Uangku-aplikasi

Sepertinya, sekarang ini hampir semua pengguna internet pernah mencoba online shopping. Berbelanja online memang sekarang dirasa lebih praktis. Tidak perlu keluar rumah, bermacet ria, kepanasan, ataupun kehujan.

Selain online shopping, sekarang ada juga istilah social shopping. Makin banyak istilah saja, ya.  Apa bedanya social shopping dengan online shopping?

Terkait social shopping, hal ini dibahas dalam acara “What No One Tells You about Social Shopping“. Acara ini berlangsung pada 29 Oktober 2016 di Artotel, Jakarta. Acara ini merupakan hasil kerja sama Blogger Perempuan dengan Uangku.

Seluk-beluk Social Shopping

Acara diawali dengan sesi sharing dari Mbak Fanny Verona, Marketing Director Global Pay Indonesia. GlobalPay adalah perusahaan teknonlogi keuangan yang berada di bawah naungan Digital Money Group by SMDV. GlobalPay ditunjuk oleh PT Smartfren Telekom Tbk untuk menjadi partner Uangku.

img20161029101624-01

Mbak Fanny menjelaskan bahwa social shopping adalah berbelanja melalui social media. Jadi,  kalau belanja di toko online Instagram atau Facebook, itu namamya social shopping.  Sesuai dengan namanya yang menggunakan media sosial.

Ternyata, 80% transaksi online terjadi melalui social shopping. 20%-nya barulah dari website-website e-commerce. Jadi, peran media sosial memang sangat besar di zaman sekarang. Tidak salah kalau sampai ada penjual di Instagram yang bisa meraup untung sampai milyaran.

screenshot_2016-11-09-21-17-50-30

But, wait, untuk mencapai keuntungan seperti itu bagi penjual atau kepuasan mendapatkan barang bagi pembeli, perlu banyak tahapan, ‘kan?

Pertama, pembeli menghubungi penjual. Menunggu balasan penjual apakah barangnya ada. Kalau ada, penjual akan memberikan total yang harus dibayarkan dan nomor rekening. Pembeli akan transfer. Setelah transfer, pembeli akan mengirimkan konfirmasi. Penjual perlu mengecek terlebih dahulu. Kalau sudah terverifikasi, barulah penjual akan mengirimkan barangnya.

Di bagian setelah transfer, biasanya aku sih mulai harap-harap cemas. Mungkin pembeli lain juga begitu. Takut penjual mengatakan uangnya belum masuk. Kalau sudah masuk, rasanya cukup lega. Giliran kecemasan lainnya datang.

Cemas barang akan sampai atau tidak, akan sesuai ekspektasi atau tidak. Nomor resi yang dikirimkan penjual tetap saja tidak mengurangi rasa cemas. Bisa saja barang yang diterima tidak sesuai ekspektasi. Mending kalau hanya barang kw. Kalau membeli parfum dikirimkan obat nyamuk … zonk!

Seperti kata Mbak Fanny, kalau membeli dari media sosial, kalau sudah zonk, susah mengklaimnya. Tidak ada pihak ketiga yang bisa menjadi mediator.

Di sisi lain, penjual pun sebetulnya mempunyai kesulitan karena transaksi manual seperti itu. Transaksi manual memakan waktu dan daya. Penjual harus segera mengecek pembayaran yang masuk. Kalau masih skala kecil mungkin terkesan tidak ribet, tetapi kalau sudaj ratusan order, pasti membingungkan. Kurangnya efesiensi justru menghambat pengembangan usaha. Seharusnya sumber daya dan waktu untuk promosi, malah untuk mengecek transferan. Belum lagi, bisa saja terjadi human error.

Misalnya, seharusnya pembayaran Rp22942, justru dibayarkan Rp22492. Penjual bisa saja sekilas melihat itu sama.  Seratus dua ratus rupiah mungkin masih termaafkan, tetapi bagaimana kalau sudah enam digit?

Walaupun banyak ribet dan kekurangefisiensinya, social shopping tetap menjadi favorit.  Ada hal personal yang membuat seseorang lebih menyukai social shopping daripada berbelanja via website.  Pelanggan merasa lebih dekat dengan penjual kareja adanya interaksi personal di setiap transaksi. Bagaimanapun, perasaan “lebih dekat” dengan penjual membuat pembeli merasa lebih dihargai. Hal itulah yang menjadikan social shopping terus berjalan.

Sejauh ini, memang belum ada metode pembayaran yang aman bagi pembeli dan penjual di media sosial. Saat ada kerugian di salah satu pihak, akan sulit untuk klaim.  Bukti transfer atau bukti pengiriman kadang belum cukup untuk mengadukan penipuan.

Berlatar belakang hal tersebut, Uangku hadir di Indonesia.  Uangku adalah online wallet yang menghubungkan penjual dan pembeli sehingga bisa melakukan social shopping dengan aman, nyaman, dan mudah.

Melalui aplikasi Uangku,  penjual hanya perlu mengirimkan payment request ke nomor ponsel pembeli. Kalau sudah dibayarkan, pembeli tidak perlu mengirimkan bukti karena akan langsung terkonfirmasi oleh sistem Uangku. Hal ini akan menghemat waktu bagi pembeli maupun penjual.

Pembeli tidak punya akun Uangku? Pembeli bisa melakukan pembayaran di Alfamart dengan menggunakan nomor ponselnya. Lagi-lagi, pembeli tidak perlu melakukan konfirmasi transfer.

Jumlah yang sudah ditransfer akan di-hold oleh Uangku sampai pembeli mendapatkan barang. Begitu pembeli memberi konfirmasi barang sudah dikirimkan, pembayaran akan diteruskan ke penjual. Kalau sampai sekian waktu tidak ada kabar dari pembeli, Uangku akan mengirimkan pembayaran ke penjual dengan asumsi estimasi jumlah hari maksimum pengiriman ekspedisi. Kalau memang dalam waktu yang ditentukan pembeli belum mendapatkan barang, pembeli hanya tinggal konfirmasi saja supaya biaya bisa dikembalikan.

screenshot_2016-11-09-21-22-03-94-01

screenshot_2016-11-09-21-22-03-94-02

Uangku sangat fokus kepada pengembangan social shopping. Toko online yang bisa melakukan metode pembayaran dengan Uangku adalah toko-toko yang sudah diverifikasi oleh tim Uangku. Hal ini supaya pembeli akan selalu aman. Uangku juga rutin melakukan verifikasi ulang untuk menghindari kecurangan. Bisa saja ‘kan bulan ini toko A menjual barang original, bulan berikutnya menjual barang kw. Jaminan keamanan pembeli sangat diperhatikan Uangku.

Dari sisi penjual, Uangku pun tetap memerhatikan keamanan. Penjual pun bisa saja ditipu pembeli, ‘kan?  Barang sudah sampai, mengakunya belum. Nah, Uangku bisa bekerja sama dengan ekspedisi untuk mengecek hal tersebut. Kalau terjadi keterlambatan pengiriman di ekspedisi hingga melebihi estimasi pun, Uangku tidak akan langsung saja men-judge penipuan, tetapi ditelusuri dahulu selama penjual bisa membuktikan sudah mengirim barang.

Uangku sangat membantu keamanan transaksi toko di media sosial. Diharapkan, toko akan lebih fokus ke pengembangan usaha daripada sekadar mengurus hal-hal seperti konfirmasi pembayaran.

Selain pembayaran toko online, Uangku juga bisa digunakan untuk pembayaran lain. Misalnya, membeli pulsa, membayar listrik, membayar air, dan semacamnya.

Uangku juga memberikan promo di merchants yang bekerja sama dengannya. Salah satunya,  promo diskon 50% di Chatime.

screenshot_2016-11-09-21-05-31-38

Sharing Session

Setelah pemaparan dari Mbak Fanny, ada sesi sharing dan tanya jawab bersama salah satu memberi Blogger Perempuan, Mbak Caroline Adenan yang akrab disapa Mbak Oline. Selain menjadi blogger, Mbak Oline juga merupakan owner Aura Batik.

Katanya, nih, Mbak Oline sangat suka berbelanja online. Salah satu alasannya, ya karena banyaknya diskon. Selain itu, kadang, barang yang langka di toko konvensional, mudah ditemukan di toko online. Sayangnya, Mbak Oline juga pernah terkena penipuan.

Pernah suatu kali Mbak Oline bertransaksi dengan sebuah toko. Proses pemesanan berlangsung lancar. Ketika Mbak Oline sudah melakukan pembayaran, tiba-tiba saja penjual menjadin sulit dihubungi dan akhirnya tidak mengirimkan barang.

Pernah juga, Mbak Oline terkena tipu penjual yang mengatakan barang yang dijual adalah original. Begitu diterima, ternyata barang kw.

Transaksi dengan toko online memang butuh kesabaran dan keikhlasan, ya. Tentunya, tidak lupa kehati-hatian.

Sebagai penjual, Mbak Oline juga merasakan ribetnya metode pembayaran yang biasa. Ada yang transfer, belum sempat cek, pembeli sudah keburu menanyakan barang sudah dikirim atau belum. Pembeli memang maunya serbacepat, tapi penjual juga kan manusia, apalagi kalau masih serba manual. Uangku diharapkan bisa memberi inovasi transaksi aman dan cepat.

Top up saldo Uangku minimal Rp20.000. Ada dua jenis akun, basic dan premium. Saldo maksimum basic adalah Rp1.000.000, sedangkan premium maksimum Rp10.000.000. Upgrade akun ke premium membutuhkan beberapa data, seperti nama ibu kandung. Hal itu berdasar peraturan Bank Indonesia yang mengacu pada Bank Dunia untuk mencegah money laundering.

Selain perbedaam saldo maksimum, akun premium juga bisa digunakan untuk tarik tunai dan transfer. Untuk hal lainnya, seperti promo diskon, kedua akun mempunyai kesempatan yang sama.

Penggunaan Uangku juga tidak dikenakan biaya transaksi sehingga tidak membebani pengeluaran lagi, baik basic maupun premium.

Pemilik akun Uangku juga akan mendapatkan keamanan dengan harus memasukkan PIN setiap akan mengakses akun. Kalau ponsel hilang, pemilik akun bisa log in lagi di ponsel lain dengan nomor ponsel dan PIN lama. Jadi, kalau ponsel hilang dan saldo masih banyak, tidak akan disalahgunakan. Demikian juga kalau pemilik akun adalah toko online, tidak akan ada yang memberikan request palsu kepada pembeli.

img20161029120450-01-01

Setelah sesi sharing dan tanya jawab, acara selesai dengan pengumuman live tweet dan lomba Instagram. Maka, acara hari itu berakhir dengan pengetahuan baru seputar social shopping.

.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *