Opinion

Tips Belanja Hemat di Supermarket ala (Mantan) Anak Kos

Siapa yang nggak suka ke supermarket? Ngacung!
Kayaknya nggak ada deh. Supermarket adalah salah satu tempat yang membahagiakan. Nggak suka belanja, tapi suka ngemil, mata teteup aja jelalatan kalau ke supermarket. Nggak suka ngemil, tapi suka belanja, ini sih pasti dompetna mesti digembok tujuh lapis.
Kadang maunya ke swalayan aja. Apa mau di kata, barang yang dibutuhkan hanya ada di swalayan. List belanja memang dibuat. Kemudian, nggak sengaja lihat diskon. Sebetulnya nggak butuh-butuh banget, tapi ada pikiran “mumpung diskon”. Sesungguhnya pikiran itu adalah pikiran yang sesat. Mending kalau uangnya tetap masuk. Nanti nih, akhir bulan, berasa masih punya uang, terus aja dipakai jajan yang nggak penting. Padahal uang itu adalah uang krincing-krincing diskonan.
Itu sih aku sebetulnya. Hehehe. Tapi, bagaimana pun, hal itu mungkin bisa sangat merugikan suatu saat nanti sehingga lebih baik dicegah dari sekarang. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Dude dan Alyssa aja masih hemat, masa aku nggak.
Jadi, ini tips ala ala.
  • Jangan bawa trolley. Kalau perlu, nggak usah bawa keranjang juga
Sumber gambar troli: clker
Kalau cuma bawa keranjang, nggak mungkin belanja seabrek. Kalau nggak bawa keranjang malah betul-betul nggak mungkin bawa barang banyak. Mau ngambil satu barang, tapi tangan udah penuh, kan mikir-mikir lagi.
  • Nggak perlu bawa kartu debit, apalagi kartu kredit.
Kartu-kartuan itu memberikan rasa aman. “Ah, kalau nggak uang nggak cukup, bisa pakai kartu.” Kalau nggak bawa kartu-kartuan, sambil belanja sambil ngitung demi menghindari malu uang kurang.
  • Nggak usah beli yang besar.
Ini kejadian yang bisa terjadi di kosan. Karena mencium bau-bau shampoo botol besar, jadi deh anak sekosan minta shampoo. Atau, bisa juga shampoo baru dipakai sekali sudah lenyap. Rugi kan kalau beli yang besar.
  • Kalau mau beli yang besar
Biasanya, untuk di rumah enaknya sekalian yang besar. Kalau beli yang besar, hitung berapa rupiah perpenggunaan dan bandingkan kemasan kecil dan besar. Berapa rupiah bedanya, masukin deh tuh ke tabungan. Ribet? Emang. Tapi, demi calon profesor.
  • Rak cemilan adalah musuh
Niat ke supermarket buat beli pengharum ruangan, tiba-tiba ada sesuatu yang gaib memanggil dari rak cemilan. Plis, jangan diikuti. Pikiran “ini buat seminggu kok”, “sebanyak ini pasti abisnya lama”, atau “buat simpenan” adalah bisikan setan. Sampai rumah, ngelihat cemilan bertumpuk, sehari juga ludes.
Image source: 123rf
  • Naik kendaraan umum atau jalan kaki
Sebetulnya ini kebiasaan orang Bogor. Jarak 100 meter aja naik angkot, mentang-mentang Kota Angkot. Kalau di Jakarta mah halte transit busway kadang nun jauh di sana.
Jadi, apa hubungannya belanja dengan naik kendaraan umum atau jalan kaki? Kalau nggak naik kendaraan pribadi, bawaannya tuh ribet kalau nenteng banyak kantong belanjaan. Naik kendaraan pribadi ngirit ongkos? Makanya jalan kaki. Orang Jepang aja banyak jalan kok. Paling nggak, 100-200 meter lah yang jalan kaki, biar nggak keseringan ganti angkot.
  • Kenyang sebelum berangkat
Karena perut lapar bikin mata makin jelalatan.
Ya udah deh. Segitu aja kata-kata dariku, dari seorang anak yang sedang mengantuk tapi tidak bisa tidur. Tips ini emang agak-agak… hemmm, namanya juga bikin pas ngantul.

You may also like...

17 Comments

  1. Jaman ngekos belum usum bayar-bayar pake debit, mungkin udah ada kali ya, akunya aja yang kudet n konvensional hihihi

  2. aku dlu kalau belanja bawa duit pas mak, kalau lebih, yaaa slh satu barang aku kembalikan deh..
    ttd
    anak kos ngirit 🙂

  3. Hehehehhehe boleh juga tipsnya.

  4. Mantab tipsnya, mba… Sekarang jaman mahal semua, harus lebih berhemat…

    Sila mampir blog saya, tentang belanja bulanan ala saya…

  5. kenyang sebelum berangkat yang ampuh itu 😀

  6. Itu memang rak camilan penggoda dompet … ini mau, itu pingin. Hwaaa!
    Makasih ya, tipsnya …

  7. Bener tuh…kalau bawa troley pasti nggak kerasa udah banyak aja

  8. Jaman ngekost dulu jalan kaki ke supermarket terdekat, seringnya beli mie instan hehehe 😀

  9. Jaman kapan itu? Aku masih chibi-chibi juga udah ada kok. hehe.

  10. betul. betul. betul. mending bawa ngepas daripada bablas. ^^

  11. iya, mbak.
    sippo, happy blogwalking. 🙂

  12. hoho. kalau udah kenyang, nggak banyak maunya, ya.

  13. haha. aku juga sering gitu, makanya bagian itu forbidden.

  14. walah makanan kebangsaan anak kos. nyetok ya, mak?

  15. […] aku pernah sih tulis tips hemat ala anak kos. Mungkin bisa di-mix dengan yang […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *