Opinion

Smartphone Tepat untuk Fresh Graduate: Asus Zenfone Go ZC500TG

Kehidupan setelah lulus tidak seindah yang dikira ketika masih mahasiswa. Kebebasan untuk melakukan hal sesuka hati hanya angan-angan semata. Siapa bilang hilangnya status sebagai mahasiswa berarti hilang berbagai tekanan? Pertanyaan sederhana seperti “kuliah lagi atau kerja?” saja bisa membuat pusing. Kuliah tidak, kerja pun belum. Rasanya seperti satelit yang kehilangan lintasan. Belum lagi, ketika bertemu teman lama yang kehidupannya sudah lebih jelas. Perasaan minder harus ditutup-tutupi.
Jangankan ganti ponsel, biaya untuk print lamaran saja membuat meringis. Berlembar-lembar lamaran terbuang ketika tidak juga mendapatkan pekerjaan yang didamba. Padahal, hal ini bisa diminimalisasi dengan mengirim lamaran via e-mail atau aplikasi outsourcing.
Berselanjar di laptop, bisa mekana kuota lebih banyak. Kalau mau lebih hemat, ya tentu menggunakan ponsel. Banyak smartphone bagus yang ditawarkan. Tapi, bagaimana bisa membeli smartphone kalau keuangan sedang di ujung tanduk?
Sedikit menyisihkan uang tidak akan terlalu rugi kalau bisa lebih produktif. Dengan smartphone, kamu bisa mengirim lamaran lebih banyak. Pilih smartphone yang bisa melakukan banyak hal, tetapi dengan harga terjangkau. Asus ZenFone Go bisa menjadi pilihan.
Aku akan memberimu beberapa alasan kenapa smartphone ini tepat untukmu.

Harganya terjangkau
Tentu ini menjadi poin pertama. Mahasiswa biasanya kere, tapi fresh grad banyak yang lebih kere. *aku tidak termasuk. Hehe*. Smartphone bagus, tapi harga jauh dari tabungan, hanya akan membuat gigit jari. Smartphone bagus, tapi harga terjangkau, inilah yang akan membuat siapa pun melek.
Smartphone ini dibanderol dengan harga 1,5 jutaan. Spesifikasinya sudah cukup bagus. Kamera belakang 8 mp, kamera depan 2 mp, prosesor Quad-core, desain cantik.
Menyimpan bermacam aplikasi lowongan kerja pasti membutuhkan banyak memori, tapi tidak perlu takut memori ponsel habis
Semakin kekinian, memori yang dibutuhkan untuk suatu aplikasi, semakin besar. Satu aplikasi saja bisa membutuhkan puluhan mb. Kalau mau lebih banyak info lowongan, perlu lebih banyak aplikasi.
Ada dua pilihan memori internal Asus Zenfone Go, yaitu 8 GB atau 16 GB. Cukup, kan, untuk aplikasi lowongan kerja? Untuk yang mempunyai banyak e-mail, memori sebesar itu pasti cukup. Masih tersisa juga memori untuk aplikasi-aplikasi lainnya.
Walaupun menganggur, waktu sangat berharga, so memilih ponsel yang kerjanya cepat sangat perlu
Ragu-ragu melamar suatu pekerjaan, lalu baru yakin menjelang deadline. Tiba-tiba ponsel hang. Rasanya mau nangis saja. Makanya, jangan suka mepet deadline. Dead beneran, kan. *kayak yang menulis tidak saja*.
Semakin cepat kerja ponsel, semakin banyak pekerjaan yang bisa dilakukan, kan? Salah satunya melamar pekerjaan. Nah, ponsel pintar ini mempunyai RAM 2 GB. Membuka satu aplikasi, bisa cepat. Membuka banyak aplikasi pun, tidak akan lambat.
Ponsel ini juga mempunyai prosesor Quad Core. Prosesor ini sangat cepat dalam melakukan perintah. Takut ngelag? Tentu tidak. Perpaduan RAM yang besar dan prosesor jenis terbaru adalah sesuatu yang bisa membasmi keleletan.
Tapi, secepat-cepatnya ponsel, tidak lantas membuatmu menjadi deadliner, ya. Kalau tiba-tiba ponselmu hanyut menjelang deadline, mau prosesor berapa pun, ujung-ujungnya double nangis. ^^v
Berada di rumah saja pasti membosankan. So, media sosial dan games adalah teman terbaik

Ada kalanya kehidupan kita tidak melulu soal pekerjaan. Hiburan juga dibutuhkan sesekali. Siapa juga yang mau hidupnya hanya dipenuhi tentang pekerjaan. Apalagi pekerjaan yang belum jelas. Hehe.
Jadi, daripada stress, mending main games. Biar mainnya nggak hanya itu-itu saja, kamu juga bisa mencoba games HD dan yang membutuhkan RAM besar serta prosesor cepat. Main games pasti lebih puas. Biarlah sesekali melupakan hidup sebagai fresh grad yang serba salah dan kembali ke masa-masa lugu ketika main apa pun tetap dibenarkan.
Sambil main, sambil berinteraksi di media sosial juga bisa. Membuka banyak aplikasi bukan hal yang mengerikan lagi, kan? Siapa tahu, menemukan lowongan kerja baru di media sosial. Atau ada teman di forum yang share lowongan. Kamu juga bisa menemukan beragam inspirasi di media sosial. Banyak orang sharing cerita-cerita inspiratif dan kutipan-kutipan keren. Teman yang sering baper, sih, unfollow saja. Hehe.
Sambil bersila dengan smartphone dalam genggaman, kamu tetap bisa melatih kemampuan tanpa harus ikut kursus atau duduk di depan laptop
Caranya?
Kalau kamu suka memotret, kamu bisa melatih kemampuan fotografi dengan kamera Asus Zenfone Go ini. Kamera belakangnya sudah 8 mp. Cukuplah untuk sekadar belajar. Fitur kamera juga dilengkapi beragam efek yang pasti akan membuat hasil jepretanmu bertambah oke. Setelah mengambil gambar, share ke media sosial. Siapa tahu ada yang melirikmu menjadi buzzer. Bisa dapat produk gratis, bahkan bisa mendatangkan penghasilan. Kalau dengan kamera ponsel saja sudah oke, begitu memegang kamera sungguhan nanti, bisa lebih oke. Siapa tahu kamu menemukan bakat terpendam sebagai fotografer.

Kalau kamu suka menulis, blogging sangat boleh dicoba. Blogging-nya bukan hanya sekadar curhat, tetapi bisa juga menulis hal-hal yang lebih berbobot. Ada, loh, orang yang menjadikan blognya sebagai portofolio. Ikut lomba blog juga bisa untuk mengasah kemampuan. Kalau menang, syukur. Kalau belum menang, bisa belajar lagi. Nanti, di CV, bisa ditambahkan “professional blogger”. ^^
Again, kamu tidak perlu takut ponselmu bermasalah ketika sedang membuat blogpost. Kan prosesornya handal.

Nah, dari tadi, aku membicarakan prosesor Quad Core. Tapi, apa sebetulnya Quad Core? Kenapa begitu penting?

Core adalah inti suatu unit untuk melakukan suatu pekerjaan. Quad Core berarti ada empat inti dalam satu perangkat. Semakin banyak inti, semakin cepat kerja suatu gadget. Inti yang banyak memungkinkan gadget melakukan banyak perintah sekaligus.
Aplikasi-aplikasi sekarang ini banyak yang berat sehingga memberatkan kerja inti juga. Karena adanya empat inti ini, kerja tiap inti menjadi lebih ringan. Hal ini menjadikan setiap ponsel bisa bekerja lebih cepat dan juga melakukan multi-tasking.

Kerja yang ponsel yang lambat tentu akan membuat pengguna kesal. Terlebih, ketika sedang melakukan pekerjaan penting. Jangankan membuka games berat, membuka aplikasi browser pun kadang lambat. Untuk itulah, adanya empat inti ini membantu pengguna terhindar dari kinerja ponsel yang lelet.

Rata-rata, ponsel yang mempunyai Quad Core dibanderol dengan harga tinggi. Hal ini sebanding dengan kinerjanya. Beberapa ponsel masih menggunakan Dual Core atau hanya berinti dua. Ponsel dengan harga murah, tetapi menggunakan Quad Core tentu bisa menjadi andalan. Hal ini membuat siapa pun bisa menikmati kinerja ponsel yang cepat, bukan hanya kaum kalangan atas.

Kenapa  Asus Zenfone Go ZC500TG bisa mempunyai prosesor bagus, tetapi harganya tetap terjangkau?

Prosesor yang digunakan adalah prosesor dari MediaTek. Perusahaan ini adalah sudah ada sejak tahun 1997 dan sudah menjadi produsen prosesor terbesar di Asia. Walaupun demikian, harga yang ditawarkan MediaTek tergolong “membumi”. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor Zenfone Go ZC500TG bisa didapat dengan harga relatif murah. Bahan baku yang terjangkau, menjadikan produk yang dihasilkan bisa dipasarkan dengan harga terjangkau juga.

Ada beberapa tipe prosesor MediaTek. Prosesor yang digunakan untuk  Zenfone Go ZC500TG adalah MT6580. Perintah berupa gambar sudah bisa dilakukan dengan cepat pada tipe prosesor ini. Tipe ini juga memungkinkan pengguna untuk hemat baterai.

Dengan kemampuan seperti itu dan harga terjangkau, smartphone ini sangat bisa menjadi pilihan. Merek Asus sendiri sudah sejak lama menjadi pesaing pasar gadget. Jadi, memilih prosesor berkualitas baik dengan tetap memperhatikan kalangan menengah, bukanlah sesuatu yang sulit.

So, fresh grad, semoga kamu bisa segera kembali menemukan orbit yang tepat. ^^

You may also like...

1 Comment

  1. aku naksir ama Asus, tapi duete belum ngumpul, hihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *