Reportage

Sarihusada dan PAUD Ajak Anak Mencintai Buah dan Sayur

paud healthy eating habit

Berapa besar porsi buah dan sayur yang sebaiknya dikonsumsi? Berdasarkan Peraturan Kementrian Kesehatan RI No, 41 Tahun 2014, porsi buah dan sayur harus mencakup 50% dari porsi sekali makan. Cukup besar, ya, porsinya.

Jadi, sudahkah porsi itu terpenuhi? Untuk orang dewasa, begitu mengetahui peraturan, mungkin bisa langsung mengubah kebiasaan makan. Orang dewasa sudah tahu banyak tentang manfaat buah dan sayur, kan? Lain halnya dengan anak-anak. Walaupun sudah diberi embel-embel “supaya sehat”, kadang-kadang masih saja enggan mengonsumsi buah dan sayur. Alasannya? Ada yang bilang tidak enak, ada yang bilang bau, bahkan ada yang takut.

Untuk itu, Sarihusada, melalui SGM Eksplor Buah dan Sayur, meluncurkan Program Kebiasaan Makan Sehat untuk Anak PAUD (PAUD Healthy Eating Habit). Acara ini berlangsung pada 2 September 2016 di Hong Kong Cafe, Jakarta.

Program Kebiasaan Makan Sehat untuk Anak PAUD ini didukung oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak. Salah satu hak anak adalah mendapat gizi yang baik. Olah karena itu, hal tersebut termasuk bagian dari hak anak yang harus dilindungi. Memberi makanan dengan bahan yang tidak jelas baik atau tidaknya, seperti membiarkan anak jajan sembarang atau asal saja dalam menyiapkan bekal, sama saja dalam mengurangi hak anak terhadap zat gizi.

ketua komnas perlindungan anak

Di sisi lain, menurut Brand Manager SGM Eksplor Buah dan Sayur, Diana Beauty, hanya 1 dari 10 anak yang tercukupi zat gizi dari buah dan sayur. Olah karena itu, Sarihusada, melalui SGM, menggandeng 6 PAUD yang telah dipilih berdasarkan hasil research untuk membuat kegiatan program edukasi terkait pentingnya buah dan sayur. Program ini dimaksudkan agar mengonsumsi buah dan sayur menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak.

Program ini bukan hanya melibatkan anak-anak, tetapi juga orangtua dan guru. Orangtua akan diberi seminar karena kebiasaan makan anak berawal dari orangtua. Ada parenting class yang dibagi ke dalam lima modul. Di sekolah, akan disediakan snack berbahan buah dan sayur pada jam istirahat.

diana beauty

Selain itu, ada beberapa kegiatan lainnya. Diharapkan, setelah acara ini, anak-anak akan mencintai buah dan sayur. Seluruh rangkaian kegiatan akan berlangsung selama 45 hari dan diakhiri dengan piknik bersama di Taman Buah Mekarsari, Bogor. Rangkaian kegiatan dapat disimak di Fanpage Nutrisi untuk Bangsa.

Dalam acara peluncuran ini juga turut hadir psikolog anak Ibu Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi atau yang akrab disapa Bu Nina. Beliau berbagi tips “do and don’t” dalam menerapkan rasa cinta buah dan sayur terhadap anak.  Menurut Bu Nina, program besar untuk anak hasilnya bergantung pada orangtua.

psikolog anak

Cara yang kurang tepat dapat memberi dampak buruk secara jangka pendek maupun jangka panjang. Secara jangka pendek, anak bisa trauma terhadap makanan tertentu, semakin membenci buah dan sayur, dan obesitas. Obesitas bisa terjadi kalau orangtua memberi makan apa saja yang diinginkan tanpa memperhatikan kesehatan dan nutrisi. Secara jangka panjang, tumbuh kembang anak bisa terhambat, kecerdasannya tidak optimal, dan berpengaruh juga terhadap kepribadian anak.

Salah satu kebiasaan yang sebaiknya tidak diterapkan orangtua adalah memaksa atau mencekoki anak ketika makan. Kadang, anak sulit makan sayur sehingga orangtua merasa perlu mencekokinya. Hal ini justru bertentangan dengan hak anak. Selain itu, hal ini juga bisa menyebabkan anak trauma. Bahkan, anak pun bisa menjadi depresi.

Untuk itu, ada hal yang sebaiknya diterapkan dan tidak diterapkan dalam membuat anak mencintai buah dan sayur.

tips anak agar anak suka makan buah dan sayur-

Kalau anak terlanjur sulit makan, orangtua bisa berkonsultasi ke ahli gizi, dokter spesialis anak, atau ke psikolog. Pilihan konselor tergantung pada kasus. Kalau ingin berkonsultasi terkait pilihan makanan, bisa datang ke ahli gizi. Kalau ingin berkonsultasi terkait tumbuh kembang atau gangguan yang diakibatkan sulit makan, seperti sembelit atau diare, bisa datang ke dokter spesialis anak. Kalau anak mengalami trauma atau hal yang penyangkut sisi psikologis lain, bisa berkonsultasi ke psikologi.

Masalah makanan memang sangat siginifikan karena akan terus berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak dan pengaruhnya bisa jangka panjang. Budget tidak bisa dijadikan alasan. Untuk menekan budget pembelian buah, orangtua bisa memilih buah yang sedang musim karena biasanya harganya lebih murah. Orangtua pun bisa mengajak sekolah untuk bekerja sama dalam pengadaan makanan sehat bagi anak.

Mengubah kebiasaan makan anak memang tidak mudah. Tidak bisa satu-dua hari. Dibutuhkan kesabaran. Bisa saja mencapai bulanan. Namun, hal tersebut patut dilakukan mengingat dampaknya akan terus terbawa oleh sang anak hingga nanti.

program sgm

You may also like...

2 Comments

  1. Keren tipsnya, terutama yang mengenalkan trik psikologi buat teratur makan. Soalnya aku dah bingung kalo anak makannya ogah2an.

    1. Semoga triknya berhasil, ya, Mbak. ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *