Tips memulai bisnis ala futri zulya

 

Zaman sekarang, banyak orang ingin memulai bisnis. Nggak salah, memang. Kebutuhan semakin banyak. Harga semakin naik. Bisnis adalah pilihan yang cukup baik.

Selain itu, beberapa orang ingin memulai bisnis karena ingin menyediakan lapangan pekerjaaan. Persaingan mencari pekerjaan semakin ketat, kan? Kalau lapangan pekerjaan semakin banyak, kan bisa menambah banyak kesempatan.

Sayangnya, nggak semua orang bisa benar-benar berbisnis, kan? Ada saja kendala seperti modal, waktu, dan tenaga. Bisa juga pertimbangan lainnya. Kalau berbisnis mudah, mungkin di setiap gang sudah ada tukang jajanan melimpah ruah. Dan, krl Jabodetabek nggak akan kayak jaring yang baru menangkap ribuan ikan. Kan nggak perlu lagi kerja jauh-jauh. Hehe.

Nah, seorang CEO muda yang usianya baru 30 tahunan, Futri Zulya, berbagi beberapa tips berbisnis pada acara WomanTalk 20 September lalu. Futri Zulya adalah CEO dan Founder PT Batin Medika Indonesia. Perusahaan ini bergerak antara lain, di bidang direct selling alat masak Haneda, serta bidang kecantikan melalui klinik Z Glow dan aplikasi Z beauty. Beliau juga merupakan salah satu pendiri Kids Republic School.

10 tips memulai bisnis
Futri Zulya bersama therapist trainer

Concern beliau lebih ke arah pemberdayaan perempuan. Salah satu karyawan beliau adalah terapis yang biasa dipanggil dari rumah ke rumah. Lalu, beliau merekrutnya untuk melatih calon-calon terapis lain. Sekarang, terapis tersebut sudah bisa mempunyai rumah pribadi

Ini, nih, tips memulai bisnis ala CEO muda.

1. Perbaiki Pengelolaan Keuangan Pribadi

Harus banget. Kalau terbiasa catut sana-sini tanpa ada pemisahan kas yang jelas, bisa-bisa kas bisnis pun ikut tercatut. Jangan sampai, ya. Perbaiki dulu. Berikut tips pengelolaan kas pribadi menurut Futri Zulya. Kalau hanya mempunyai 1 rekening, bagi-bagi penghasilan bisa digantikan dengan dengan amplop, loh.

Tipa kelola kas pribadi

2. Membuat Rekening Khusus Bisnis

Boleh kok rekeningnya masih memakai nama kita. Yang penting, kita sadar dan tahu bahwa rekening itu untuk bisnis. Nggak boleh diganggu gugat. Walaupun ada flash sale menggiurkan dan bisa “besok diganti”, pokoknya jangan sampai tergoda menggunakan uang di rekening itu untuk kepentingan pribadi.

Sekali saja tergoda akan “ah, nggak apa-apa” terus. Padahal, kita nggak tau masalah apa yang bisa tiba-tiba hinggap pada bisnis kita. Kalau darurat bangeeeet, yaaa, boleh, sih. Namanya juga darurat. Asalkan segera diganti. Tapi, Flash sale nggak termasuk darurat loh, ya.

3. Menelaah Passion dan Kebutuhan Pribadi/Keluarga

Salah satu cara agar bisnis kita long-last adalah menjual sesuatu yang menjadi passion kita. Cari passion apa. Kalau merasa banyak hal yang disukai, pelajari diri sendiri lebih dalam. Nanti ketemu kok yang paling disuka dari yang disuka.

Kalau menjual sesuatu yang disuka, kemungkinan enjoy akan lebih besar. Semua pekerjaan butuh enjoy, kan? Kalau kerja untuk orang lain, sih, mudah saja resign kalau sudah tidak enjoy, kan? Lah, kalau bikin bisnis? Sudah keluar modal banyak, masa mau berhenti.

Selain passion, bisnis juga bisa dimulai dari kebutuhan pribadi atau keluarga. Seperti Futri Zulya yang memulai Kids Republic School karena kebutuhannya terhadap sekolah anaknya.

Oh, ya, sesuatu yang dijual bisa barang ataupun jasa, yaaa.

4. Lihat Target Market

Kemampuan daya beli calon pembeli penting banget untuk dilihat. Ini bukan berarti meninggalkan passion kok.

Selain itu, lihat juga mau berjualan di mana. Kalau di tempat kita mau jualan, baik offline maupu online, sudah ada yang berjualan hal yang sama, mending cari sesuatu yang baru. Ini bisa sesuatu yang baruuuuu banget atau sesuatu hasil modifikasi supaya berbeda. Melihat pasar di zaman sekarang kan mudah banget. Tinggal mencari mengunakan internet lalu analisis, deh.

5. Buat Target Realistis

Target harus dibuat supaya kita tahu arah. Tapiiii, target ini harus realistis. Misalnya, pertama kali jualan mochi. Targetnya tersebar sekian kotak dalam sebulan cukup kok. Nggak perlu target langsung tersebar ke penjuru ASEAN dalam sebulan. Soalnya, kalau nggak realistis dan nggak terwujud, yang ada malah bikin down dan malas berbisnis. Yaaa, teori positive thinking pun harus realistis, kan?

6. Buat Business Plan

Sama halnya seperti pentingnya outline untuk naskah buku, business plan penting banget untuk bisnis. Hal ini untuk memetakan langkah, tujuan, masalah yang mungkin dihadapi, keuangan, dan semacamnya. Business plan bisa dicari kok di Google. Contek aja, yaaa. Hehe.

8. Cari Modal

Yaiya, bisnis tanpa modal bagaikan mau bikin sayur tanpa sayuran. Nggak akan jadi sayur. Nggak akan jadi bisnis. Modal niat perlu banget. Modal uang perlu juga. Ini nih beberapa sumber modal kata Futri Zulya.

Tips memulai bisnis

9. Lakukan

Sematang-matangnya rencana, hanya akan terealisasikan kalau kita melakukannya. Pun, sematang-matangnya rencana, akan ada saja hal tidak terduga. Namanya juga kehidupan. Hahaha. Jadi, jangan cuma maju-mundur cantik. Maju terus biar cantik dan kinclong. Cantik dan kinclong isi brangkas kita. Lol.

10. Urus Legalitas

Bisnis sudah jalan? Oke, sip. Saatnya dikembangkan lalu urus legalitasnya. Hal ini supaya bisnis kita mempunyai kekuatan hukum. Kalau ada apa-apa, masih ada hukum yang bisa dijadikan tameng.

Nggak perlu takut pajak, ya. Ada batas omzet tertentu sampai bisnis terkena pajak kok. Di bawah batas itu, bebas pajak. Eh, tapi, mending omzet segitu-segitu saja supaya nggak kena pajak atau omzet melejit tapi kena pajak? Hitung-hitung, deh.

Sekiranya begitulah 10 tips memulai bisnis, hasil belajar bersama Futri Zulya. Setelah dimulai, mantapkan hati untuk terus konsisten. Masalah di mana pun selalu ada, tapi niat sabar juga pasti ada.

Lalu, walaupun kata orang-orang nggak boleh menanyakan “kapan”—kayak kapan nikah, kapan nambah anak, kapan lulus—bolehlah kali ini aku menanyakan menanyakan “kapan”. Kapan memulai bisnis?

 

 

You may also like...

7 Comments

  1. yes, setuju banget, setelah semua dijalani legalitas itu penting untung memaksimalkan usaha kita ya mba..

  2. banyak ilmu bermanfaat ya… kumpul am orang sukses auranya jadi semangat banget ya

  3. Itu dia Mbak, pertanyaannya, kapan ya? Kapan siapnya, kapan mau mulai, kapan enggak malesnya wkwkwkw. Tapi katanya sih bisnis itu yang dijalankan, bukan ditanyakan terus kapan hahaah..

  4. Kapan Fifah memulai usaha? 🙂

  5. Salut sama bu futri,, kasih ilmu nya jelas dan ramah banget.. aku jadi makin semangat..heheh

  6. Kalau buat yang masih muda ada tipsnya nggak? Masih freshgraduate tapi pengennya buka usaha sendiri. huhu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *