Banyak orang mempunyai rumah impian. Banyak yang aspek yang menjadi inspirasi rumah impian. Kesukaan, hobi, selayang pandang pada bangunan lain, dan lainnya.

Beberapa orang sudah mulai merencanakan rumah impiannya. Rancangan pun mungkin sudah dibuat. Tapi, apakah rancangan tersebut berisi rancangan keamanan juga, ya?

Buat kamu yang sedang merancang rumah atau berencana merenovasi rumah, nggak ada salahnya menambah soal keamanan pada aspek yang perlu dibangun. Salah satunya soal kebakaran.

Mungkin kamu sudah memikirkan alarm kebakaran, atau mungkin malah sudah mempertimbangkan menaruh sensor asap atau api yang langsung menurunkan air kalau ada asap atau api (apa sih namanya). Tapi, mungkin membuat bangunan yang benar-benar tahan kebakaran bisa menjadi pertimbangan.

Tadi, aku menonton video ini:

Video ini tentang rumah yang dibangun dari bahan yang tahan api. Rumah itu memang tergolong rumah kecil, tapi rumah besar pun nggak ada salahnya dibuat tahan api.

Belajar dari Tragedi

Rumah tersebut memang dibangun di lokasi yang pernah mengalami kebakaran hebat. “Some of the worst forest fire in Australian history“. Begitu yang tertulis di bagian deskripsi.

Aku senang melihat sebuah rumah dibangun dengan mempertimbangkan bencana di masa lampau. Kalau pernah terjadi kebakaran hutan di sekitar sana, mungkin saja terjadi lagi, ‘kan? Walau jangan sampai kejadian lagi, sih.

Kalau di Indonesia, mungkin ini berlaku tentang gempa, ya. Terutama untuk daerah rawan, seperti daerah selatan Pulau Jawa dan Sumatera. Menurutku, sudah seharusnya setiap bangunan dibuat tahan gempa.

Duuuuh, aku jadi ngeri deh gara-gara ngetik yang barusan. Semoga aku dan kamu yang baca tulisan ini, nggak akan pernah mengalami rumah maupun wilayah sekitar rumah kita rusak akibat gempa. Tsunami juga jangan.

Tapi, kalau kamu yang baca ini pernah mengalami hal tersebut, semoga bisa membangun rumah yang lebih kuat dan nggak perlu mengalami tragedi itu lagi, ya.

Di sisi lain, aku sependapat dengan komen-komen pada video tersebut. Semua bangunan memang seharusnya dibuat tahan kebakaran. Api kan bisa muncul di mana pun.

Dan, aku merasa pembuat rumah tersebut betul-betul memerhatikan segala detil. Hal-hal sederhana yang mungkin menimbulkan hazard saja dijauhkan dari rumah itu. Material yang digunakan di rumah itu pun memungkinkan api dari luar nggak akan membuat panas bagian dalam rumah. Jadi, aman-aman saja untuk tetap di dalam rumah.

Bagian dalam rumah juga dijaga supaya nggak ada hal-hal yang berpotensi menimbulkan kebakaran dari dalam. Masak tetap di dalam rumah, tapi pokoknya dikurang-kurangi pencetus kebakaran lainnya.

Salut, ya.

Belajar dari Sponsored Post

Selain salut dengan pembuat rumah, aku juga salut dengan pemilik channel tersebut. Video tersebut video sponsored, loh. Bukan sponsored by pembuat rumah, kok. Video tersebut disponsori suatu perusahaan penyedia security system gitu.

Sepanjang video, aku nggak merasa sedang menonton video beriklan. Di awal, pembawa acara menyebutkan video tersebut sponsored. Tapi, sepanjang video, aku nggak merasa sedang menonton video sponsored. Aku malah mengira sponsor video tersebut adalah penyedia bahan bangunan antiapi. Ternyata, penjelasan mengenai produk sponsor muncul di akhir.

Penonton lebih diajak meningkatkan awareness soal keamanan rumah lebih dulu. Caranya juga bukan menggurui, tapi biasa saja gitu kayak sedang membahas rumah-rumah lainnya. Barulah di bagian akhir, pembawa acara membawakan segmen tambahan mengenai promosi alat-alat keamanan untuk di rumah.

Dan, ketika segmen itu muncul, aku pribadi sih jadinya tetap penasaran untuk melihat alatnya apa saja, sih? Pembawaannya juga sama sekali nggak kayak iklan. Malah lagi kayak membangun awareness soal keamanan rumah.

Terus, aku jadinya … beli alat keamanan rumah itu?

Nggaklah! Lagian, baru dijual di US saja.

Aku jadinya subscribe channel itu, loh.

Aku beberapa kali menonton video dari channel itu karena pengambilan gambarnya bagus dan kontennya banyak menampilkan rumah-rumah unik. Bukan cuma unik dari segi arsitektur, tapi juga dari segi fungsi dan material. Ada beberapa yang memang dari bahan daur ulang.

Walau begitu, channel tersebut baru aku subscribe barusan banget karena baru menemukan sesuatu yang menurutku penting dan bermanfaat. Biasanya, aku nonton video dari channel tersebut random saja gitu. Makanya, baru ketemu video tentang rumah antiapi itu.

Dari satu video, jadi kepikiran banyak hal. Tentang rumah. Tentang videografi. Tentang sponsored post. 22 menit yang cukup berfaedah.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *