Sebuah film yang ditulis dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki.

Sinopsis

Keluarga Satsuki  dan Mei Kasukabe pindah ke sebuah desa. Di sana mereka tinggal di sebuah rumah bobrok yang konon berhantu. Satsuki dan Mei justru senang karena hal tersebut.

Ketika pergi menjemput ayah mereka pada suatu malam, Satsuki dan Mei bertemu roh bernama Totoro.

Review

Setelah menonton Spirited Away, aku sangat excited dengan film-film Ghibli lainnya. Gambar dan musiknya cantik. Ceritanya mengena banget. Merupakan suatu kesempatan indah film-film Ghibli tayang di layar lebar Indonesia. Tidak perlu lagi men-download secara ilegal.

Totoro adalah salah satu tokoh ikonik Ghibli. Bentuknya yang bulat dan besar sangat menggemaskan. Persis boneka. Di sisi lain, tentunya bukan hanya wujudnya yang membuat tokoh ini gemari. Karena itu, rasanya sayang sekali kalau sampai melewatkan menonton film My Neighbor Totoro.

Film My Neighbor Totoro adalah film yang sangat sangat sangat anak-anak. Film anak-anak yang paling anak-anak sepanjang ingatanku. Dan, film anak-anak yang paling harus ditonton orang dewasa! Kadang, kita butuh sesuatu yang menjadi pengingat bahwa dunia bukan melulu soal perebutan nafas. Satsuki dan Mei mengajari kita lagi tentang hal itu.

Pada awalnya, aku khawatir akan mendapati cerita sedih. Alasan kepindahan Kasukabe adalah karena kondisi ibu Satsuki dan Mei, yang langsung membuatku khawatir.

Kenyataannya, film ini adalah film bahagia. Ada konflik-konflik kecil, tetapi film ini tetap film bahagia. Konflik paling besar pun bukan sesuatu yang membuat studio bioskop menjadi tegang. Terlepas memang mungkin ada kekhawatiran saat adegan tersebut.

Kalau biasanya dalam suatu cerita ada tokoh yang harus berubah, aku tidak menemukannya di film ini. Mungkin pertemanan dengan Kanta? Tapi, itu pun bukan sesuatu yang besar.

Kesederhanaan yang Tidak Sederhana

Datar? Sama sekali tidak.

Sejak awal, Satsuki digambarkan sebagai anak perempuan yang kuat. Mei digambarkan sebagai anak yang lincah dan teguh pada pendirian. Sifat-sifat ini jelas bukan tanpa alasan.

Kebaikan dan kepercayaan adalah sesuatu yang diangkat oleh film ini. Melalui cerita yang sederhana, hal-hal tersebut mudah sekali ditangkap.

Film Totoro membuktikan bahwa kesederhanaan suatu cerita justru bisa membawa ke peringkat tinggi. Yap, memang mungkin hal itu justru sulit diwujudkan. Mungkin justru membuat cerita dengan konflik-konflik dramatis jauh lebih mudah? Entahlah. Aku bukan pembuat film.

Walaupun begitu, Hayao Miyazaki berhasil membuktikan bahwa cerita sederhana pun bisa menjadi luar biasa.

Rating? 9/10. 10/10-nya masih untuk Spirited Away. 😁

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *