Pada suatu hari . . . *dongeng mode: on*

Aku sedang bengong di kamar sendirian, waktu liat ke atas, ternyata Cici sedang melihatku
.
Perkenalkan. Cici adalah boneka kelinciku. Cici adalah satu-satunya boneka non-character yang aku ingat namanya. Boneka ini diberikan oleh Amel, teman TPA aku sewaktu aku ulang tahun. Sekarang, Cici terbungkus plastik bersama boneka-boneka lainnya. Mungkin pensiun. Tapi tidak akan pensiun dari hatiku karena aku menonton sekuel Toy Story.

Ultah memang moment paling pas untuk memberi kepada seseorang. Kapan lagi memberi sesuatu yang istimewa kalau bukan di momen istimewa? Cici memang diberikan sewaktu aku ultah, tapi lebih dari itu, ada sesuatu yang lebib dari itu.

Amel. Satu-satunya teman TPA yang aku ingat namanya. Aku juga ingat ciri-cirinya. Tidak secara spesifik, sih, tapi cukup ingat. Jujur, aku cuma samar-samar ingat teman TPA. Aku cuma ingat sebagian ciri-ciri, sedangkan namanya sudah melayang.

Aku tidak terlalu dekat dengan Amel, bisa dibilang begitu. Aku lebih dekat dengan teman-teman lain yang sekarang aku lupa namanya. Seingatku, sih, ada yang namanya Afina tapi aku lupa yang mana.

Mungkin kedekatan aku dan Amel sebatas teman yang kenal lalu “yaudah”.

Tapi, malam itu, tahu-tahu Amel dan ibunya datang ke rumah nenekku. Waktu itu aku sedang di rumah nenek.

Malam!

Malam itu, dia memberi boneka itu untukku. Sebagai anak kecil, aku senang-senang aja. Tidak ada pikiran lain selain senang dan terima kasih.

Sekarang, tidak “sekarang banget” sih, aku baru berpiki. Waktu itu, Amel itu masih anak kecil. Bukan teman dekat. Tiba-tiba memberi kado untukku. Bela-belain datang ke rumah nenekku malam hari. Amazing!

Seorang anak kecil yang sudah mengenal sesuatu yang disebut “memberi”, bahkan untuk seseorang yang tidak dekat dengannya – atau mungkin orang itu (aku) yang menganggapnya demikian.

Aku tidak tahu itu insiatif Amel atau ibunya. Satu hal yang pasti, dia sudah belajar memberi ketika masih balita. Iya, aku TPA sewaktu balita.

Boneka itu masuk jajaran boneka paling bagus yang  kupunya. Memang sangat. Dan kerennya diberikan oleh seorang anak kecil.

Mungkin Amelia memang seperti Amelia pada lirik lagu berjudul Amelia karangan alm. Pak AT Mahmud. 🙂

Aku belum sempat memberi apa pun untuk dia.

Aaah, tuh kan jadi kangen. ~^_^~

You may also like...

3 Comments

  1. Wah harus dicari tahu tuh Amelia dimana sekarang, biar jalinan silaturrahimnya tersambung kembali.

  2. Persis yang teman saya alami… Kejutan dari orang yang tak disangka sangka itu bikin terkenang terus yaa..

  3. Ditunggu amelia yg laeen ya fah 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *