Culinary

Toge Goreng, Makanan dengan Nama yang Menipu │ Tastylicious

 

restoran_susu_bogor

Hai, hai!

Selamat bulan Juni! Selamat menyambut Ramadan bagi umat Islam.

Menjelang Ramadhan, Bogor biasanya macet. Menyiapkan segala macam untuk menyambut bulan suci. Tempat kuliner juga pasti penuh, apalagi hari ini hari Minggu. Minggu biasa saja penuh, lebih lagi menjelang Ramadan. Tapi, there’s always so much fun kalau menyangkut yang namanya kulineran. Stress macet bisa hilang begitu menemukan makanan enak.

Sekarang ini, Bogor hampir seperti Bandung. Tempat kuliner di mana-mana. Mulai dari yang sangat tradisional, sampai yang sangat modern. Restoran dengan berbagai konsep dan menu-menu baru menjamur di Bogor. Walaupun begitu, kuliner tradisional tetap diminati.

Baca juga Tastylicious punya

Asri Rahayu dan Inokari

Salah satu kuliner khas Bogor adalah toge goreng. Sesuai namanya, bahan utama makanan ini adalah toge. Tapiiii, tidak sesuai namanya, toge dalam makanan ini sama sekali tidak digoreng. Menipu, kan, namanya? Lalu, kenapa namanya toge goreng?

Entahlah. Salah satu bahan makanan ini adalah tahu sebagai tambahan. Tahunya digoreng, sih, tapi kenapa yang disalahkan atas goreng-gorengan itu malah si toge, bukan si tahu?

Aku sempat berpikir. Mungkin “goreng” yang dimaksud adalah “goreng” dalam bahasa Sunda. Artinya “jelek”. Mungkin toge yang bagus, putih, begitu terlihat jelek ketika disiram saus yang berwarna kecoklatan. Jadilah namanya toge goreng alias toge jelek. *analisis ngasal**abaikan*

Apalah arti sebuah nama. Daripada memikirkan nama makanannya, mending langsung coba.

Ada banyak tempat yang menawarkan toge goreng. Di pinggir jalan, di rumah makan juga ada. Tidak sebanyak tempat yang menawarkan Soto Bogor, sih, tapi cukup banyak kok.

Tempat yang paling terkenal adalah di samping Toko Roti Bogor Permai, Jl. Jend. Sudirman. Namanya, Toge Goreng Ibu Hj. Omah. Tempat ini sudah terkenal sejak lama. Saking favoritnya, kalau datang terlalusore, bersiap saja hanya bisa menelan ludah karena kehabisan.

Image source: My Diary Note’s

Dari zaman aku belum lahir, orangtuaku kalau beli toge goreng, ya, ke sini. Biasanya, sih, belinya untuk dimakan di rumah. Kebetulan, jaraknya dari rumah memang dekat. Uniknya, toge goreng dibungkus dengan daun, bukan dengan kertas nasi.

Kalau penasaran dengan rasa toge goreng, tapi belum sempat ke Bogor . . . di Google ada banyak varian resep toge goreng. Aku sendiri tidak tahu resep mana yang benar-benar betul. Satu hal yang pasti, rasa toge goreng sedikit asam dan manis karena sausnya menggunakan tauco, bukan saus kacang seperti pecel.

Mungkin, bisa juga mencoba resep Tumis Toge Tauco dari Dapur Ngebut. Pengenalan lidah untuk membayangkan bagaimana rasa toge dicampur tauco. Untuk rasa autonetiknya, tetap harus mampir ke Bogor, loh. ^^v

Resep lengkapnya lihat di Dapur Ngebut
Resepnya sangat simple karena bahan utamanya hanya toge. Namanya juga pengenalan lidah.
Kalau toge goreng, dalam satu porsi, ada toge, mie basah, dan tahu. Plus siraman saus tauco, yang aku kurang tahu bahan tambahannya apa saja. So, kalau membayangkan rasa toge goreng seperti pecel, gado-gado, atau ketoprak, tentu berbeda. Kalau membayangkan seperti rasa salad, itu lebih jauh lagi. Intinya, sih, tetap harus mampir ke Bogor kalau penasaran.

You may also like...

19 Comments

  1. Di depan rumah setiap pagi selalu ada toge goreng. Dan emang saya doyan banget sama toge goreng,karena ada tauconya !! Btw tauco bogor enak ga?

  2. Di Cimahi ga ada mba mungkin mba tertarik bikin usaha toge goreng hehehe

  3. Faaah aku ga suka togeee :v
    tapi kalo udah jadi toge goreng gini, keknya sedaaap ya

  4. Memangnya tauco tiap kota beda, ya? *serius kudet*

  5. Biar orang-orang ke Bogor aja deh. Hehe

  6. Intaaaan. Makan toge bisa bikin makin cantik loh. 😀

    Iya, aku edit di atas.

  7. Toge goreng belum pernah coba euy 🙁
    Di Lombok toge mah udah temenan sama kangkung, buat dibikin jadi pelecing kangkung gitu..

  8. Hahaha, menipu,katamu? memang.
    sejak aku kenal masakan ini, aku langsung komentar, namanya toge goreng, tapi nggak ada yang digoreng, hehehe

  9. Kita sesama warga bogor enggak mau kiulineran bareng, nih? Hahah

  10. Ehm.. aku kalau masak togenya pas, pasti lahap makannya. Tapi, kalau kurang pas, alamat kaagak dimakan dehhh..

  11. Semua makanan bukannya gitu, Kak? Hehe.

  12. Ayo dong, kulineran bareng. 😀

  13. Aku juga sempat tertipu dulu. :))

  14. Rasa mah nggak perlu dibingungin atuh. Kembali ke selera. ^^

  15. Lain daerah, lain cara ngolah ya, Mbak. 🙂

  16. fifah, waktu itu aku dibeliin sama temen, tapi agak bingung sama rasanya, aku lebih suka doclang malahan

  17. laili umdatul khoirurosida

    Saya baru tau ada makanan toge goreng..

    Next kalo ke bogor harus cobain 😀 makasiih kak referensinya

    eh kapan ya ke bogor lagi

  18. Ditunggu kedatangannya.;)

  19. Saya paling suka toge yang ada di dalam Jalangkote (panganan khas Makassar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *