Opinion

Serba-serbi Virus MERS dan Pencegahannya

 

pencegahan mers

 

Musim haji tahun ini sudah selesai. Apa kabar dengan keluarga teman-teman yang tahun ini berangkat haji? Semoga sehat selalu, ya.

Sepulang dari Tanah Suci, sudah cek kesehatan lagi? Berhubung iklim di sana berbeda dan setiap hari bertemu ribuan orang dari berbagai negara, daya tahan tubuh juga harus beradaptasi. Salah satu yang mengintai jemaah haji adalah penyakit MERS.

MERS atau Middle East Respiratory Syndrome adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan Corona Virus. Penyakit ini salah penyakit yang baru ditemukan abad ini, tepatnya tahun 2012 lalu. Makin banyak aja jenis penyakit. Huhu. 😥

Virus ini banyak ditemukan pada unta. Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, saja sampai menghimbau jemaah haji untuk tidak terlalu dekat dengan unta. Nggak perlu deh selfie bareng unta. Mengonsumsi daging dan susu unta pun hati-hati kalau belum matang sempurna. Jangan sampai malah membawa virus ke tanah air.

Tentunya, himbauan  Menkes bukan karena MERS sekadar penyakit biasa. Penderitanya bisa sampai gagal organ, bahkan meninggal dunia. Gejala kadang disertai tanda pneumonia. Sering juga hanya gejala yang mirip flu biasa, jadi sulit terdeteksi.

Berikut beberapa fakta seputar MERS dikutip dari liputan6.com.

Fakta MERS

pencegahan virus mers

Nah, untuk yang berencana pergi ke Timur Tengah, baik untuk ibadah, wisata, maupun bekerja, hati-hati, yaa. Untuk yang sudah pulang, tetap jaga kebersihan diri. Waspada juga membawa virus dari Timur Tengah dan bisa menularkan ke orang sekitar.

Walaupun belum ada obatnya, penyebaran virus MERS bisa dicegah. Pencegahannya nggak sulit kok. Intinya adalah selalu menjaga kebersihan diri. Selalu sedia masker untuk digunakan kalau diperlukan. Jangan lupa cuci tangan, terutama kalau akan memegang wajah atau makan. Sedia juga Betadine sabun cair dan obat kumur karena mengandung Povidon-iodine.

Povidon-iodine bisa menghilangkan hingga 99.99% virus MERS dalam waktu 15 detik. Karena itu, mandi dan cuci tangan dengan Betadine sabun cair bisa meminimalkan resiko tertular MERS. Demikian juga dengan berkumur menggunakan Betadine obat kumur. Rongga mulut ‘kan salah sumber penularan kuman. Nggak virus MERS, bisa jadi virus lain. Makanya, menjaga kebersihan itu penting.

Kalau sudah merasakan gejala seperti disebutkan di atas, jangan sungkan menghubungi dokter. Yang dikira sakit flu biasa, mana tahu sebetulnya adalah MERS. Yaaa, jangan sampai, sih. Tapi, deteksi sedini mungkin nggak ada salahnya, ‘kan?

Jadi, yang baru pulang atau kerabatnya baru pulang dari Timur Tengah, tetap jaga kebersihan dan selalu waspada. Yang baru akan berangkat ke Timur Tengah, ibadah maupun liburan, hati-hati, yaa. Oh, ya, makan makanan sehat juga untuk pencegahan dari dalam. ^^

1 Comment

  1. Wah terimakasih ya sudah mengingatkan 🙂

Leave a Reply

Required fields are marked*