Advertorial, Opinion

Sticker Dekorasi dari DecoDeko │ Rabu Jajan

Selamat hari Rabu!

Hari Rabu, artinya jajan. Jadi, selamat jajan!

Postingan ini adalah postingan kedua di Rabu Jajan. Agak telat, sih. Tapi, yang penting posting. Hehe. Semoga ada Rabu Jajan ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya. Nggak mandek. 

Seperti yang aku bilang minggu lalu, Rabu Jajan tidak akan melulu membahas soal makanan. Namanya jajan kan bukan cuma tentang makanan, ya. Kali ini, aku akan membahas jajanan lain yang juga suka aku beli waktu SD. Aku bahkan sudah suka jajan ini sejak sebelum SD, tapi baru terasa jajannya sewaktu SD. Baru dikasih uang jajan. ^^

Sesuai judulnya, Rabu Jajan kali ini akan membahas stiker. Tentunya, bukan stiker yang dibeli di SD. Stiker ini bisa dibeli di online shop DecoDeko.

Sebelum itu, aku mau cerita antara hubungan antara aku dan sticker.

Entah sejak kapan–pokoknya waktu masih kecil banget–aku mulai suka menempalkan stiker pada berbagai benda. Untungnya, ibuku tidak pernah protes. Aku menempelnya tidak sampai ke tembok, sih. Aku hanya menempel di permukaan halus.

Menempel-nempeli benda ini jadi semacam hobi, atau mungkin juga keranjingan. Lama-lama, bukan hanya stiker imut-imut yang ditempel. Plester luka dan stiker disket juga aku tempel. Apa pun yang bisa melekat pada suatu benda, aku akan tempel. Setidaknya, aku tidak pernah menempeli lemari dengan stiker harga. Hehe.

Semakin bertambah usia, kebiasaan ini sudah berkurang. Hanya berkurang. Bukan hilang sama sekali. Laptopku masih kutempeli stiker. Ponsel pun aku tempeli garskin. Zaman hp masih jadul dan belum kenal garskin, ya tetap stiker. Ini dia hp dan stiker jadulnya. Hp yang kutempeli garskin sudah kukembalikan kepada pemiliknya semula alias bapakku dan garskinnya langsung dicabut.

Hp dan stiker dari zaman SMP. Tebak, hp apa?
Karena kebiasaan yang belum sepenuhnya hilang itulah, waktu ditawari stiker dari DecoDeko, rasanya throwback memory lane. Kok semacam destiny antara aku dan DecoDeko? #eaa #kumat

Sudah, ya, basa-basinya. Nanti keburu basi.

Well, jujur saja. Sesuka-sukanya aku dengan stiker, aku jarang terpikirkan membeli stiker secara online. Pernah, sih, kepikiran gara-gara melihat stiker Baby in Car. Kok kayaknya lucu kalau aku punya mobil lalu aku tempeli semacam itu *ngehayal dulu, ya*. Aku tidak tahu tempat offline yang menjual stiker seperti itu. Jadi, aku hanya terpikirkan aku mungkin akan mencarinya secara online kalau sudah punya mobil.

Catat. Punya mobil. Bukan punya bayi. Aku berpikir seperti itu waktu masih unyu. Sadar diri, belum pantas punya bayi. Tidak tahu, sih, yang mana yang akan aku punya lebih dulu. Tapi, aku pikir, stiker Baby in Car berguna supaya pengendara di belakang hati-hati. Lagian, sudah punya bayi pun belum tentu si bayi ikut setiap emaknya naik mobil, kan?

Setelah aku bilang begini, kalau ada mobil dengan stiker Baby in Car, jangan berpikir, “Ah, paling cuma stiker, bayinya nggak ikut” loh, ya. Anggap saja memang bayinya ikut.

Berhubung aku belum punya mobil atau bayi, aku belum browsing tentang stiker ini. Untungnya, sekarang aku sudah tahu ada DecoDeko, sebuah online shop yang menjual die cut sticker.

Sebelum membahas sticker-nya, mari membahas packaging­-nya.

Packaging

DecoDeko tidak menggunakan amplop atau plastik, tetapi menggunakan kardus. Mirip dengan kardus pizza. Menurutku, ini bagus. Bagaimanapun juga, stiker terbuat dari kertas. Ada kemungkinan tertekuk ketika proses pengiriman. Dengan menggunakan kardus, bagian dalamnya akan terjaga.

Selain itu, barang yang menggunakan kardus biasanya tampak lebih bernilai. Bahasa kerennya, prestius. Apalagi di atas alamat kita, ada logo DecoDeko yang cukup berwarna. Lumayan lah.

Kardus ini disegel dengan stiker berbentuk logo DecoDeko. Aku pikir, begitu mencoba dilepas, dia akan sobek. Ternyata tidak. Stiker ini mudah dilepas, tapi tidak sobek sama sekali. Bahannya cukup tebal. Kalau mau ditempel lagi, juga bisa. Seolah isi kardus itu belum diambil. Hehe.

Begitu kardus dibuka, tampaklah plastik berisi beragam stiker cantik. Walaupun konon stiker DecoDeko tahan air, pasti khawatir juga kalau kardus ini kehujanan, kan? Soalnya, elum membuktikan sendiri ketahanannya. Jadi, memang sebaiknya dibungkus plastik lagi. Hal ini juga menjadikan bagian dalam terlihat lebih rapi.

Semua stiker itu di alas dengan selembar kertas tebal. Ada gambar logo DecoDeko. Di bagian atas, ada informasi akun media sosial yang dimiliki DecoDeko.

Stickers

First, potongan stiker-stiker dalam paket di atas rapi dan halus. Walaupun ada yang bentuknya rumit, tetap saja hasilnya rapi dan halus. 

Permukaan kertasnya juga halus. Bukan laminasi yang mengilap itu. Apa, ya, istilahnya? Doff? Bukan deh, kayaknya. Maaf, ya, aku kurang mengerti istilah printing. Pokoknya, permukaannya agak licin.

Dari situ saja, aku sudah bisa menebak. Sepertinya stiker ini memang tahan air. Supaya aku tidak dibilang hoax, aku coba buktikan dengan menempel salah satu stiker di kamar mandi. Kebetulan, ada stiker propaganda “Save Water“.

Aku sudah memasang stiker “Save Water” sejak 2-3 minggu lalu. Aku menaruhnya di dekat keran wastafel. Selain supaya banyak yang lihat, supaya aku juga bisa cerita bahwa stiker ini memang tahan air. Area dekat keran wastafel sering terkena air. Apalagi sewaktu mencuci muka.  

Setelah 2-3 minggu itu, stiker ini masih seperti semula. Tidak ada tanda-tanda akan sobek atau rusak karena terkena air. Oke, berarti memang betul waterproof. Hal ini sangat penting supaya stiker awet, terutama untuk stiker Save Water yang kemungkinan akan sering terkena air. Semua stiker berbahan sama sehingga bisa dipastikan kualitasnya pun sama.

Next, salah satu masalah yang sering terjadi ketika menempel stiker: meninggalkan bekas ketika akan dicabut.

Apakah stiker ini juga demikian?

Aku coba menempel stiker ini di beberapa tempat yang sekiranya cocok ditempeli stiker. In case, ternyata berbekas ketika dicabut, aku bisa pasrah saja stiker itu tetap menepel.

Aku menempelkannya di powerbank, laptop, dinding, dan cermin.

Casing powerbank-ku berbahan logam dan laptopku berbahan plastik. Kemungkinan, sih, mudah mencabut stiker dari sana. Baru beberapa hari, sih, tapi toh beberapa stiker lain kadang sudah meninggalkan bekas. Jadi, setelah beberapa hari, aku coba mencabut kedua stiker DecoDeko.

Dan, easy to remove.

Dari kaca juga mudah diangkat. Lalu, bagaimana dengan stiker di dinding?

Ini hasilnya.

Tidak ada bekas di dinding.

Percobaan ini dilakukan setelah stiker ditempel baru beberapa hari. Aku memang belum tahu kalau beberapa tahun. Tapi, sepertinya masih bisa saja mudah dicabut.

Bukan hanya easy to remove dari tempat yang ditempeli stiker, stiker DecoDeko juga mudah dicabut dari lembaran yang mengamankan lemnya. Itu loh, pada stiker kan ada dua lembar. Lembar stiker dan lembar di belakangnya. Nah, stiker ini mudah dicabut dari lembar di belakangnya.

Ya iya, sih. Kalau mudah dicabut dari permukaan lain, pasti mudah cabut dari lembar belakangnya. Aku menuliskannya terbalik, ya. Hehe.

Walaupun mudah dicabut, stiker DecoDeko tidak mudah tercabut, kok. Dengan kata lain, tidak mudah lepas sendiri. Mereka tetap anteng bersama stiker-stiker koleksiku yang lain. Menempelnya juga mudah. Langsung bisa plek nempel. Kalaupun begitu dilihat lagi ternyata miring, mudah memperbaikinya.

Dari segi desain, DecoDeko menyediakan beragam desain yang cantik. Mostly, bukan hanya cantik, tapi juga imut. Stiker yang aku punya contohnya. Cocok untuk perempuan. Bisa juga untuk dekorasi di kamar anak. Ada banyak pilihan yang lebih cantik di website DecoDeko.

Untuk laki-laki juga ada. Desainnya lebih “cowok”. Warna-warnanya lebih minimalis. Salah satunya Stiker “Boys Play Houses, Men Build Homes” itu. Tadinya, aku mau iseng menempelnya di motor adikku tanpa bilang-bilang, tapi aku takut ada perang dunia. Hehe.

Stiker yang disediakan DecoDeko bukan hanya untuk dekorasi. Ada stiker untuk label kepemilikan yang bisa ditulisi nama. Ada penanda expired date. Ada stiker penanda fragile dengan desain yang cukup unik. Dan, selain stiker Save Water, ada stiker-stiker lain yang berhubungan dalam penyelamatan bumi. Harga-harganya pun masih standar harga stiker.

Lalu, yang mana stiker favoritku?

Tentu saja Baby in Car. Hihi.

Bukan karena aku memang ngarep stiker itu kok. Aku sanga suka dengan desainnya yang cute. Warnanya kalem. Tadinya, aku mau memasukkan stiker itu ke dalam hadiah untuk teman yang baru punya bayi. Setelah dipikir-pikir, mau aku simpan saja dulu. Sugesti supaya aku bisa segera menempelkannya. Hehe. Untuk teman, aku bisa beli lagi.

Overall, aku suka stiker DecoDeko. Mulai dari packaging yang oke sampai kualitas stiker yang bagus.

Aku sangat berharap DecoDeko bisa membuka layanan printing and cutting stiker dengan desain yang dibuat customer sendiri. Bolehlah ada minimal order sekian. Kadang-kadang, mahasiswa atau komunitas suka berdanus dengan menjual stiker. Hal ini bisa mempermudah mereka mendapatkan stiker berkualitas. Aku juga kadang-kadang ingin membuat sticker dengan desain sendiri. ^^

Bagi yang mau tahu DecoDeko, bisa kepo ke Instagram (@decodekostore), Twitter (@decodekostore), Facebook (DecoDeko), dan Pinterest (Deco Deko). Website-nya www.decodeko.co.id. Cuss, tengok.

Tags:

21 Comments

  1. Aku dulu ya maniak stiker..apa2 ditempelin kayak poster pemilu.ya korbannya pintu2 kamar mandi,kamar dll.hehehe keingetan masa jadul.
    (@cputriarty)

  2. aku kalo nempel stiker jrg di hape, sayang…. hihihi

    tp lucu2 ya modelnya

  3. Aku malah gak suka sticker karena gak ada yang ditempeli, tapi anakku suka banget ma sticker, sampai-sampai buku dan dinding jadi korban.

  4. Sama ya kaya wallsticker. Meski ditempel2 di dinding tetep aja ga berbekas

  5. Bisa custom order gak mak?

  6. ya ampun, sticker pemilu. Sesama maniak sticker. :")

  7. Saat ini, belum bisa, Mbak. Semoga ke depannya bisa.

  8. Iya, Mbak. Cuma ini ukurannya nggak sebesar wall sticker. 🙂

  9. Nempelin sticker itu seru, Mbak. Selama nggak berbekas, oke-oke aja. Hihi.

  10. Kalau hp sekarang yang modelnya bagus-bagus sayang juga, sih. Kalau hp lama, bisa buat nutupin "luka". Hehe.

  11. Tos aku juga dulu penggemar sticker gara2 temanku yg sekampung sekolah di jakarta bawa oleh2 mesti sticker. sekarang jaman canggih ya, sticker aja bisa pesen online. unyu2 pula sticker nya, hihi…

  12. Kesukaan memang bisa nular, ya. ^^

  13. Ada wall stikernya ngga?

  14. Hihi sampai sekarang saya juga masih suka sticker mbak. Netbook saya penuh dengan sticker. Hihi. Bahkan kalau ngajar sebagai reward ke anak2 saya buat sendiri stickernya yg saya beri kalimat2 motivasi.

  15. Gambarnya unyu-unyu…

  16. Aku juga suka stikeeeerrrrr ahhh, ampe sekarang masih suka beli yang lucu – lucu hahhaha. Enak nih kalau ada yang begini, jadi ngga bekas dimana – mana dan udahannya susah sekali dihilangin.

  17. Bisa dicek di webnya, Mbak. Barangkali ada yang cocok untuk wallsticker. 🙂

  18. Ada temen. Hihi.
    Ini juga kreatif, nih. ^^

  19. Iya, Mbak. Jadi nggak rempong bersihinnya. Hihi.

  20. aku juga suka banget stikerrr sejak sekolah beli terus.sekarang mah sudah jatah anak yang beli stiker emaknya gak kebagian. hohoho

Leave a Reply

Required fields are marked*