Selamat malam!

Malam-malam ini, saya ingin berbagi unek-unek singkat. Unek-unek ini sebetulnya terhadap diri sendiri karena kurang teliti.
Sore ini, saya pulang dari Jakarta (Slipi) ke Bogor. Biasanya, saya pulang naik kereta, tapi kali ini saya ingin naik APTB. Jadi, waktu transjakarta lewat, saya diem aja dan langsung masuk waktu APTB datang, asal masuk lebih tepatnya.
Karena asal masuk itulah masalah timbul.
Saya nggak tahu kalau APTB itu banyak macamnya. Saya asal membaca tulisan Bogor-Grogol lalu langsung cuuss masuk. Setelah di dalam dan membayar tiket, barulah saya merasa ada yang janggal. Kok tumben kondektur nanya turun di Bogor-nya sebelah mana? Kok tiap berhenti di halte, si kondektur teriaknya “Ciawi”? Oke, saya pikir, banyak jalan menuju Ciawi, mungkin APTB ini lewat jalan yang bukan jalan keluar tol Ciawi. Keluar tol Sentul dan lewan Pajajaran menuju Ciawi, misalnya. Memang nggak mungkin sih, karena saya pun belum pernah melihat APTB berkeliaran di Pajajaran, tapi saya tetap berharap.
Lalu, tahu-tahu kondektur itu mendatangi saya dan menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi. Intinya, kalau mau ke tempat saya turun (Warung Jambu), saya harus transit di Cibubur. Saya betul-betul merasa error karena kurang memerhatikan bis yang saya naiki. Saya baru tahu Bogor-Grogol itu maksudnya bukan cuma Bubulak Bogor-Grogol, tapi juga Ciawi Bogor-Grogol. Habis, tulisan yang besar hanya Bogor-Grogol. 
Supaya nggak bayar lagi, saya harus naik bis Agra Mas, bisa yang jurusan Bubulak, bisa jurusan Baranang Siang. Dan di situlah saya baru tahu kalau APTB pun pandang merek alias perusahaan pengelola. Setelah turun di Cibubur, beberapa kali bis APTB lewat. 
Beberapa kali, APTB lewat, tapi bukan Agra Mas. Ada Sinar Jaya, ada juga Mayasai Bakti. Walaupun sama-sama Bogor, kalau saya naik ke bis-bis itu, saya harus bayar lagi karena beda merek. Saya jadi mikir, APTB sebetulnya punya siapa? Ini sih sama saja saya naik Agra Mas merah lalu transit-transit di halte transjakarta. Kalau punya pemerintah kan seharusnya kayak transjakarta. Transit ya transit. Bisnya pun kita nggak perlu perhatikan merek. Ini pemikiran seorang amatir kok. Tapi, lama juga loh saya menunggu APTB Bubulak Bogor-Grogol Agra Mas. Yang datang lebih sering Sinar Jaya atau Mayasari Bakti. Ujung-ujungnya, saya naik Agra Mas merah dan turun di Terminal Baranang Siang. Untung nggak perlu bayar lagi.
Pelajaran bagi saya untuk lebih teliti dan nggak asal lompat. Setidaknya, sudah lama saya tidak merasakan perasaan seperti ini. Perasaan menyenangkan ketika mengetahui jalan baru.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *