Opinion

Maggo Bantu Aku Atasi Sakit Maag

I made a mistake. Sore itu, aku merasa butuh kopi. Masuklah aku ke sebuah coffee shop.

Waktu itu, aku dalam keadaan belum makan dengan benar sejak pagi. Aku memesan frappuccino dan sepotong cheese cake. Sayangnya, aku lupa bahwa perutku kosong. Lagipula, ini hanya frappuccino. Kadar kopinya nggak banyak.

Sayangnya lagi, aku nggak tahu bahwa kopi di sama kopi yang benar-benar fresh dan kafeinnya tinggi. Itu pertama kalinya aku berkunjung ke sana.

Beberapa jam kemudian, begitu sampai rumah, barulah terasa ada yang nggak beres. Perutku mulai memberontak. Sepertinya, asam lambung mulai unjuk rasa. Kalau sudah begitu, barulah ingat bahwa belun makan dan justru minum kopi.

Rasanya, nggak enak banget. Mencoba makan pun tetap nggak enak. Malah jadi enek. Sakit maag itu sesuatu yang bikin sulit ngapa-ngapain, ‘kan? Maunya bergelung saja.

Berhubung sudah malam, aku bawa tidur saja dengan harapan besok paginya sudah baikan. Sayangnya, itu cuma harapan. Perut masih kurang enak besoknya.

Biasanya, aku langsung minum obat maag biasa. Cukup untuk mengobati saat itu juga. Tapi, berhubung aku makin ingin aktivitas nggak keganggu sama sekali besok-besoknya, aku mau obat yang lebih mengobati untuk jangka panjang.

Kebetulan, aku berkenalan dengan Maggo. Katanya, sih, ini obat herbal.

Dari luar, aku malah sempat berpikir ini vitamin anak-anak. Kemasannya cheerful. Biasanya, obat herbal lebih memberi kesan old dan kalem, ‘kan?

Begitu di buka, barulah kelihatan ini bukan vitamin anak-anak. Isinya terdapat enam botol vial. Tiba-tiba, jadi ingat praktikum Kimia. Hihi.

Di dalam setiap botol vial bersegel itu, terdapat serbuk-serbuk berwarna kuning. Jadi, apakah serbuk itu langsung ditelann atau diseduh dulu? Mari, baca penjelasaannya di kertas yang ada di dalam. Kertas yang biasa ada di obat-obat itu, loh. Namanya apa, ya?

Oh, ya, cara minumnya juga ada di bagian kemasan, tapi lebih afdol membaca dari kertas itu, ‘kan?

Cara minumnya, 1 botol diseduh dengan 150 mL air mendidih. Lalu, didiamkan hingga hangat kuku. Minum, deh, sampai habis. Setengah jam sampah satu jam kemudian baru boleh makan. Satu hari cukup satu botol. Diminum rutin selama 12 hari. Minumnya ketika perut kosong.

Maggo obat maag

Rasanya? Pahit. Haha. Pahit jamu gitu. Tapi, ini boleh ditambah madu atau gula. Aku sih nggak menambahkan apa pun. Pahit jamu masih ditoleransi.

Khasiatnya? Waktu setelah diminum, perut rasanya lebih hangat dan berhenti unjuk rasa.

So far, aku baru minum tiga. Setiap habis minum, rasanya lebih baik. Setiap pagi, nggak enak di perut masih ada, tapi berkurang bertahap. Mungkin karena ini obat herbal jadi pemulihannya bertahap, ya.

Obat ini diminum kalau benar-benar sakit maag saja. Bagi penderita sakit maag, obat ini nggak ada efek samping, kecuali kalau mempunyai alergi terhadap bahannya kali, ya. Tapi, bahan-bahannya dari bahan yang jarang banget menyebabkan alergi, sih.

Belinya di mana? Di situsnya www.maggo.co.id. Harganya Rp180.000. Mahal, ya? Bisa untuk membeli 4 gelas frappuccino. Yaa, sehat itu memang mahal.

 

 

 

4 Comments

  1. Alhamdulillah jaraang banget sakit maag, pernah dulu sekali kalo ga salah, sakit banget rasanya. Catet dulu nama obatnya kali ada kerabat yg butuh.

  2. Saya maag kadang kambuh, mau nyoba alternatif ini mana tau cocok. Thank’s infonya mbak

  3. cocok nih buat mama, kalau telat makan suka maag. ini mirip jamu tapi di seduh ya?

    1. Afifah Mazaya

      Iya, Mbak. Semacam jamu. 🙂

Leave a Reply

Required fields are marked*