Foto OOTD atau outfit of the day sepertinya menjadi salah satu foto yang paling banyak berseliweran di Instagram. Ketika tuliasan ini dibuat, sudah ada lebih dari 200 juta foto dengan hashtag #ootd. Belum termasuk hashtag lain yang serupa, seperti #dailyfashion atau #ootdindo.

Melihat begitu banyak foto OOTD yang berseliweran, mungkin pernah terpikirkan ikut menampilkan foto semacam itu. Mulai dari sekadar ingin foto biasa atau bahkan ingin tampak seperti foto OOTD profesional, seperti selengram. Nah, kalau ingin foto OOTD tampak lebih pro, tentunya bukan asal berdiri di random tempat, senyum, cekrek, upload, kan?

Kamis 23 Agustus lalu, di acara “Blogger Gathering Inspiring Journey” bersama Shafira, aku kan mendapatkan pencerahan mengenai perjalanan hidup. Selain itu, aku juga mendapatkan ilmu fotografi. Narasumbernya adalah Yogie Bowie.

Beliau sudah sering memberikan pelatihan fotografi, termasuk ke UKM-UKM. Fotografi menempati tempat yang cukup signifikan terhadap keuntungan UKM. Kalau produk yang ditampilkan hanya diletakkan begitu saja, terkadang, kurang menarik. Karena itu, perlu ada fotografi.

Bagi pengusaha pakaian, foto-foto pakaiannya tentu perlu dibuat semenarik mungkin. Bukan sekadar digantung lalu difoto. Foto produk dengan konsep OOTD lebih menarik pembeli. Pakaian akan lebih jelas tampak seperti apa kalau sudah ada foto OOTD-nya, kan? Dibandingkan foto pakaian yang hanya flat lay atau malah digantung biasa. Bahkan, pakaian yang memang pada dasarnya bagus pun perlu teknik tertentu untuk menampilkan keindahannya.

Misalnya, pakaian dari Shafira. Shafira  Muslim Fashion selalu menyediakan pakaian yang dapat menampilkan postur dengan baik.

Kalau melihat dress Shafira, bagian pinggangnya tidak dibuat mengerucut alias menyemput di pinggang. Hanya suatu jahitan yang hampir tampak lurus. Namun, justru inilah yang menjadi keunggulan. Jahitan itu justru memberikan kesan langsing dan jenjang. Yang ingin menutupi perut, nggak perlu tahan napas ketika foto. Yang merasa butuh tambahan lemak, nggak perlu menggembungkan tubuh ketika di foto. Hehe.

Tips foto ootd seperti selebgram

Tapi, tentunya perlu foto semacam OOTD agar calon pembeli tahu bahwa desain pakaian tersebut dapat memberikan kesan yang diinginkan sang desainer. Kalau hanya foto pakaian di rak, pembeli mungkin sulit percaya. Jadi, selain pakaian yang memang sudah baik, teknik fotografi pun diperlukan. Dan, hal ini tentu bukan hanya perlu dipelajari produsen pakaian, kan? Siapa pun yang ingin Instagram-nya cantik untuk dilihat, aku rasa memerlukan teknik sederhana ini, bukan sekadar edit sana-sini.

Jadi, berikut tips foto OOTD ala Yogie Bowie. Tips foto OOTD seperti selebgram. Hihi.

1. Alat yang Digunakan Memotret

Harus DSLR? Sama sekali nggak. Kamera smartphone pun sangat bisa menghasilkan ribuan like di Instagram. Kamera ponsel sekarang kan sudah bagus-bagus, ya. Hal yang paling penting adalah mampu menghasilkan gambar yang tidak blur. Well, ini bukan hanya perkara device, sih. Latihan tangan juga supaya nggak gemetar. Hehe. Pokoknya, gambar yang baik adalah gambar yang tajam. Gambar yang asalnya tajam, akan lebih mudah diedit, kan? Nggak perlu takut pecah.

2. Memilih Lokasi dan Background

Di tempat seperti apa biasanya foto OOTD terlihat bagus? Background polos? Yang kontras dengan pakaian?

Tentunya, foto OOTD sedikit berbeda dengan foto landscape yang menampakkan manusia. Sama sekali nggak salah kalau mau memilih latar belakang pemandangan menarik, tapi perlu disesuaikan dengan pakaian juga, kan?

Foto OOTD tidak harus dilatar belakang polos atau pun kontras seperti background biru untuk baju merah. Sama sekali nggak harus. Bisa saja memilih lokasi ramai objek, seperti junkyard. Kalau seperti itu, tinggal pilih tempat yang agak “sepi” untuk berdiri sang model. Misalnya, kiri-kanan ada tumpukan mobil, tapi ada ban besar yang cukup polos. Model bisa berdiri di saja. Atau, malah model bisa naik ke salah satu mobil dan latar belakangnya adalah langit.

Pokoknya, jangan sampai model tampak sedang mimikri. Kecuali memang konsep pakaiannya ala unyu-unyuan mirip dinding, misalnya.

Background yang tepat akan semakin menegas pakaian. Jadi, bukan soal harus kontras, harus polos, harus unyu, atau apalah. Yang penting tepat.

3. Baju yang Tepat di Waktu yang Tepat

Walaupun tampaknya jam 7 bagi sampai jam 5 sore warna cahaya matahari tampak sama, sebetulnya sama sekali berbeda. Mungkin sekilas kurang terlihat di mata kita. Tapi, begitu masuk ke perpaduan warna, warna-warnanya akan terlihat lebih jelas. Pakaian dengan warna-warna tertentu akan lebih menonjol di waktu-waktu tertentu.

Menurut Yogie Bowie, pagi hari, sekitar jam 7-9, sebaiknya menggunakan warna biru, hijau, ungu, pink, fuschia, magenta, dan jingga. Kalau sore sekitar jam 15-17, sebaiknya menggunakan kuning, emas, atau coklat. Warna-warna tersebut akan semakin tampak “tegas” dan cocok dipadukan dengan cahaya matahari yang ada saat itu.

4. Jangan Sepelekan Gridline

Itu, loh, di kamera kan suka ada 2 garis vertikan dan 2 garis horizontal yang membagi layar menjadi 9 bagian. Walaupun keberadaan garis-garis itu terkesan annoying, justru merekalah yang membantu komposisi foto.

Tips foto ootd seperti selebgram

Objek foto alias model sebaiknya ditempatkan (atau diminta berdiri) di salah satu garis. Kiri atau kanan. Jadi, komposisi foto kiri-kanan model adalah 2/3 dan 1/3. Atas-bawahnya pun sebaiknya diperhitungkan, sih. Supaya kepala nggak tampak mentok.

Boleh saja kalau mau di tengah, tapi perhitungannya menjadi lebih banyak: kiri-kanan atas-bawah.  Lebih sulit karena tidak tepat garis, kan?

Kalau kamu yang meminta difotokan orang lain, jangan lupa bilang kamu mau berdiri di garis yang mana. Hal ini supaya orang tersebut bisa mengarahkanmu kalau posisi agak di luar bagian yang seharusnya.

5. Gestur

Nah, kalau sudah mendapatkan 2/3 atau 1/3, arah wajah model tinggal mengikuti yang 2/3 bagian alias bagian yang lebih luas. Kalau yang 2/3 ada di kiri, model pun menghadap ke kiri. Lagi-lagi supaya nggak tampak mentok.

Pandangan ke arah bagian yang lebih luas

Selain itu, pandangan model pun sebaiknya diagonal. Agak ke atas atau ke bawah. Bukan lurus-lurus saja. Somehow, hal ini lebih menunjukkan kesan ekspresif.

Tambahan, supaya bahu lebih berimbang, sebaiknya salah satunya dinaikkan atau diturunkan sedikit saja. Kadang-kadang, sudut kamera kan suka beda dengan mata.

6. Posisi Kamera

Posisi menentukan prestasi. Begitu pun kamera. Posisi kamera sebaiknya tepat pada titik salah satu bagian tubuh ini: mata, dada, pusar, atau lutut. Posisi tubuh model, ya. Jadi, kalau meminta orang lain memfotokan kita, yaaa, orangnya sedikit berkorban mencoba menarik garis lurus dari kita, deh. Atau, kalau mau pakai tripod juga bisa, sih.

Oh, ya. Kalau pakai ponsel, pastikan ponselnya dalam keadaan sejajar dengan model alias ponsel berdiri lurus. Biasanya, nih, yang ingin tampak tinggi, ponselnya dicondongkan ke arah orang yang mengambil foto. Padahal, hal ini akan memberikan kesan bagian tubuh atas lebih besar dan terus mengecil hingga ujung kaki.

Baik mengambil gambar vertikal atau pun horizontal usahakan ponsel lurus, jangan mencondong ke depan atau ke belakang. Hal ini supaya tidak ada bagian tubuh yang terlalu besar atau terlalu kecil.

Pasti ingin kelihatan jenjang di Instagram, kan?

7. Crop di Bagian Hidung, Kalau …

Kalau tidak mau tampak full wajah.

Banyak orang memotong foto di bagian leher. Padahal, hal itu salah. Kalau memang tidak ingin menampakkan wajah tapi ingin menampilkan bagian depan outfit, mau nggak mau, harus difoto tampak dengan, kan? Bisa, sih, disiasati dengan pura-pura membaca, memegang kamera, atau semacamnya. Tapi, mungkin ada pakaian tertentu yang kurang tepat dengan gaya demikian atau belum menyiapkan properti semacam itu ketika foto. Menyiasatinya adalah dengan memotong pada bagian hidung. Jadi, masih terlihat bibir dan dagu. Foto seperti ini unsur hidupnya masih terlihat. Mau kan foto terlihat lebih hidup?

Oke. Sekian bahasa foto OOTD dari Yogie Bowie. Tips foto OOTD seperti selebgram. Hihi

Jadi, sudah siap OOTD?

You may also like...

11 Comments

  1. Utk membuat foto yg bagus ada ilmunya ya, saya belum banyak tahu mengenai fotografi. Padahal foto2 yg bagus bisa support agar blog kita menarik ya..

  2. Wah, harus di note dan dipraktekan nih buat foto OOTD. Thanks mba sharingnya 🙂 Itu modelnya mba Elly Nurul bukan ya?

  3. Crop di bagian hidung, jadi mulutnya masih terlihat jadi OOTD nya jadi terkesan hidup ya mba … oic now I know hehehe

  4. Tipsnya boleh juga nih, aku selama ini kalau foto OOTD modelan yang candid ala-ala gitu deh terus biasanya kalau mau foto kudu lihat referensi beberapa selebgram deh.

  5. Nah, aku selalu pake panduan gridline ini nih. Jadi gampang buat nentuin fokus di fotonya. Ilmu daging nih. Simpan aaah… Biar nanti bisa poto ootd yang syantiks

  6. Aku paling ga pede kalau mau posting OOTD, sering kalau lagi berpakaian rapih juga ga pede, apalagi pas lagi nggak rapih hihi…perlu di boost nih supaya IG nya nambah followernya

  7. Wah mayan nih jadi tahu teknik OOTD yang benar. Aku malah suka terbantu dengan adanya gridline ini apalagi kalau foto lansdscape.

  8. saya jadi inget seorang teman, dia ga mau menampakkan foto wajah di sosmed tapi dasarnya emang seneng foto foto narsis dan ootd an, jadi feed ig dia banyak foto ootd tapi yang keliatan cuma separuh wajah kadang di crop bagian leher gitu. baru tau kalo ngecrop foto tampak depan yang bagus harus dari hidung, nanti harus tunjukin artikel ini nih ke dia hihi

  9. infonya membantu banget, padahal di kamera hp ku ada yang untuk gridline nya tapi belum pernah k u pake

  10. Aku tuh pengen banget punya proper photo OOTD :)) Tapi selalu nggak bisa. Maklum, yang motretin si ibuk dan beliau harus banyak belajar fotografi. Tapi yang namanya ibu-ibu ya, gampang capek kalau aku banyak permintaan. Duh, maafkan anakmu, buk. Mesti ngomongnya begini, “Duh gampangan masak.” :)))) Ya kali

  11. Noted tipsnya bermanfaat banget semua. Dan setuju sama Masnya itu kalau foto produk lebih bagus on model yang ala OOTD gitu. Jadi lebih menarik 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *