Reportage

Sekarang, Hanya Pengirim Terdaftar yang Bisa Transfer di Bank

Beberapa hari lalu, aku harus membayar sesuatu melalui transfer bank. Kakak penjual menawarkan pilihan via Mandiri atau BCA. Dengan emoticon tertawa sampai menangis, aku mengatakan bahwa yang mana pun sama saja. Aku tidak mempunyai rekening di dunia bank itu. 
Kakak itu meminta maaf karena aku harus merelakan Rp6.500 untuk biaya transfer antarbank. Seketika aku syok.
Rp6.500!?
Jadi, bukan Rp5.000 lagi!?
Apaaa!!?? *backsound petir* Kemudian, aku pun sedih. Huhu.
Kakak itu yang balas tertawa. Katanya, biaya transfer sudah lama naik. Aku pun semakin sedih. Aku tidak pernah menyadari kenaikan itu. Kalau transfer, ya transfer saja. Kupikir masih Rp5.000. Jadi, kalau dihitung-hitung, total selisih biaya transfer antarbank dulu dan sekarang sebetulnya bisa untuk membeli berapa komik? Huhu. Uangku pergi begitu saja karena aku malas pergi ke bank.
Aku pun membulatkan tekad. Aku tidak akan transfer dari rekening. Aku akan datang langsung ke bank. Kalau lewat, sih. Hehe. Kalau tidak lewat mah, saya di ongkos dan waktu. (ketahuan, ya, perhitungan banget anaknya).
Kemudian, secara kebetulan, aku pun lewat Bank Mandiri. Walau begitu, aku melihat jam dulu. Bank biasanya penuh mulai dari jam-jam makan siang. Dan, ternyata, saat itu tepat jam makan siang.
Bagaimanapun, karena memang “mumpung lewat”, tidak ada salahnya mengintip ke dalam. Selalu ada kemungkinan baik, termasuk kemungkinan bank tidak penuh. Kalau penuh, pulang saja. Kalau tidak penuh, lanjutkan. 
Entah harus senang atau sedih. Ternyata tidak penuh. Well, tidak ada antrian di depan teller. Kebanyakan, pengunjung duduk-duduk di sofa tak bersandaran. Kupikir, mereka mengantri untuk masalah ke cs. 
Aku pun mengambil slip setoran kecil. Di Mandiri, kalau kurang dari Rp25.000.000 (eh, dua puluh lima juta kan?), kita tidak perlu menggunakan slip setorang yang besar itu. Aku pun menuliskan hal-hal yang diperlukan. Aku berjalan ke jalur antrian teller. Ketika itu, teller masih harus melayani beberapa customer
Akhirnya, bagianku pun tiba. Teller menanyakan apakah aku mempunyai rekening di Mandiri. Dia juga menanyakan apakah aku sudah mendaftar. Aku berpikir, apa bedanya “mempunyai rekening” dan “mendaftar”? Kalau belum mendaftar, sudah pasti belum mempunyai rekening. Kalau belum mempunyai rekening, tentu belum mendaftar, kan? Kecuali orang itu sedang mendaftar pembukaan rekening dan sambil menunggu rekeningnya selesai diproses, dia bertransaksi di teller. Itu pun kemungkinannya kecil karena pembukaan rekening biasanya cepat.
And this another my kudet a.k.a kurang update side.
Ternyata, yang teller maksud dengan “mendaftar” bukan mendaftar untuk pembukaan rekening. Maksudnya adalah mendaftar untuk transfer itu. Aku pun diminta mendaftar lebih dulu. Setelah itu, barulah kembali ke teller.
Teller mengatakan aku bisa menanyakan hal ini ke satpam. Jadi, aku tanyakan ke satpam. Pak satpam kemudian memberiku selembar form yang sangat lebar untuk diisi.
Isiannya, sih, hal-hal umum. Tidak banyak yang harus diisi. Sayangnya, bagian pekerjaan dan penghasilan harus diisi. Hehe. Aku bukan pengangguran kok. Hanya tidak tahu pekerjaanku sebutannya apa. LOL. ^^v 

Okelah, bagian pekerjaan bisa aku isi asal. Bagian penghasilan bagaimana? Mau ditulis seadanya, takut menjadi doa dan penghasilanku segitu terus. Mau diisi banyak, takut harus dipertanggungjawabkan. Akhirnya, aku pun mengisi sesuai fakta total bulan sebelumnya. Dalam hati, aku berharap supaya kalau harus mengisi form semacam ini lagi, digitnya sudah bertambah banyak. Aamiin.
Selesai mengisi form, aku menyerahkannya kepada Pak Satpam. Beliau meminjam KTP-ku. Form dan KTP-ku dibawa ke sebuah ruangan untuk diproses. 
Tidak lama kemudia, KTP-ku dikembalikan, tetapi pendaftaran masih diproses. Sambil menunggu, aku pun berpikir, jangan-jangan semua orang yang duduk di sana juga menunggu hal yang sama sepertiku. Omaygat. Ini sama saja dengan mengantri. Tahu begitu, mending merelakan Rp6.500.
Untungnya, mereka sepertinya memang mau menemui cs. Proses pendaftaran tidak selama yang yang kukira walaupun masih agak lama. Namaku dipanggil. Kata Pak Satpam, aku sudah bisa bertransaksi di teller. 
Kebijakan ini ternyata sudah lama. Mulainya sejak 25 Januari lalu. Mungkin supaya tidak ada yang memakai identitas palsu. Kalau begini, memang lebih aman. Aku tidak bisa lagi asal memberikan nama alias kalau transfer di bank. Hehe.
Kebijakan ini bukan hanya berlaku untuk bank itu saja, tetapi untuk semua bank. Hal ini adalah peraturan baru BI. Ribet? Pertamanya mungkin ribet, tapi selanjutnya tidak perlu mendaftar lagi. Data yang sudah dimasukkan tadi, berlaku untuk semua bank. Jadi, kalau daftar di Bank Mandiri, nanti bisa juga dipakai di Bank BCA atau bank lain hanya dengan menunjukkan kartu identitas kepada teller.

You may also like...

12 Comments

  1. mungkin biar makin akurat dan terhindar dari penipuan ya mbak, jd musti di periksa dulu.. kalo bank-nya jauh kayanya mmg lbh enak transfer atm atw m-bank aja deh hehe

  2. oh , aku bau tahu biasanya aku trasnfer di atm saja dg biaya segitu. Krn trasnfer dlm jumlah kecil mah kl ke bank suka gak boleh, malah disuruh ke atm

  3. Owh sekarang mesti gitu ya, lama nggak transfer langsung ke bank aku juga nggak ngerti 😀

  4. Sempat dengar info ini, tapi persisnya gimana kurang tau. Sekarang jadi paham. TFS.

  5. Bener tuh.. Bank udah banyak perubahannya sekarang. Aku juga jarang sih ke bank or atm.. Di atm katanya bca cek pulsa juga kena ya.. Trus bikin tabungan bca sekarang makin sulit.. Ya menghindari papa minta saham ke no.rek sekian sekian kali ya hehehe

  6. peraturan ini kalo di Mandiri udah diterapkan dari akhir 2014 *CMIIW*, pegawai mama marah2 karena sistem ini. Tapi jadi aman sih. Kalo temenku yg jadi teller, biasanya gak usah daftar, dimintain KTP aja, dia yang daftarin. Pendaftaran enggak cuma sekali untuk semua bank Mandiri di selurun Indonesia, tapi setiap pindah kita disuruh ngisi lagi.

    Soalnya 3 x aku transfer di cabang berbeda, 3x juga dimintai KTP, untungnya tellernya temen2ku pas kuliah :3

    iamvinaeska.blogspot.com

  7. Aku kerja di salah bank asing. Mungkin tiap bank punya peraturannya beda2 ya mbak. Bener kalo BI skr lbh strict utk mncegah org2 GA dikenal mnggunakan bank sbgai tempat money laundering. Tapi di bank ku, org yang mau deposit ke rekening org lain GA perlu mndftar. Dia cukup mengisi slip setoran komplit. Tapi kalo jumlah uang yg disetor lbh dari 100 jt RP, Baru deh ADA form khusus plus ktp akan di fotocopy. Tp gak ADA pake daftar2 an.. 🙂

  8. Aku juga baru tau sekarang 6500 :O *nangis di pojokan*

  9. Kalau ga gitu,ga akan tau juga ya Fah. Dan ga akan diposting juga. Dan daku gak akan tau juga update ((ginian)). Taunya cuma transfer antar bank aja gitu hehe.

  10. Bed sistem, ya, Mbak. Kayaknya lebih mudah. ^^

  11. Beda wilayah beda sistem mungkin. Tahun lalu Mandiri masih belum daftar-daftar. ^^
    Thank you infonya

  12. Iya. BCA ngecek saldo di atm kena charge. Untungnya e atau m banking belum kena charge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *