Pernah dengar tentang daging analog? Itu loh, daging untuk vegetarian. Daging tapi terbuat dari bahan nabati. Dengan daging analog, vegetarian bisa merasakan makan “daging” seperti orang pada umumnya.

Tahu nggak daging analog ini terbuat dari apa? Daging ini terbuat dari sesuatu yang disebut soy fiber protein. Seperti namanya, bahan ini berserat. Mirip daging, ‘kan? Daging juga berserat. Daging juga berprotein. Makanya, bahan ini bisa menggantikan fungsi daging.

Soy fiber protein mulanya berupa semacam tepung. Lalu, tepung tersebut diisolasikan. Di dalam tepung itu ‘kan ada karbohidrat. Karbohidratnya larut. Diambillah proteinnya saja.

Fiber ini bisa juga dibuat dari tepung terigu dengan cara sederhana. Caranya dengan melarutkan adonan terigu tersebut. Melarutkannya pelan-pelan. Walaupun tampak sederhana, tetap saja agak susah, menurutku. Bisa-bisa malah larut semua. Selain itu, protein dalam terigu berbeda dengan protein dalam kedelai.

Buat yang mau membuat daging analog, pasti kepikiran bagaimana bisa menghasilkan soy fiber protein ini. Sedikit saja kok kayaknya ribet, apalagi dalam jumlah besar untuk bisnis?

Kalau buatku, jawabannya cukup 1: beli saja. Hehe.

Loh, iya, ‘kan? Daripada susah-susah membuat. Perlu ada perhitungan soal bahan, waktu, alat, tempat pembuatan, dan tempat penyimpanan. Bisnis makanan memang banyak hitungannya, ya.

Berhubung ini bisnis makanan, bahan baku memang jangan sampai sembarangan. Hal ini sangat menyangkut nyawa dan kesehatan. Kalau bisa, kita pun melakukan tes ulang terhadap bahan baku yang didapat.

Salah satu penyedia bahan daging analog adalah soy fiber protein Markaindo. Markaindo adalah perusahaan penhedia bahan baku bagi industri makanan. Perusahaan asal China ini sudah menjadi kerja sama dengan China Agricultural University, Dalian University of Technology, dan beberapa universitas lainnya.

Berdasarkan informasi di website, sih, perusahaan ini sudah mendapat sertifikat ISO 22000, HACCP dan sertifikat halal MUI.

Soy fiber protein ada berbagai macam. Hal ini menyesuaikan soy fiber protein tersebut akan digunakan sebagai apa. Ada yang seperti dendeng, ada yang seperti daging cincang, dan lainnya.

Ragam jenis soy fiber protein ini memudahkan industri jasa makanan untuk membuat variasi produk. Sekarang ini, banyak orang sudah menghindari daging merah. Maka, produk berbahan soy fiber protein yang berbentuk sebentuk daging kemungkinan akan semakin diminati.

Sebagai industri penyedia makanan, selalu ada tanggung jawab terhadap konsumen. Sekalipun bahan yang digunakan diyakini sudah baik, industri makanan tetap perlu memperhatikan kembali kualitas makanan dan cara produksi. Jangan sampai, niat konsumen untuk hidup sehat malah menjadi sebaliknya karena industri makanan melakukan kealpaan dalam proses produksi.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *