Biar cepat gede.

You may also like...

10 Comments

  1. memang bogor jauh berbeda dg jaman aku masih kuliah, resto2 di aats belum ada jaman aku kuliah

  2. aku suka susu ^o^.. tapi harus yg berperisa… kalo susu putih ato susu murni, duuh gak deh mbak, bisa lgs muntah :(. Aku jarang ke bogor, jd tempat2 susu di atas blm aku coba.. tp yg cimory udh, dan samaaa aku jg suka… lupa sih susu apa aja yg dulu dicoba.. tp sbnrnya aku paling doyan yg youghurtnya

  3. bikin ngiler ulasan di atas, jadi pengen makan nih.. bagi dung.. hehe

  4. Aku juga cinta banget sama susu mak hehe sayang nya ga gede-gede nih hehe.
    Btw jadi tergoda minum susu disini, variannya juga menggoda dan banyak ya jadi bisa milih 😀

  5. Penggila susu nih… segala macam susu diminum, kecuali susu kedelai. Rasanya gak enak di lidahku.. hoek.. Eh aku dah pernah nih ke tempat ini vanmilk.. emang enak banget sih minumannya, cuma tempatnya di bawah agak panas karena gak pake ac… terbuka gitu.

  6. Susu Shafa aku baru tahu Mak, patut dicoba nih, meskipun lumayan harus je Jatinangor dulu huhu. Outlet di Bandungnya gada emang ya Mak? Btw Mak, udah ikutan lomba blog Paybill.id?

  7. wah jadi pengen juga susunya hihihi…
    makin banyak aja ya cafe yg mengusung tema susu-susu gitu…

  8. wisata kuliner bogot menarik ini, mau coba makasih rekomendasinya kak

  9. Fandhy Achmad Romadhon

    wahhh kayaknya itu susunya segar banget, dan tempatnya juga nyaman bgt :')

  10. Eaaah kangem bogor.. Dan ternyata jadi banyak kafe2 unyu gini ya.. Mauuu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *